Arina.id -- Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada kantung-kantung kecil udara atau alveoli, yang terdapat di organ paru-paru. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan alveoli lantas terisi dengan cairan infeksi, yang tentu saja dapat mengakibatkan sesak atau kesulitan bernapas.
Pneumonia dapat terjadi kepada siapa saja. Tapi umumnya mudah menyerang individu dengan kekebalan tubuh rentan, termasuk anak-anak.
Secara umum infeksi yang menyebabkan pneumonia disebabkan oleh mikroorganisme, bisa berupa virus, bakteri, bahkan jamur.
Sebagian besar virus yang mengakibatkan pneumonia tergolong sebagai RSV (respiratory syncytial virus), virus influenza, serta virus penyebab Covid-19. Efek serangan virus berbeda terhadap tiap orang, dan akan menjadi serius jika terkena individu dengan imun lemah.
Selain itu ada pula bakteri treptococcus pneumoniae yang dapat memicu pneumonia. Kemudian serangan pneumonia akibat jamur, biasa terjadi kepada individu yang memiliki gangguan sistem kekebalan, seperti penderita HIV/Aids.
Gejala Pneumonia pada Anak-Anak
Gejala seseorang terkena serangan pneumonia sejatinya cukup bervariasi. Hal tersebut terutama terjadi kepada anak-anak dan para lansia.
Berat atau ringannya gejala pneumonia juga tergantung tingkat keparahan infeksi, penyebab infeksi, serta rentang usia penderita.
Berikut gejala umum penumonia yang terjadi pada anak-anak:
Batuk
Batuk adalah gejala pneumonia yang paling umum terjadi. Jangan sepelekan batuk kering maupun berdahak dan berlendir. Tak jarang hal ini juga berujung sampai terasa nyeri dada.
Demam
Demam tinggi juga menandakan bahwa seseorang tengah memiliki infeksi di tubuhnya, termasuk pneumonia. Demam tersebut bisa disertai dengan menggigil.
Sesak Napas
Jika seorang anak terlihat mengalami kesulitan atau gangguan bernapas, bukan tidak mungkin hal itu menjadi gejala serangan pneumonia. Indikasi pneumonia juga bisa terjadi saat seorang anak terlihat gejala napas cepat.
Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi Sp.A(K) selaku Ketua Divisi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM mengungkapkan bahwa para orang tua dapat menghitung napas anak per menit, sebagai deteksi awal pneumonia.
“Kalau mau menentukan pada bayi ada periodic breathing (nafas periodik), jadi kita harus hitung 1 menit, kurang dari 2 bulan (frekuensi nafas) 60 kali per menit, kalau 2 bulan sampai 12 bulan 50 kali per menit, 1 tahun sampai 5 tahun 40 kali per menit, di atas 5 tahun 30 kali per menit,” jelas Hartono Gunardi, dikutip dari Antaranews.
Hilang Nafsu Makan
Seorang anak yang tengah terserang pneumonia umumnya bakal menunjukkan penurunan signifikan terhadap nafsu makan. Kemudian jika asupan nutrisinya ikut terganggu, besar kemungkinan gejala akan bertambah parah.
Warna Kulit Berubah
Pneumonia yang terjadi pada organ paru-paru jelas bakal mempengaruhi suplai oksigen bagi seluruh tubuh. Paru-paru kesulitan menangkap oksigen akibat kantung-kantung alveoli dipenuhi cairan.
Jika tak kunjung mendapat penanganan, maka warna bibir dan kuku anak-anak dapat berubah menjadi tampak kebiru-biruan (sianosis) efek dari kekurangan oksigen.
Cara Mencegah Pneumonia
Cara pencegahan pneumonia terhadap anak-anak sejatinya membutuhkan perhatian lebih serius. Pasalnya ini terkait dengan subjek yang rentan dari sisi kekebalan tubuh.
Berikut sejumlah langkah efektif untuk mencegah pneumonia pada anak-anak:
Vaksin Lengkap
Lindungi anak-anak dengan memberikan vaksin lengkap, seperti: vaksin pneumokokus, vaksin Hib, vaksin influenza, dan vaksin campak.
Meningkatkan Imun Tubuh
Tingkatkan imun tubuh anak dengan selalu memberikan asupan makanan bergizi dan pola tidur yang cukup. Bagi usia bayi bisa memberikan ASI eksklusif.
Hindari Polusi Udara
Hindarkan anak-anak dari paparan polusi udara. Dalam hal ini bisa berupa polusi asap kendaraan bermotor, maupun asap pembakaran rokok.
Jaga Kebersihan Lingkungan
Sangat pentng untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Tak hanya itu, ajarkan pula anak-anak untuk selalu memiliki kebiasaan bersih, seperti cuci tangan, mandi teratur, dan rajin membersihkan mainan mereka sendiri.
Hindari Dehidrasi
Infeksi dalam tubuh termasuk pneumonia, dapat pula terjadi saat tubuh kekurangan cairan. Oleh karena itu berikan asupan air minum yang cukup, guna mendukung fungsi organ tubuh lebih baik.
Ajarkan Etika Batuk
Ajarkan etika batuk kepada anak-anak sejak dini. Penting untuk menutup mulut dengan tisu atau siku ketika batuk atau bersin. Ini berguna untuk membatasi penyebaran kuman penyakit.
Editor:


