Doa agar Indonesia Selamat dari Dampak Perang Israel dan Iran

Doa agar Indonesia Selamat dari Dampak Perang Israel dan Iran

Arina.id - Ketegangan antara Israel dan Iran belakangan ini menimbulkan kekhawatiran global. Ancaman perang besar, intervensi negara adidaya, dan isu nuklir membuat situasi dunia tidak stabil. Meski Indonesia jauh dari lokasi konflik, dampaknya bisa terasa, mulai dari krisis ekonomi, harga minyak naik, hingga keresahan sosial.

Di tengah ketidakpastian ini, umat Islam diajarkan untuk memperkuat doa. Karena hanya dengan perlindungan Allah, negeri ini bisa terjaga dari fitnah dan bahaya besar.

Salah satu doa dalam Al-Qur’an pernah dibaca oleh umat Nabi Muhammad SAW saat mereka hidup dalam ketakutan dan tekanan di Makkah. Saat itu, mereka tidak mampu berhijrah ke Madinah menyusul Rasulullah SAW.

Makkah masih dikuasai kaum Musyrik yang menolak dakwah Islam. Para pengikut Nabi yang tertinggal di sana disiksa, ditindas, dan diperlakukan dengan kejam hanya karena mempertahankan keimanan mereka. Dalam kondisi tersebut, mereka memanjatkan doa kepada Allah agar diberi jalan keluar, pertolongan, dan perlindungan dari kezaliman yang mereka alami. 

Mereka berdoa yang termaktub dalam Al-Qur'an surat An Nisa’ ayat 75:

رَبَّنا أَخْرِجْنا مِنْ هذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُها وَاجْعَلْ لَنا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيراً

Artinya: ”Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Makkah) yang penduduknya zalim. Berilah kami pelindung dari sisi-Mu, dan berilah kami penolong dari sisi-Mu.”

Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat tersebut merupakan doa yang dipanjatkan oleh orang-orang lemah (al-mustad‘afīn), yaitu mereka yang tidak mampu berhijrah ke Madinah bersama Rasulullah. Di antara mereka adalah sahabat Ibnu Abbas dan ibunya.

Mereka yang tertinggal di Makkah mengalami berbagai bentuk siksaan dan gangguan dari kaum kafir Quraisy. Karena keterbatasan fisik, ekonomi, atau tekanan sosial, mereka tidak dapat bergabung dengan kaum Muslim yang telah hijrah. 

الْمُرَادُ بِالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ قَوْمٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ بَقُوا بِمَكَّةَ وَعَجَزُوا عَنِ الْهِجْرَةِ إِلَى الْمَدِينَةِ، وَكَانُوا يَلْقَوْنَ مِنْ كُفَّارِ مَكَّةَ أَذًى شَدِيدًا. قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: كُنْتُ أَنَا وَأُمِّي مِنَ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ النِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ

Artinya: ”Yang dimaksud dengan “orang-orang yang tertindas dari kalangan laki-laki, perempuan, dan anak-anak” adalah sekelompok kaum Muslim yang masih tinggal di Makkah dan tidak mampu berhijrah ke Madinah. Mereka mengalami gangguan dan siksaan berat dari orang-orang kafir Makkah karena keimanan mereka. Ibnu Abbas berkata: "Aku dan ibuku termasuk di antara orang-orang yang tertindas dari kalangan perempuan dan anak-anak." (Mafatihul Ghaib, [Beirut; Dar Ihya’ Turats, 2000] juz 10 hal.141)

Lalu Allah SWT mengabulkan doa mereka melalui peristiwa Fathu Makkah, yaitu saat Rasulullah SAW berhasil menaklukkan kota Makkah dari cengkeraman kaum Musyrik. Setelah itu, kaum Muslim yang sebelumnya tertindas akhirnya dapat hidup dengan tenang, aman, dan bebas menjalankan ajaran Islam. (Mafatihul Ghaib, [Beirut; Dar Ihya’ Turats, 2000] juz 10 hal.142)

Oleh karena itu, melihat peristiwa di balik doa yang diabadikan dalam ayat tersebut, sangat relevan bagi kita untuk ikut memanjatkannya di tengah kondisi dunia yang semakin tidak menentu. Ketegangan antara Israel dan Iran hanyalah salah satu contoh nyata bahwa keamanan global sedang terancam. Maka, sudah sepatutnya kita kembali bersandar kepada Allah SWT, memohon perlindungan dan keselamatan, agar Indonesia serta seluruh umat manusia dijauhkan dari fitnah perang dan diberi kedamaian dalam lindungan-Nya. Wallahu a’lam bish shawab.


$data['detail']->authorKontri->kontri

Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur


Editor:
Al-Quran Digital

Doa Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo