Khutbah Jumat Tahun Baru 2026: Masa Berganti, Mari Perbaiki Diri

Khutbah Jumat Tahun Baru 2026: Masa Berganti, Mari Perbaiki Diri

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى : اِنَّ فِى اخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللّٰهُ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَّقُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allahlah yang memanjangkan usia kita, mempertemukan kita dengan pergantian waktu, serta memberi kesempatan kita untuk kembali memperbaiki diri. 

Betapa banyak manusia yang tahun lalu masih bersama kita, namun kini telah kembali menghadap-Nya. Maka nikmat umur, iman, dan kesempatan untuk beramal saleh ini patut kita syukuri dengan sebenar-benarnya syukur, bukan hanya dengan lisan, tetapi dengan ketaatan dan amal kebajikan.

Allah SWT berfirman:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ۝٧

Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS Ibrahim: 7).

Selain Syukur, dari mimbar yang mulia ini, khatib mengajak diri pribadi dan jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Kualitas takwa harus kita tingkatkan, dan momentum awal tahun menjadi waktu penting untuk muhasabah dan berkomitmen meningkatkan ketakwaan.

Pergantian tahun bukan sekadar perubahan angka, melainkan pengingat bahwa umur kita terus berkurang dan waktu semakin mendekatkan kita kepada hari perhitungan. Karena itu, marilah kita jadikan awal tahun ini sebagai titik tolak perbaikan diri, memperkuat iman dan takwa, memperbaiki akhlak, dan memperbanyak amal saleh, agar hidup kita semakin bermakna dan diridhai Allah SWT.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Pergantian tahun adalah sunnatullah yang tak bisa dihindari. Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan berganti, hingga tanpa terasa usia kita semakin berkurang. Allah SWT banyak mengingatkan manusia tentang pentingnya waktu di dalam Al-Qur'an. Di antaranya termaktub dalam firman-Nya:

وَالْعَصْرِۙ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ

Artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.” (QS. Al-‘Ashr: 1–2)

Ayat ini mengingatkan bahwa kita akan merugi jika waktu yang terus berjalan tidak diisi dengan iman, amal saleh, dan kebaikan. Karena itu, pergantian tahun seharusnya menjadi momentum muhasabah, bukan sekadar pergantian angka dalam kalender.

Tahun yang berganti mengingatkan kita bahwa umur semakin berkurang, sementara bekal menuju akhirat belum tentu bertambah. Rasulullah SAW telah mengingatkan kita dengan sabdanya bahwa ada empat yang pasti akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak:

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ جَسَدِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيْهِ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ 

Artinya: “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak dari tempat hisabnya pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai empat hal: pertama umurnya, untuk apakah ia habiskan, kedua jasadnya, untuk apakah ia gunakan, ketiga ilmunya, apakah telah ia amalkan, keempat hartanya, dari mana ia peroleh dan dalam hal apa ia belanjakan” (HR Ibnu Hibban dan at-Tirmidzi).

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Awal tahun adalah saat yang tepat untuk meluruskan kembali tujuan hidup, agar setiap aktivitas kita bisa bernilai ibadah. Bukan hanya ibadah berdimensi vertikal kepada Allah (hablun minallah), namun juga ibadah berdimensi horizontal yang bersifat sosial kepada sesama manusia (hablun minannas). 

Pergantian tahun adalah momentum untuk menumbuhkan akhlak mulia, saling memaafkan, memperkuat ukhuwah, dan meningkatkan kepedulian sosial. Memperbaiki diri juga berarti meninggalkan dosa dan maksiat serta memperbanyak tobat. Allah SWT berfirman:

وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Artinya: “Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

Rasulullah SAW pun bersabda:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ 

Artinya: “Setiap anak Adam (manusia) adalah pelaku kesalahan, dan sebaik-baik pelaku kesalahan adalah mereka yang bertobat.” (HR. Tirmidzi)

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Tahun berganti, mari perbaiki diri. Semoga setiap langkah di tahun yang baru bernilai ibadah, mendekatkan kita kepada Allah, dan menjadi bekal saat kembali kepada-Nya. Amin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. وَصَلَّى الله عَلَى سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتْ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَ نَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

H. Muhammad Faizin, Sekretaris MUI Provinsi Lampung


Editor:
Al-Quran Digital

Khutbah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo