Arina.id - Dalam dua kitab hadis sahih, yaitu Sahih Bukhari dan Sahih Muslim terdapat sebuah kisah inspiratif tentang tiga pemuda yang terjebak di dalam goa. Berikut Sebagian kutipan sebagian dari hadits yang cukup panjang:
عَنْ عَبْدِ ٱللّٰهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ ٱللّٰهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ ٱللّٰهِ صَلَّى ٱللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ بَيْنَمَا ثَلَاثَةُ نَفَرٍ يَتَمَشَّوْنَ أَخَذَهُمُ ٱلْمَطَرُ فَأَوَوْا إِلَىٰ غَارٍ فِي جَبَلٍ، فَانْحَطَّتْ عَلَىٰ فَمِ غَارِهِمْ صَخْرَةٌ مِنَ ٱلْجَبَلِ فَانْطَبَقَتْ عَلَيْهِمْ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ: ٱنْظُرُوا أَعْمَالًا عَمِلْتُمُوهَا صَالِحَةً لِلّٰهِ فَٱدْعُوا ٱللّٰهَ تَعَالَىٰ بِهَا لَعَلَّ ٱللّٰهَ يُفَرِّجُهَا عَنْكُمْ.
Artinya: ”Diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar RA, suatu ketika Rasulullah SAW, bersabda:“Suatu ketika ada tiga orang berjalan bersama, lalu turun hujan dan mereka pun berlindung di sebuah goa di gunung. Tiba-tiba sebuah batu besar dari gunung itu jatuh dan menutup pintu goa, sehingga mereka terjebak di dalamnya. Lalu, salah satu dari mereka berkata kepada yang lainnya, "renungkanlah amal-amal baik yang pernah kalian lakukan ikhlas karena Allah, lalu berdoalah kepada-Nya dengan bertawasul melalui amal itu. Mudah-mudahan Allah akan melepaskan kita dari musibah ini.” (Fathul Mun’im Syarh Sahih Muslim, [Dar As-Syuruq, 2002] juz 10 hal.291 hadis no. 6038)
Atas saran salah satu dari mereka, akhirnya mereka pun mulai berdoa dengan menyebut amal baik yang pernah dilakukan. Orang pertama berdoa dengan mengingat kebaikannya yang selalu berbakti kepada orang tuanya. Orang kedua bertawasul dengan amal baiknya saat dia berhasil menahan diri dari berzina dengan sepupunya. Sedangkan orang ketiga berdoa dengan amal baiknya karena pernah mengembalikan hak pekerjanya dengan jujur.
Setiap kali mereka selesai berdoa, batu yang menutup pintu goa itu perlahan bergerak dan terbuka sedikit demi sedikit, sampai akhirnya mereka bisa keluar dengan selamat.
Dari kisah ini, kita bisa meneladani cara mereka berdoa agar cepat dikabulkan, yaitu dengan bertawasul menggunakan amal kebaikan yang pernah kita lakukan. Apa pun kebaikan itu, meskipun terlihat remeh, yang terpenting adalah amal tersebut dilakukan dengan ikhlas dan semata-mata mengharap ridha Allah.
Terkait teknis berdoa, kita bebas menggunakan bahasa apa saja. Bagi yang bisa, boleh menggunakan bahasa Arab, atau cukup dengan bahasa yang kita pahami. Misalnya, kita bisa menggunakan doa berbahasa Arab seperti yang terdapat dalam hadis kisah ini:
اَللّٰهُمَّ إِنِّي قَدْ فَعَلْتُ عَمَلًا صَالِحًا وَهُوَ … فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنِّي فَعَلْتُهُ ٱبْتِغَاءَ وَجْهِكَ فَاقْضِ حَاجَتِي
Allāhumma innī qad fa‘altu ‘amalan ṣāliḥan wa huwa … fa in kunta ta‘lamu annī fa‘altuhu ibtighā’a wajhika faqḍi ḥājati.
Artinya: “Ya Allah, aku pernah melakukan amal baik berupa (sebutkan amal baiknya)… Jika Engkau tahu bahwa aku melakukannya semata-mata mengharap ridha-Mu, maka kabulkanlah hajatku.”
Jika doa kita tak kunjung juga dikabulkan, kita tetap tidak boleh berputus asa. Bisa jadi Allah memiliki skenario terbaik sesuai dengan apa yang benar-benar baik bagi kita. Sebagaimana nasihat Syaikh Ibn Athaillah dalam kitabnya Al-Hikam berikut ini:
لا يكُنْ تَأخُّرُ أَمَد العَطاء مَعَ الإلْحاح في الدّعَاءِ موجبَاً ليأسِك فهو ضَمِنَ لَكَ الإجابَةَ فيما يختارُهُ لكَ لا فيما تختاره لنَفْسكَ وفي الوقْتِ الذي يريدُ لا في الوقْت الذي تُريدُ
Artinya: “Janganlah kamu putus asa ketika pemberian (dari Allah) terasa lambat datangnya, padahal kamu sudah terus-menerus berdoa. Sebab, Allah telah menjamin akan mengabulkan doamu, tapi sesuai dengan yang Dia pilihkan untukmu, bukan yang kamu pilih sendiri. Dan di waktu yang Dia kehendaki, bukan di waktu yang kamu inginkan.”
Islam mengajarkan umatnya untuk selalu mencurahkan segala keinginan hanya kepada Allah SWT. Kita dianjurkan memohon apa pun kepada-Nya, karena Dia adalah Tuhan Yang Maha Kaya. Bahkan, Allah murka kepada hamba-Nya yang enggan berdoa dan tidak meminta kepada-Nya.
Jangan terburu-buru berputus asa saat doa kita belum dikabulkan. Bisa jadi ada cara lain yang diajarkan dalam Islam agar doa kita lebih cepat diijabah seperti dengan bertawasul melalui amal kebaikan yang pernah kita lakukan, seperti yang dilakukan tiga pemuda dalam kisah mereka terjebak di dalam goa. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab.
Ahmad Yaafi Kholilurrohman
Penikmat Insight Keislaman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Jawa Timur
Editor:


