Di bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa memuji dan mendoakan Nabi SAW melalui bacaan shalawat. Tidak ada batasan waktu atau tempat untuk membaca shalawat. Bahkan di tengah kesibukan, sebisa mungkin kita sempatkan untuk bershalawat. Anjuran ini telah ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Q.S. Al-Ahzab: 56)
Imam Fakhruddin Ar-Razi (wafat 606 H) dalam kitab Tafsir Kabir menjelaskan bahwasanya ayat tersebut mengandung perintah untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk salam penuh penghormatan:
فَاللَّهُ تَعَالَى أَمَرَ الْكُلَّ بِأَنَّهُمْ إِذَا حَيَّاهُمْ أَحَدٌ بِتَحِيَّةٍ أَنْ يُقَابِلُوْا تِلْكَ التَّحِيَّةَ بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ بِأَنْ يَرُدُّوْهَا، ثُمَّ أَمَرَنَا بِتَحِيَّةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ قَالَ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
Artinya: “Maka Allah Ta’ala memerintahkan kepada semua bahwa apabila ada seseorang mengucapkan salam kepadanya, mereka harus membalas salam tersebut dengan yang lebih baik atau setidaknya membalasnya. Kemudian Allah memerintahkan kita untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, lantas berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” (Abu Abdillah Muhammad bin Umar Ar-Razi, Mafatih Al-Ghaib [Beirut: Dar Ihya At-Turats Al-Arabi], vol. 3, h. 500)
Berdasarkan surat Al-Ahzab Ayat 56 tersebut kemudian para ulama menuturkan bahwasanya disunnahkan bershalawat kepada Nabi SAW. Lantaran terdapat banyak riwayat hadits yang menyebutkan perihal keutamaan bershalawat, diantaranya ialah dapat mengabulkan hajat, meringankan kesulitan, dan menolak segala marabahaya serta musibah:
يُسْتَحَبُّ الْبَدْءُ بِالْصَّلَاةِ عَلَى الْنَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ فِيْ كُلِّ مَا يُهِمُّ الْمُسْلِمُ مِنْ أُمُوْرٍ، وَذَلِكَ لِمَا تَوَاتَرَ مِنْ فَضْلِهَا فِيْ قَضَاءِ الْحَاجَاتِ، وَتَفْرِيْجِ الْكَرَبَاتِ، وَدَفْعِ الْمَلَمَاتِ
Artinya: “Disunnahkan untuk memulai dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam setiap perkara yang dianggap penting bagi seorang Muslim. Hal ini berdasarkan banyaknya riwayat yang menyebutkan tentang keutamaan shalawat yakni dapat mengabulkan hajat, meringankan kesulitan, dan menghilangkan musibah.” (Ali Ash-Sha’idi Al-‘Adawi Al-Maliki Al-Mishri, Hasyiyah Al-‘Adawi Ala Syarh Kifayah Ath-Thalib [Beirut: Dar Al-Fikr], vol. 1, h. 10)
Selain itu, berbagai riwayat hadits secara jelas menyebutkan sejumlah keutamaan membaca shalawat. Di bawah ini akan diuraikan tentang 10 keutamaan bershalawat yang dirangkum dari hadits Nabi dengan merujuk pelbagai literatur hadits:
1. Setiap Kali Bershalawat Diganjar Sepuluh shalawat
Dalam hadits shahih diungkapkan bahwa setiap kali seorang hamba mengucapkan shalawat satu kali kepada Nabi Muhammad SAW, maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh shalawat. Hal ini menunjukkan betapa agungnya keutamaan membaca shalawat dan betapa besarnya kasih sayang Allah kepada Nabi-Nya serta umatnya.
Imam Muslim (wafat 261 H) dalam kitab sahihnya meriwayatkan:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى الله عَلَيْهِ عَشْرً
Artinya: “Barang siapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah memberi shalawat untuknya sepuluh kali.” [H.R. Muslim] (Muslim bin Al-Hajjaj Abu Al-Hasan An-Naisaburi, Sahih Muslim [Beirut: Dar Ihya At-Turats Al-Arabi], vol. 1, h. 306)
2. Dimasukkan ke Dalam Surga
Salah satu keutamaan bagi orang yang bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah janji Allah untuk memasukkannya ke dalam surga. Surga merupakan tempat yang penuh kenikmatan dan kebahagiaan abadi. Dengan bershalawat, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Rasulullah, melainkan juga mendekatkan diri kepada Allah dan meraih kebahagiaan di dunia serta akhirat.
Dari sahabat Anas bin Malik, Abu Syaikh meriwayatkan:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ أَلْفَ مَرَّةٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يُبَشَّرُ لَهُ بِالْجَنَّةِ
Artinya: “Barang siapa bershalawat kepadaku 1.000 kali maka takkan meninggal dunia sehingga diberikan kabar gembira masuk surga.” [H.R. Anas bin Malik] (Alauddin Ali bin Hisamuddin Al- Hindi, Kanz Al-Ummal Fi Sunan Al-Aqwal wa Al-Af’al [Beirut: Muassasah Ar-Risalah], vol. 1, h. 505)
3. Mendapatkan Kedudukan Paling Tinggi di Surga
Sungguh beruntung orang-orang yang senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Mereka tidak hanya akan mendapatkan pahala yang berlimpah, tetapi juga akan mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi di surga kelak.
Imam Ahmad bin Hanbal (wafat 241 H) meriwayatkan:
صَلُّوْا عَلَيَّ فَإِنَّهَا زَكَاةٌ لَكُمْ، وَاسْأَلُوْا اللهَ لِيْ الْوَسِيْلَةَ، فَإِنَّهَا دَرَجَةٌ فِيْ أَعَلَى الْجَنَّةِ، لَا يَنَالُهَا إِلَّا رَجُلٌ، وَأَرْجُوْ أَنْ أَكُوْنَ أَنَا هُوَ
Artinya: “Bershalawatlah kalian kepadaku, karena shalawatmu itu menjadi pembersih dosa bagimu dan mohonlah kepada Allah wasilah untukku, karena itu adalah derajat di surga yang paling tinggi yang tidak akan bisa didapat kecuali oleh satu orang saja, dan aku berharap bahwa orang itu adalah aku.” [H.R. Ahmad] (Ahmad bin Muhammad bin Hanbal Asy-Syaibani, Musnad Al-Imam Ahmad bin Hanbal [Beirut: Muassasah Ar-Risalah], vol. 14, h. 379)
4. Terbebas Dari Api Neraka dan Sifat Munafik
Termasuk keutamaan bershalawat kepada Nabi SAW ialah dijauhkan dari api neraka. Melalui perantara bershalawat, Allah membukakan pintu rahmat dan keselamatan menjadikannya sebagai perisai dari siksa dan api neraka yang pedih. Selain itu, Allah juga akan membebaskan dirinya dari sifat munafik yang tercela.
Keterangan ini sejalan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Thabrani (wafat 360 H):
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا، وَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ عَشْرًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ مِائَةً، وَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ مِائَةً كَتَبَ اللَّهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ بَرَاءَةً مِنَ النِّفَاقِ، وَبَرَاءَةً مِنَ النَّارِ، وأَسْكَنَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ الشُّهَدَاءِ
Artinya: “Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, maka karenanya Allah bershalawat sepuluh kali baginya. Barang siapa bershalawat kepadaku sepuluh kali, maka karenanya Allah bershalawat seratus kali baginya. Dan barang siapa yang bershalawat kepadaku seratus kali, maka Allah akan mencatatkan baginya kebebasan dari kemunafikan di antara kedua matanya, dan terbebas dari api neraka, serta Allah akan menempatkannya pada hari kiamat bersama para syuhada.” [H.R. At-Thabrani] (Sulaiman bin Ahmad bin Ayyub At-Thabrani, Al-Mu’jam Al-Ausath [Kairo: Dar Al-Haramain], vol. 7, h. 188)
5. Memperoleh Kedudukan Tertinggi di Sisi Rasulullah pada Hari Kiamat
Imam Al-Baihaqi (wafat 458) dalam kitabnya menuturkan bahwasanya orang-orang yang senantiasa bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW akan mendapatkan kedudukan yang sangat istimewa di sisi beliau pada hari kiamat kelak:
إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً
Artinya: “Sesungguhnya orang yang lebih utama bersamaku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadaku.” [H.R. Al-Baihaqi] (Ahmad bin Al-Husain bin Ali bin Musa Al-Baihaqi, Syu’ab Al-Iman [Riyadh: Maktabah Ar-Rusyd], vol. 3, h. 129)
6. Sebagai Pelebur Atas Dosa-Dosa
Tatkala seseorang bershalawat kepada Nabi, setiap kali shalawat itu diucapkan seolah-olah mereka sedang membersihkan diri dari beban dosa. shalawat menjadi jembatan pengampunan, memohon kepada Allah untuk menghapus segala kesalahan dan kealpaan. Sehingga, bacaan shalawat bukan hanya sebagai ungkapan rasa cinta kepada Nabi saja, namun juga sarana untuk meraih pengampunan dan mendapatkan kasih sayang dari Allah.
Rasulullah bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِيْ كُلِّ جُمْعَةٍ ثَمَانِيْنَ مَرَّةً غَفَرَ اللهُ تَعَالَى لَهُ ذُنُوْبَ ثَمَانِيْنَ سَنَّةً
Artinya: “Barang siapa yang bershalawat atas ku di hari Jumat sebanyak delapan puluh kali, maka ampunan Allah atasnya (orang yang bershalawat) dosa-dosanya selama delapan puluh tahun.” [H.R. Anas bin Malik] (Nawawi bin Umar Al-Jawi, Tanqih Al-Qaul Al-Hasis Bi Syarh Lubab Al-Hadits [Beirut: Dar Al-Kutub Ilmiyah), h. 30)
7. Doa yang Dipanjatkannya Dikabulkan (Mustajab)
Keistimewaan bershalawat kepada Nabi selanjutnya, yaitu setiap doa-doanya yang dipanjatkannya akan dikabulkan. Setiap shalawat yang diucapkannya membawa keikhlasan dan harapan, karena itu menjadi penambah kekuatan, membuka pintu-pintu langit untuk menyampaikan permohonan. Dengan penuh keyakinan, orang yang bershalawat percaya sepenuhnya bahwa Allah mendengar setiap suara hati, dan melalui shalawat, doa-doa mereka akan semakin dekat untuk diterima.
Sabda Nabi:
مَا مِنْ دُعَاءٍ إِلَّا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْسَّمَاءِ حِجَابٌ حَتَّى يُصَلِّيَ عَلَيَّ ، فَإِذَا صَلَّى عَلَيَّ انْخَرَقَ ذٰلِكَ الْحِجَابُ وَرُفِعَ الْدُّعَاءُ
Artinya: “Tidaklah sebuah doa dipanjatkan terkecuali di antara doa tersebut dan langit ada hijab hingga dibacakan shalawat untukku. Ketika dibacakan shalawat untukku maka terbukalah hijab tersebut dan diangkatlah doa.” [H.R. Hasan bin Arafah] (Nawawi bin Umar Al-Jawi, Tanqih Al-Qaul Al-Hasis Bi Syarh Lubab Al-Hadits [Beirut: Dar Al-Kutub Ilmiyah), h. 30)
8. Dipenuhi Setiap Keinginan dan Hajatnya
Di antara keutamaan yang luar biasa dari amalan bershalawat, selain akan menjadi orang yang paling dekat dengan Rasulullah SAW di hari kiamat, juga akan dikabulkan segala keinginan serta hajatnya, baik bersifat duniawi maupun ukhrawi. Akan lebih utama jika shalawat ini dibaca hari dan malam Jumat.
Hal ini sebagaimana termaktub dalam salah satu redaksi hadits:
إِنَّ أَقْرَبَكُمْ مِنِّي يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي كُلِّ مَوْطِنٍ أَكْثَرُكُمْ عَلَيَّ صَلَاةً فِي الدُّنْيَا مَنْ صَلَّى عَلَيَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةِ الْجُمُعَةِ، قَضَى اللهُ لَهُ مِائَةَ حَاجَةٍ، سَبْعِيْنَ مِنْ حَوَائِجِ الْآخِرَةِ، وَثَلَاثِيْنَ مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا، ثُمَّ يُوَكِّلُ اللهُ بِذَلِكَ مَلَكًا يُدْخِلُهُ فِي قَبْرِهِ كَمَا يُدْخِلُ عَلَيْكُمُ الْهَدَايَا، يُخْبِرُنِيْ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ بِاسْمِهِ وَنَسَبِهِ إِلَى عَشِيْرَتِهِ فَأُثْبِتُهُ عِنْدِي فِي صَحِيْفَةٍ بَيْضَاءَ
Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling dekat denganku di hari kiamat di setiap tempat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku di dunia. Barang siapa bershalawat kepadaku di hari jumat dan malam jumat maka Allah akan memenuhi 100 hajatnya. 70 hajat akhirat dan 30 hajat dunia, kemudian Allah menyerahkannya kepada malaikat untuk mengantarkan dalam kuburnya layaknya mengantarkan hadiah. Malaikat memberitahuku nama, nasab bahkan keluarganya dari siapa saja yang bershalawat kepadaku kemudian aku tetapkan catatan di atas kertas putih yang ada padaku.” [H.R. Baihaqi] (Ahmad bin Al-Husain bin Ali bin Musa Al-Baihaqi, Syu’ub Al-Iman [Riyadh: Maktabah Ar-Rusyd], vol. 4, h. 435)
9. Ditinggikan Derajatnya dan Dihapus Setiap Keburukannya
Seseorang yang menyenandungkan shalawat kepada Nabi SAW akan diangkat derajatnya. Lebih daripada itu, setiap kali ia melafalkan shalawat maka setiap keburukan yang pernah dilakukannya akan dihapus. Dengan demikian, shalawat bukan hanya sekadar bernilai pahala, melainkan juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbaiki diri.
Hal ini seperti yang tertera dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasai (wafat 303 H):
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً، صَلَّى الله عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشْرُ خَطِيْئَاتٍ، وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرُ دَرَجَاتٍ
Artinya: “Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah menuliskan baginya sepuluh kebaikan, menghapuskan dari dirinya sepuluh keburukan, meninggikannya sebanyak sepuluh derajat, dan mengembalikan kepadanya sepuluh derajat pula.” [H.R. An-Nasai] (Abu Abdurrahman Ahmad bin Syu’aib An-Nasai, As-Sunan An-Nasai [Beirut: Muassasah Ar-Risalah], vol. 2, h. 77)
10. Meraih Pertolongan Paling Agung (Syafaat Al-‘Udzma) dari Nabi Muhammad
Orang yang bershalawat kepada Nabi SAW akan meraih syafaatnya di hari akhir. Saat hari akhir tiba pada masanya nanti, di tengah-tengah ketakutan dan kecemasan, shalawat yang mereka panjatkan menjadi sebuah harapan. Syafaat Nabi yang penuh kasih akan menyelamatkan mereka dari berbagai kesulitan, memberi mereka ketenangan dan jaminan.
Rasulullah bersabda:
إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ، فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ ثُمَّ صَلُّوْا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللهَ لِيَ الْوَسِيْلَةَ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ، لَا تَنْبَغِيْ إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ، وَأَرْجُوْ أَنْ أَكُوْنَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ لِيْ الْوَسِيْلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ
Artinya: “Jika kalian mendengar muazin, maka jawablah seperti apa yang ia katakan, kemudian bershalawatlah untukku, karena barangsiapa yang bershalawat untukku, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mohonlah kepada Allah wasilah untukku, karena itu adalah satu kedudukan di surga yang tidak pantas diperoleh kecuali untuk seorang hamba Allah, dan aku berharap, (bahwa) akulah hamba Allah itu. Barangsiapa yang memohonkan kepada Allah wasilah untukku, maka akan mendapatkan syafaatku.” [H.R. Muslim] (Muslim bin Al-Hajjaj Abu Al-Hasan An-Naisaburi, Sahih Muslim [Beirut: Dar Ihya At-Turats Al-Arabi], vol. 1, h. 288)
Demikian uraian mengenai 10 keutamaan Bershalawat, yang dirangkum dari pelbagai literatur hadits. Dengan memahami berbagai keutamaan yang terkandung dalam amalan bershalawat, diharapkan kita semakin termotivasi untuk senantiasa membacanya. Bukan hanya untuk mendapatkan pahala saja, tetapi juga untuk meraih Syafaat Al-‘Udzma Nabi Muhammad SAW kelak. Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang mendapatkan syafaat beliau. Amin. Wallahu a’lam bis shawab.
A. Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Redaktur Keislaman Arina.id. Alumnus Program Marhalah Tsaniyah Ma'had Aly Lirboyo Kediri, Jawa Timur.
Editor:


