Tanpa kita sadari, kita semua punya kebiasaan kecil atau sepele yang sering kita lakukan. Hal-hal sepele yang kita lakukan—lagi-lagi tanpa kita sadari, bisa langsung membuat orang lain ilfeel.
Beberapa kebiasaan ini sangat halus, sampai-sampai kita sendiri tidak sadar sedang melakukannya, namun dampaknya terhadap bagaimana orang lain memandang kita bisa sangat besar. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali kebiasaan-kebiasaan ini dan mengatasinya secara langsung.
Berikut ini 8 kebiasaan kecil yang mungkin membuat orang langsung tidak suka dikutip dari Geediting.com
1. Sering Memotong Pembicaraan Orang Lain
Mungkin Anda pernah mengalaminya—sedang asyik menjelaskan sesuatu, tiba-tiba ada orang yang menyela di tengah kalimat. Menyebalkan sekali, bukan?
Memotong pembicaraan adalah salah satu kebiasaan kecil yang bisa langsung membuat orang tidak menyukai Anda. Ini memberi kesan bahwa Anda tidak menghargai apa yang mereka katakan atau tidak menghormati waktu mereka. Seakan-akan Anda mengatakan, “Yang saya katakan lebih penting dari ucapanmu.”
Masalahnya, kita semua kadang melakukannya, sering kali tanpa sadar. Mungkin karena terlalu bersemangat, atau merasa sudah tahu apa yang akan dikatakan lawan bicara. Tapi apapun alasannya, ini tetap mengganggu.
Jika Anda ingin disukai, cobalah jadi pendengar yang aktif. Biarkan orang menyelesaikan pikirannya sebelum Anda menanggapi. Tunjukkan bahwa Anda menghargai perspektif mereka. Perubahan kecil ini akan sangat dihargai orang lain.
2. Terlalu Sibuk dengan Ponsel
Ini hal yang saya pribadi juga pernah alami. Di zaman serba digital ini, mudah sekali terjebak dalam scroll tanpa henti di layar ponsel.
Mungkin pernah Anda sedang makan malam dengan teman, dan sadar bahwa separuh waktu Anda malah sibuk dengan ponsel—bukan karena ada hal mendesak, tapi karena sudah jadi kebiasaan. Situasi ini jelas membuat teman Anda merasa tidak dihargai.
Terlalu sering melihat ponsel saat sedang bersama orang lain bisa dianggap tidak sopan dan membuat lawan bicara merasa tidak penting.
Ada baiknya kita mulai berusaha menyimpan ponsel saat sedang berbicara dengan orang. Jika ini dilakukan niscaya hubungan Anda jadi lebih baik dan Anda pun lebih fokus menikmati momen.
Ingatlah bahwa, notifikasi media sosial bisa menunggu, namun orang yang ada di depan Anda layak mendapatkan perhatian penuh.
3. Selalu Negatif dan Suka Mengeluh
Tahukah Anda bahwa otak kita secara alami lebih fokus pada hal-hal negatif daripada positif? Ini dikenal sebagai negativity bias, mekanisme bertahan hidup yang membuat kita waspada terhadap bahaya.
Artinya, jika Anda terus mengeluh atau fokus pada hal-hal buruk, orang lain akan lebih mudah mengingat hal itu. Dan jujur saja, siapa yang betah berada di dekat orang yang selalu membawa awan mendung?
Sikap negatif bisa langsung menguras energi orang-orang di sekitar dan membuat mereka ingin menjauh. Cobalah untuk lebih fokus pada hal-hal positif dalam hidup dan bagikan sisi cerah itu pada orang lain. Bukan berarti berpura-pura semuanya sempurna, tapi lebih memilih sudut pandang yang membangun. Perubahan kecil ini bisa membuat perbedaan besar dalam pandangan orang terhadap Anda.
4.Tidak Menghormati Ruang Pribadi
Setiap orang punya batas kenyamanan berbeda soal ruang pribadi. Ada yang suka berpelukan, ada yang lebih nyaman hanya berjabat tangan. Yang penting adalah memahami dan menghargai batas itu.
Melanggar ruang pribadi bisa membuat orang merasa tidak nyaman, bahkan terintimidasi. Hal-hal seperti berdiri terlalu dekat, menyentuh tanpa perlu, atau mencondongkan badan terlalu dekat bisa langsung menciptakan kesan negatif.
Setiap orang punya tingkat kenyamanan yang berbeda. Perhatikan bahasa tubuh dan isyarat non-verbal. Saat ragu, lebih baik menjaga jarak aman.
5. Kurang Empati
Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Ini adalah jembatan yang menghubungkan kita sebagai manusia.
Saat seseorang membuka diri, berbagi pengalaman atau perasaan, mereka sedang memperlihatkan sisi terdalam mereka. Jika Anda meremehkan atau mengabaikan perasaan itu, Anda mengirimkan pesan bahwa perasaan mereka tidak penting.
Setiap orang punya tantangannya sendiri. Minimal yang bisa kita lakukan adalah mengakui perasaan mereka dan jadi pendengar yang baik. Sedikit empati bisa membuat seseorang merasa dihargai dan diperhatikan.
6. Sering Terlambat
Dalam pergaulan kita, mungkin ada orang yang sering terlambat. Lima menit di sini, sepuluh menit di sana. Kita mengira hal itu tidak masalah. Padahal kebiasaan itu menunjukkan saya tidak menghargai waktu orang lain.
Ternyata benar—sering terlambat memberi kesan bahwa waktu Anda lebih berharga daripada waktu orang lain.
Kita harus membiasakan berusaha datang tepat waktu, bahkan lebih awal kalau bisa. Tidak selalu mudah, tapi hasilnya sepadan. Ketepatan waktu menunjukkan bahwa Anda menghormati orang lain dan serius dengan hubungan Anda. Dan ini sangat memengaruhi bagaimana orang memandang Anda.
7. Tidak Menepati Janji
Kepercayaan adalah fondasi semua hubungan, baik pribadi maupun profesional. Dan cara tercepat merusak kepercayaan adalah dengan tidak menepati janji.
Apabila Anda bilang akan melakukan sesuatu, lakukanlah. Jangan sembarang berjanji, dan jangan anggap remeh komitmen. Jika Anda tidak menepati janji, Anda akan dianggap tidak bisa diandalkan.
Orang ingin merasa bisa mempercayai Anda. Jika Anda ingin disukai, buktikan bahwa Anda bisa diandalkan dan konsisten. Kebiasaan ini mungkin tampak kecil, tapi dampaknya besar.
8. Tidak Menjadi Diri Sendiri
Pada akhirnya, yang paling penting adalah menjadi diri sendiri. Orang bisa merasakan kepalsuan dari jauh. Dan tidak ada yang lebih cepat membuat orang tidak menyukai Anda selain sikap pura-pura.
Berusaha jadi orang lain atau berpura-pura menyukai sesuatu yang sebenarnya tidak Anda sukai hanya akan membuat orang menjauh.
Orang lebih tertarik pada keaslian. Mereka menghargai kejujuran. Jadi, jangan takut menunjukkan siapa diri Anda sebenarnya—dengan semua kelebihan dan kekurangannya. Orang akan lebih menghargai Anda karena itu.
Editor:


