Arina.id - Malam Nisfu Sya’ban merupakan momen spiritual yang penuh dengan keutamaan. Maka, pada malam ini umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa dan membaca dzikir-dzikir tertentu agar bisa meraih keutamaan Nisfu Sya’ban dan bulan Sya’ban itu sendiri. Salah satu dzikir yang dianjurkan untuk banyak dibaca pada malam ini adalah kalimat syahadat, yaitu kalimat yang menunjukkan kesaksian kita atas keesaan Allah swt dan Nabi Muhammad sebagai utusan-Nya.
Dasar anjuran ini adalah penjelasan Sayyid Muhammad bib Alawi al-Maliki dalam kitab Ma Dza fi Sya’ban berikut:
وَيَنْبَغِي لِلْمُسْلِمِ أَنْ يَغْتَنِمَ الْأَوْقَاتَ الْمُبَارَكَةَ وَالْأَزْمِنَةَ الْفَاضِلَةَ، وَخُصُوصاً شَهْرَ شَعْبَانَ وَلَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْهُ، بِالْإِسْتِكْثَارِ فِيهَا مِنَ الْإِشْتِغَالِ بِكَلِمَةِ الشَّهَادَةِ «لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ» عِلْماً وَمَعْرِفَةً، وَعَمَلاً وَعَقِيدَةً، وَمَنْهَجاً وَعِبَادَةً، وَذِكْراً وَتِكْرَاراً، فَهِيَ بَابُ الدُّخُولِ فِي الْإِسْلَامِ وَسُلَّمُ الْوِقَايَةِ لِلْإِيمَانِ، وَمِعْرَاجُ الْقُلُوبِ وَالْأَرْوَاحِ إِلَى رَبِّ الْأَكْوَانِ الرَّحِيمِ الرَّحْمَنِ، وَهِيَ أَوَّلُ شُعَبِ الْإِيمَانِ وَأَفْضَلُهَا، وَهِيَ مِنْ أَكْبَرِ الْحَسَنَاتِ الَّتِي يَتَجَدَّدُ بِهَا الْإِيمَانُ، وَتُكَفَّرُ بِهَا السَّيِّئَاتُ، حَتَّى تَأْخُذَ بِيَدِ صَاحِبِهَا فَتُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، وَهِيَ مَفَاتِيحُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ بَلْ مَفَاتِيحُ الْجَنَّةِ، وَهِيَ الَّتِي تَمْنَعُ الْعِبَادَ مِنْ سَخَطِ اللهِ تَعَالَى، وَتُؤَمِّنُهُمْ مِنْ عَذَابِهِ.
Artinya, “Sebagai seorang Muslim, kita hendaknya memanfaatkan dengan sebaik-baiknya waktu-waktu yang penuh berkah dan kesempatan-kesempatan istimewa, terutama di bulan Sya'ban dan malam Nishfu Sya'ban. Caranya adalah dengan memperbanyak pengucapan kalimat syahadat, yaitu "La ilaha illa Allah, Muhammadun rasulullah" (Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah). Kalimat ini diucapkan dengan sungguh-sungguh, disertai pemahaman yang mendalam, keyakinan yang kuat, pengamalan yang tulus, serta menjadikannya sebagai jalan hidup dan ibadah yang terus-menerus.
Dengan berzikir dan mengulang-ulang kalimat ini, kita membuka pintu masuk ke dalam agama Islam yang sebenarnya. Kalimat syahadat adalah kunci keselamatan dan perlindungan bagi keimanan kita. Ia adalah mi'raj (tangga) bagi hati dan ruh kita untuk naik menuju hadirat Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penguasa seluruh alam.
Kalimat ini adalah cabang iman yang pertama dan paling utama. Ia adalah salah satu amalan kebaikan terbesar yang dapat memperbarui iman kita, menghapus dosa-dosa kita, dan membawa kita menuju surga. Bahkan, kalimat syahadat dapat menjadi kunci pembuka pintu langit dan bumi, bahkan kunci surga itu sendiri. Ia adalah benteng yang melindungi kita dari murka Allah Ta'ala dan menjauhkan kita dari siksa-Nya.” (Sayyid Muhammad, 2003: h. 51)
Dari penjelasan ini dipahami bahwa anjuran Sayyid Muhammad kepada kita untuk memperbanyak membaca kalimat syahadat bertujuan untuk semakin memantapkan keimanan kita kepada Allah swt. Tentu, tegas Sayyid Muhammad, membacanya pun harus dilakukan dengan penuh khusyuk, keikhlasan secara total, dan memahami secara mendalam arti dari syahadat itu sendiri. Sehingga, kita bisa merasakan getaran spiritual yang luar biasa dan diharapkan mampu mengimplementasikan nilai syahadat dalam kehidupan sehari-hari.
4. Keutamaan Memperbanyak Syahadat
Saat menyampaikan anjuran perbanyak membaca syahadat pada malam Nisfu Sya’ban tersebut, Sayyid Muhammad mengutip sejumlah hadits Nabi yang menyinggung keutamaan kalimat mulia itu. Berikut adalah beberapa di antaranya.
1. Upgrade Iman
Salah satu keutamaan perbanyak baca syahadat pada malam Nisfu Sya’ban adalah upgrade atau meningkatkan kualitas iman kita. Jika iman kita terus diperbarui, maka semangat ibadah akan terus meningkat. Dalam satu riwayat disebutkan:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "جَدِّدُوا إِيمَانَكُمْ" قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ؛ كَيْفَ نُجَدِّدُ إِيمَانَنَا؟ قَالَ: أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ». رَوَاهُ أَحْمَدُ، وَالطَّبَرَانِيُّ.
Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Perbaharuilah iman kalian." Ditanyakan: Wahai Rasulullah, bagaimana cara kami memperbarui iman kami? Beliau menjawab: "Perbanyaklah ucapan: La ilaha illa Allah (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah)." (HR. Ahmad dan ath-Thabrani).
2. Ampunan Dosa
Malam Nisfu Sya’ban menjadi momen spiritual yang tepat untuk meminta ampunan kepada Allah swt. Hal itu di antaranya bisa dicapai dengan perbanyak membaca syahadat. Dalam satu riwayat disebutkan:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا عَلَى الْأَرْضِ أَحَدٌ يَقُولُ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ؛ إِلَّا كُفِّرَتْ عَنْهُ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ.
Artinya, “Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada seorang pun di bumi ini yang mengucapkan: 'La ilaha illa Allah, Allahu Akbar, wa la haula wa la quwwata illa Billah' (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah); kecuali akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan." (HR. Muslim dan Tirmidzi)
3. Dijauhkan dari rasa khawatir berlebih
Salah satu keutamaan perbanyak membaca syahadat pada malam Nisfu Sya’ban adalah agar kita dijauhkan dari rasa khawatir berlebih. Orang yang memiliki rasa cemas berlebihan biasanya mudah stres dan hidupnya tidak bahagia. Dalam satu riwayat disebutkan:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَيْسَ عَلَى أَهْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْشَةٌ فِي قُبُورِهِمْ وَلَا مَنْشَرِهِمْ، وَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى أَهْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَهُمْ يَنْفُضُونَ التُّرَابَ عَنْ رُؤُوسِهِمْ وَيَقُولُونَ: ﴿الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ﴾ [فاطر: 34].
Artinya, "Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada rasa takut bagi ahli La ilaha illa Allah di kubur mereka dan tidak pula di tempat mereka dibangkitkan. Dan seolah-olah aku melihat ahli La ilaha illa Allah, mereka menepiskan debu dari kepala mereka dan berkata: 'Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami' (QS. Fathir: 34)."
4. Pahala masuk surga
Keutamaan perbanyak baca syahadat pada malam Nisfu Sya’ban yang luar biasa adalah bisa membuat kita mudah masuk surga. Kelak, syahadat yang kita baca akan menjadi syafaat yang menuntun kita masuk ke pintu surga. Rasulullah pernah bersabda:
رَأَيْتُ رَجُلاً مِنْ أُمَّتِي انْتَهَى إِلَى الْجَنَّةِ فَغُلِّقَتِ الْأَبْوَابُ دُونَهُ، فَجَاءَتْ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَأَخَذَتْ بِيَدِهِ فَأَدْخَلَتْهُ الْجَنَّةَ» الْحَدِيثُ كَمَا فِي الْجَامِعِ الصَّغِيرِ، مَعْزُوّاً إِلَى الْحَكِيمِ التِّرْمِذِيِّ، وَالطَّبَرَانِيِّ.
Artinya, “Aku (Nabi Muhammad) melihat seorang laki-laki dari umatku sampai di surga, namun pintu-pintunya ditutup baginya, maka datanglah syahadat 'La ilaha illa Allah' (Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), lalu ia menarik tangannya dan memasukkannya ke dalam surga." Hadis ini sebagaimana dalam Al-Jami' Ash-Shaghir, dinisbatkan kepada Al-Hakim At-Tirmidzi dan Ath-Thabrani."
Demikianlah anjuran dan keutamaan perbanyak membaca kalimat syahadat pada malam Nisfu Sya’ban. Semoga kita semua bisa melalui malam pernuh berkah ini dengan maksimal melalui ibadah-ibadah yang sudah dianjurkan di dalamnya. Dengan Sya’ban yang penuh pahala dan berkah, insya Allah kita siap menyambut Ramadhan dengan semangat ibadah yang luar biasa.
Muhamad Abror
Penulis rubrik Keislaman dan Sejarah Islam Klasik
Editor:


