Khutbah Jumat Singkat: 7 Keteladanan Rasulullah dalam Memimpin dan Berdakwah

Khutbah Jumat Singkat: 7 Keteladanan Rasulullah dalam Memimpin dan Berdakwah

Khutbah I 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۗ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari keburukan diri kita dan kejelekan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah SAW, keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Jangankan kita manusia biasa, Allah dan para malaikatNya pun bershalawat kepada beliau sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 56:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا 

Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berselawat untuk Nabi.620) Wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib ingin mengingatkan kembali kepada kita semua tentang sosok Rasulullah SAW, yang merupakan teladan terbaik bagi seluruh umat manusia. Beliau adalah pemimpin sejati yang keberhasilannya dalam memimpin terukir indah dalam sejarah. Beliau juga adalah pendakwah paling sukses di muka bumi yang dengan dakwahnya, Islam bisa menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Di antara kunci keberhasilan Rasulullah dan memimpin dan berdakwah sudah terekam dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 159:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ 

Artinya: “Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”

Dalam ayat ini disebutkan 7 karakter mulia Rasulullah dalam memimpin dan berdakwah yang patut kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Pertama adalah bersikap lemah lembut. Sikap lemah-lembut Rasulullah terlihat dalam setiap interaksinya. Beliau tidak pernah meninggikan suara atau bersikap kasar, baik kepada sahabat, keluarga, maupun musuhnya sekalipun.

Hal ini, harus dicontoh oleh para pemimpin dan juga para pendakwah agar dalam ucapan, pidato, ceramah, atau orasinya tidak mengeluarkan nada tinggi dan mengeluarkan kata-kata yang kasar dan menyakiti orang lain. Rasulullah telah memberi contoh untuk senantiasa berlaku lemah lembut agar yang dipimpin atau orang yang didakwahi tidak kabur lari.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Kedua, Rasulullah memiliki sikap yang tidak kasar, baik dalam ucapan maupun perbuatannya. Beliau senantiasa menjaga agar kata-katanya tidak menyakiti hati orang lain, bahkan dalam keadaan sulit sekalipun. Beliau selalu menjadikan orang yang ada di sekitarnya merasa nyaman dan dihargai. Beliau adalah sosok yang senantiasa membahagiakan orang lain. Hal ini sesuai dengan prinsip hidup beliau yang tertuang dalam sebuah hadits:

يَسِّرَا وَلَا تُعَسِّرَا وَبَشِّرَا وَلَا تُنَفِّرَا وَتَطَاوَعَا وَلَا تَخْتَلِفَا

Artinya: “Mudahkanlah, janganlah mempersulit, gembirakanlah dan jangan membikin manusia lari (dari kebenaran) dan saling membantulah (dalam melaksanakan tugas) dan jangan berselisih.” (H.R. Al-Bukhari)

Ketiga, beliau adalah sosok yang mudah memaafkan. Hal ini terukir dalam sejarah peristiwa Fathu Makkah di mana beliau memaafkan orang-orang Quraisy yang sebelumnya menyakiti dan mengusirnya. Inilah teladan agung dalam memaafkan yang perlu kita tiru.

Keempat, Rasulullah juga selalu memohonkan ampun untuk umatnya. Sikap ini menunjukkan kasih sayang yang mendalam kepada umatnya. Sampai-sampai di penghujung hidupnya, Rasulullah menyebut-nyebut umatnya karena kecintaannya.

Keempat, Rasulullah adalah sosok yang senantiasa mendengarkan aspirasi dari umatnya. Dalam Perang Khandaq, misalnya, beliau menerima usulan Salman Al-Farisi untuk menggali parit sebagai strategi pertahanan. Hal ini menunjukkan sifat beliau yang terbuka terhadap pendapat orang lain.

Keenam, beliau adalah sosok yang memiliki komitmen kuat dalam melaksanakan amanah. Rasulullah adalah sosok yang sangat bertanggung jawab terhadap tugas yang diembankan kepadanya. Segala bentuk amanah dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.

Ketujuh, Rasulullah adalah sosok yang selalu bertawakal kepada Allah. Meskipun berikhtiar dengan sungguh-sungguh, Rasulullah selalu bertawakal kepada Allah. Beliau meyakini bahwa segala hasil adalah kehendak Allah, dan tugas manusia adalah berusaha dengan sebaik-baiknya.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Demikianlah potret karakter Rasulullah saat menjadi pemimpin dan pendakwah. Mari kita jadikan Rasulullah sebagai teladan utama dalam kehidupan kita, baik sebagai pemimpin dan pendakwah, orang tua, maupun anggota masyarakat. Semoga dengan meneladani beliau, kita dapat menjalani kehidupan yang diridhai Allah. SWT. Amin. 

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

 اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْمَحْشَرِ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَيُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَحْيِنَا بِحَيَاةِ الْعُلَمَاءِ وَأَمِتْنَا بِمَوْتِ الشُّهَدَاءِ وَاحْشُرْنَا بِزُمْرَةِ الْأَوْلِيَاءِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَنْبِيَاءِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر

H. Muhammad Faizin, Sekretaris MUI Provinsi Lampung


Editor:
Al-Quran Digital

Khutbah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo