Kelahiran seorang bayi bisa membawa kebahagiaan tersendiri bagi para orang tua. Biasanya, kebahagiaan ini akan menular dan dirasakan oleh orang-orang yang ada di sekelilingnya, mulai dari keluarga, kerabat, hingga tetangga. Dengan penuh suka cita, mereka akan menyambut kelahiran bayi tersebut dengan penuh haru bahagia.
Di sisi lain, kehadiran anak terkadang bisa membawa fitnah atau malapetaka bagi orang tua atau keluarganya. Ketika beranjak dewasa misalnya, tidak sedikit orang tua yang ikut terseret pada kasus yang dilakukan oleh anaknya. Sebaliknya, banyak pula orang tua yang mendapat keberkahan serta ikut terangkat derajatnya karena prestasi yang diraih oleh anaknya.
Para orang tua tentu saja menginginkan agar kelahiran dan kehidupan anaknya bisa membawa keberkahan, baik untuk keluarga, agama, bangsa, maupun negara. Untuk mencapai harapan tersebut, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mendoakannya sejak dini, yaitu ketika bayi tersebut baru dilahirkan.
Imam At-Thabrani dalam Kitabub Du‘a (Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 1413 H), halaman 294 menjelaskan, seorang pemuka generasi tabi‘in bernama Ayyub As-Sikhtiyani ketika mengucapkan selamat atas kelahiran bayi, dia menyampaikan doa sebagaimana berikut:
جَعَلَهُ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Ja‘alallâhu mubârakan ‘alaika wa ‘alâ ummati Muḫammadin shallallâḫu ‘alaihi wa sallam
Artinya: “Semoga Allah menjadikannya sebagai keberkahan untukmu dan untuk umat Nabi Muhammad Shallallâḫu ‘alaihi wa sallam,”
Selain itu, Imam At-Thabrani juga meriwayatkan, seorang pria yang biasa duduk bersama Al-Hasan memiliki seorang anak yang baru dilahirkan oleh istrinya. Tidak lama kemudian datang seseorang mengucapkan selamat kepadanya. “Selamat atas kelahiran jagoan Anda!”. Usai mendengar kalimat tersebut, Al-Hasan kemudian mengajarkan doa sebagaimana yang disebutkan Ayyub As-Sikhtiyani.
Itulah ucapan selamat kepada orang tua yang baru saja memiliki anak sekaligus mendoakan atas kelahiran bayinya. Dengan dibacakan doa tersebut, diharapkan kehadiran bayinya itu bisa membawa keberkahan bagi orang tua, keluarga, serta umat Nabi Muhammad sebagaimana untaian harapan dalam kalimat doa tersebut. Wallahu a‘lam.
Editor:


