Adab Masuk Masjid saat Hendak I’tikaf, Jangan Abaikah!

Adab Masuk Masjid saat Hendak I’tikaf, Jangan Abaikah!

Arina.id - I’tikaf adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan terutama pada 10 malam penghujung bulan Ramadan. Ibadah ini dilakukan dengan cara berdiam diri (tinggal) di dalam masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai bentuk ibadah seperti sholat, dzikir, doa, dan membaca Al-Qur’an.

Semua umat Islam disarankan dan diperbolehkan untuk melaksanakan ibadah I’tikaf ini, kecuali bagi mereka yang memiliki hadats besar maka harus bersuci terlebih dahulu (mandi besar), juga tidak diperbolehkan bagi perempuan yang sedang haidl atau nifas.

Sebuah riwayat dari sayidah Aisyah RA menyebutkan bahwa Nabi SAW sangat rajin melakukan i’tikaf pada penghujung Ramadan dengan tujuan utamanya untuk menggapai malam Lailatul Qadar. Sayidah Aisyah RA. bercerita:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشَرَ اْلأَوَاخِـرَ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَةً وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

Artinya: “Jika masuk sepuluh hari terakhir, Nabi SAW mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malam dan membangunkan istri-istrinya.”

Arti mengencangkan ikat pinggangnya adalah menjauhi istri-istrinya (dari menggauli mereka), sebagai ungkapan bahwa beliau melakukan i’tikaf.

Berikut adalah beberapa tata krama atau adab yang mesti kita perhatikan saat masuk masjid dalam rangka melaksanakan I’tikaf. Pertama adalah masuk masjid dengan mendahulukan kaki kanan terlebih dahulu. Kedua adalah membaca doa. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam kitab Bidayatul Hidayah, doa masuk masjid ialah:

اﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ؛ اﻟﻠﻬﻢ اﻏﻔﺮ ﻟﻲ ﺫﻧﻮﺑﻲ ﻭاﻓﺘﺢ ﻟﻲ ﺃﺑﻮاﺏ ﺭﺣﻤﺘﻚ

Allaahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad wa shahbihi wa sallam. Allahummaghfir lii dzunuubi waftah lii abwaaba rahmatika

Artinya: “Salawat salam untuk Nabi Muhammad, keluarganya dan sahabatnya. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan bukakanlah pintu-pintu rahmat-Mu untuk kami”

Ketiga, tidak melakukan maksiat serta hal-hal yang dilarang di dalam masjid seperti berjual-beli atau mencari barang yang hilang. Jika ada yang melakukan demikian, maka didoakan agar jual-belinya merugi dan barangnya tidak kembali

Keempat, bersuci dengan cara membersihkan dari dari hadats dan najis serta menggunakan wewangian. Anjuran menggunakan wewangian, menggunakan pakaian yang indah dan berhias dengan ketakwaan dalam masjid terdapat dalam surat Al-A’raf ayat 31:

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

Artinya: “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.

Kelima, sholat sunah wudlu dan tahiyatul masjid. Nabi SAW sangat menganjurkan untuk melaksanakan sholat tahiyatul masjid bagi siapapun yang memasuki masjid: 

إِذَا دَخَلَ أحَدُكُمُ المَسْجِدَ ، فَلاَ يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ

Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah ia langsung duduk sampai mengerjakan sholat dua rakaat.” (HR. Bukhari, no. 444 dan Muslim, no. 714)

Keenam, adab dan tata krama yang lainnya. Selain itu, dalam kitab Adab Fid-Diin karya Imam al-Ghazali, disebutkan pula adab masuk masjid lainnya:

أَدَابُ دُخُــولِ المَــسْجِدِ : يَبْدَأُ بِـالْيُمْـنَـى ، وَيَذْكُــرُ اِسْــمَ اللهِ عَـزَّ وجَــلَّ ، وَيُـسَــلِمْ عَــلَى مَـنْ حَضَـرَ ، فَإنْ كَــانَ خَـالِيَــاً سَـلَّـمَ عَـلَى نَفْـسَـهْ ، وَيَــسْــأَلُ اللهَ تَـعَـالَـى أَنْ يَـفْــتَحَ لَـهُ أَبْــوَابَ رَحْمَــتِهِ ، وَيَجْـلِسُ عَـلَـى مُــسْتَقْـبِلَ الْقِبْـلَـة ، وَيَـلْزَمُ المُـرَاقَـبَةَ ، وَيَقِّــلُ المُخَـــاطَبَةَ ، وَلَا يَصْنَـعُ صِـنْعَةً ، وَلَا يَنْشِدُ ضّـآلَةً ، وَلَا يَبِيعُ وَلَا يَشْتَـرِيْ ، فَإذَا أَنْصَــرَفَ يَبْدَأُ بِالْيُسْــرَى ، وَيَسْــأَلُ اللهَ مِـنْ فَضْـلِهِ

Artinya: “Adab masuk masjid ialah: mulai masuk dengan mendahulukan kaki kanan, menyebut asma Allah, mengucap salam pada yang sudah hadir di masjid. Jika ia sendirian maka ucapkan salam untuk dirinya sendiri, memohon kepada Allah SWT untuk membukakan pintu rahmat, duduk menghadap kiblat, tetap konsisten untuk mendekatkan diri kepada Allah, tidak terlalu banyak mengobrol, tidak banyak kesibukan, tidak mencari barang hilang, tidak jual/beli, jika keluar masjid dahulukan kaki kiri dan memohon keutamaan dari Allah SWT”.

Demikian adab atau tata krama saat masuk masjid yang mesti kita perhatikan. Semoga ibadah i’tikaf kita diterima oleh Allah SWT. Amin. Wallahu a'lam bish shawab.


Editor:
Al-Quran Digital

Syariah Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo