Perselingkuhan Online, Perceraian di Dunia Nyata

Perselingkuhan Online, Perceraian di Dunia Nyata

Bagaimana pun perselingkuhan di dunia maya (cyber affair) sama menyakitkannya dengan penyelewengan di dunia nyata. Tak sedikit berujung pada perceraian di dunia nyata.

Setelah dihebohkan dengan gaya flexing anak-anak muda yang super kaya raya memamerkan pencapaiannya, dunia maya dihebohkan dengan suguhan yang mungkin tak terduga sebelumnya. Kisah, yang viral, itu adalah tentang perselingkuhan pesohor di media sosial. 

Seorang selegram – istilah dari selebritas di media sosial membongkar penyelewengan suaminya yang berprofesi sebagai pilot. Rupanya, dia punya asmara terlarang dengan pramugari. Tak hanya sekali ketahuan, akhir tahun lalu, sang selegram itu pun gerah dan berkisah di akun media sosialnya tentang perilaku sang suaminya  itu. 

Dia pun memajang chat mesra suaminya dengan pramugari tersebut di platform Discord -- platform bertukar pesan yang biasa digunakan oleh para gamer untuk membicarakan game yang mereka mainkan bersama. “Aku berhasil bertahan empat tahun ini dengan diam, kali ini aku hancur, tapi aku gak mau hancur sendirian. Kita rasain bareng-bareng ya," tulisnya.  

Kasus seperti ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada tengah tahun lalu, kasusnya lebih heboh. Pelakunya, bukan selegram melainkan salah satu selebritas di dunia nyata. Dia ketahuan selingkuh dengan suami orang lain. Pembongkar skandal itu tak lain adalah istri selingkuhannya. Dia membagikan hasil tangkapan layar percakapan mesra sang suami dengan perempuan yang juga istri orang itu.  

Dunia digital yang maju seperti sekarang ini ternyata tak hanya memudahkan kehidupan, seperti berbelanja atau ojek online tapi juga dalam perbuatan serong atau selingkuh. Dua kasus tadi menyuguhkan fenomena baru dalam perselingkuhan yang berbeda dengan yang terjadi di masa lalu. 

Dahulu, perselingkuhan adalah tentang pertemuan rahasia. Namun dewasa ini, perselingkuhan dapat terjadi bahkan tanpa bertemu. Hadirnya media online, ruang obrolan digital, dan sebagainya membuat definisi perselingkuhan menjadi abu-abu.

Menurut psikolog Robert Weiss, perselingkuhan di zaman dahulu lebih mudah dikenali daripada perselingkuhan zaman sekarang. "Jujur saja, bagi banyak orang, terutama mereka yang berusia di atas 30 tahun, ini adalah dunia yang baru dan membingungkan," ucapnya seperti dikutip dari Psychology Today. 

Selama ini definisi perselingkuhan secara umum diyakini terjadi ketika rusaknya kepercayaan ketika perkara seksual dirahasiakan dari pasangan intim. Namun menurut Weiss, sesungguhnya perselingkuhan bukan hanya tentang hubungan seks yang dilakukan bersama orang lain, tapi juga tentang perbuatan yang dirahasiakan dari pasangan, orang yang paling dipercaya.

"Saat Anda berbincang di Facebook dengan mantanmu semasa kuliah, dan pasanganmu tahu serta tidak keberatan, itu bukan masalah. Namun jika kamu merahasiakan obrolan tersebut darinya, Anda harus introspeksi diri. Pada dasarnya, menyembunyikan perilaku seksual atau romantis dari pasangan adalah perselingkuhan. Sesederhana itu," imbuh Weiss.

Banyak orang yang melakukan perselingkuhan dan tidak menyadari bahwa tindakannya sangat berpengaruh terhadap kepercayaan pasangan. Weiss mengatakan, biasanya, ketika seseorang yang dikhianati mengetahui perselingkuhan pasangannya, bukan hubungan seks terlarang mereka yang paling menyakitkan, melainkan fakta bahwa kepercayaan pada orang yang paling disayang telah hancur. 

Online atau Offline, Selingkuh Tetap Menyakitkan

Perselingkuhan di dunia maya sama menyakitkannya dengan perselingkuhan di dunia nyata. Penelitian berjudul “The Traumatic Nature of Disclosure for Wives of Sexual Addicts” bahkan mengungkap, tindakan tersebut dapat mengakibatkan gejala stres akut yang merupakan ciri khas gangguan stres pasca trauma.

"Tidak peduli di mana atau bagaimana perselingkuhan itu terjadi, mengetahuinya adalah hal yang sangat traumatis bagi pasangan yang diselingkuhi," ujar Weiss.

Elizabeth Hartney peneliti di Royal Roads University Kanada sependapat. Dia mengatakan, walaupun hubungan terlarang dilakukan tanpa kontak fisik, hal tersebut tetaplah perselingkuhan. 

"Itulah mengapa seseorang – yang sudah menikah atau memiliki kekasih, harus berpikir dua kali sebelum melakukannya," ucap psikolog itu, dikutip dari Verywell Mind.

Hartney juga mengatakan, beberapa orang melakukan perselingkuhan online tanpa pernah tahu bagaimana wajah dan suara selingkuhannya. Tanpa kontak fisik, keintiman yang terjalin di dunia maya mungkin terasa berbeda dari hubungan di dunia nyata. 

Kendati begitu, perselingkuhan online tetap dapat menimbulkan permasalahan jangka panjang. Sebab, tindakan tersebut melibatkan kerahasiaan dan kebohongan yang berpotensi menghancurkan kepercayaan pasangan.

"Sekalipun orang yang diselingkuhi tidak pernah tahu apa yang terjadi di belakangnya, saat pasangannya tidak setia ikatan kepercayaan itu akan putus," kata Hartney.

Asosiasi Psikologi Amerika mengatakan, segala bentuk perselingkuhan, baik di dunia nyata maupun dunia maya bisa menimbulkan perasaan cemburu dan marah hingga dapat merusak komitmen hubungan. Walaupun terjadi secara online, tindakan tersebut tetap dinilai sebagai pengkhianatan. Pada akhirnya, perselingkuhan di dunia maya dapat menyebabkan perceraian di dunia nyata.

Tanda Seseorang Terjebak Perselingkuhan Online​​​​​​​

Banyak alasan yang menyebabkan seseorang melakukan perselingkuhan online. Mungkin saja sebagai pelarian diri dari kenyataan, menikmati fantasi, dan menghindari tekanan hubungan. Ciri-ciri pun mulai terlihat dari berbagai perubahan. 

Pasangan menjaga jarak

Saat pasangan  kurang peduli bisa menjadi pertanda terdapat masalah dalam hubungan. Begitu juga ketika pasangan terasa begitu jauh walaupun berada di tempat yang sama. Hal lainnya, bisa dilihat dari sedikitnya antusiasme pasangan ketika sedang melakukan hubungan seks.

Perilaku yang berubah

Orang yang melakukan perselingkuhan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya biasanya secara tiba-tiba menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Perilaku yang mungkin berubah bisa seperti menjadi lebih murung, kurang bahagia, dan lebih kritis kepada pasangannya. Orang yang berselingkuh juga mungkin mulai mengabaikan tanggung jawabnya sebagai pasangan dan orang tua.

Menunjukkan sikap defensif

Mereka yang sedang berselingkuh akan memberikan beribu alasan atau secara langsung menolak enggan berdiskusi. Ketika disuguhkan dengan pertanyaan yang berkaitan dengan jarak, waktu begadang, dan kualitas hubungan seks, mereka justru akan berbalik menyalahkan pasangannya atau mungkin mengelak dan berbohong.

Berubah Demi Menjaga Rahasia

Demi menjaga hubungan terlarangnya, seseorang biasanya menunjukkan hal-hal yang tidak biasa. Misalnya, mengubah kata sandi dan menghapus akses pasangan untuk masuk sejumlah akun media sosialnya dan menghapus riwayat penggunaan internet.

Dia juga memilih untuk memakai laptop atau komputer ke tempat yang lebih terpencil di dalam rumah dan menjaganya agar tidak digunakan oleh pasangan. Perubahan lainnya, mematikan ponsel, laptop, dan perangkat sejenisnya secara tiba-tiba ketika sedang didekati oleh pasangan.

Cara Menghindari Perselingkuhan Online​​​​​​​

Sebelum terjebak dalam perselingkuhan online, psikolog Susan J. Elliot meminta siapa pun untuk bertanya pada diri sendiri sebelum mengirim pesan berbau romantis atau seksual pada orang yang bukan pasangannya. Berikut pesan penulis Getting Past Your Breakup ini.

Pertama, apakah kamu akan melakukannya di depan pasanganmu? 

Pasangan yang ideal tentu tidak melakukan itu baik di depan atau di belakang pasangannya. Bila masih berpikir untuk melakukannya secara sembunyi-sembunyi, sebaiknya stop.  

Kedua, apa kamu berkirim pesan dengan menggunakan perasaan? 

Orang yang melibatkan perasaan ketika berkirim pesan dengan orang lain biasanya akan kehilangan gairah dengan pasangannya di dunia nyata. Hal ini tentunya membuat pasangan yang diselingkuhi menjadi bertanya-tanya dan gelisah. Hubungan yang dijalin dengan pasangan harus menjadi tempat bagi seseorang untuk mendapatkan kenyamanan dan kedamaian.

“Setiap orang berhak untuk tidur di malam hari dan tidak khawatir pasangan yang berada di sebelahnya bermain-main dengan orang-orang seksi di internet,” lanjutnya.

Terakhir, apa kamu dan pasangan merasa nyaman dengan keadaan saat ini? Elliot menjelaskan, setiap pasangan memiliki tingkat kenyamanan yang berbeda-beda. Dan setiap pasangan perlu membicarakan batasan-batasan yang terlibat dalam hubungan mereka, termasuk dalam berkirim pesan dengan orang lain. Sebab, jika salah satu di antaranya merasa tidak nyaman, maka sebaiknya tidak dilakukan.

“Jika kamu berpikir bahwa rayuan melalui pesan teks (chatting) berarti berselingkuh, itu masuk akal," ujarnya.


Editor:
Al-Quran Digital

Tren Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo