Dark
Light
Dark
Light

Setelah Bantu Perangi Iran, Amerika Dapat Orderan Senjata USD 510 Juta dari Israel

Setelah Bantu Perangi Iran, Amerika Dapat Orderan Senjata USD 510 Juta dari Israel

Arina.id - Amerika Serikat (AS) dapat orderan senjata dari Israel senilai USD 510 juta atau setara Rp 8,24 triliun. Kesepakatan jual-beli senjata ini terjadi setelah Paman Sam membantu Zionis menggempur Iran dalam perang 12 hari, Jumat-Selasa (13-24) Juni 2025 lalu.

Senjata yang dijual oleh Amerika dan sudah mendapat persetujuan otoritas setempat itu meliputi senjata bunker Israel dan bom reguler. Demikian disampaikan Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) dalam siaran persnya pada Senin, 30 Juni 2025, seperti dikutip dari sputnik.

"Departemen Luar Negeri telah membuat keputusan yang menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing kepada Pemerintah Israel berupa Peralatan Panduan Amunisi dan Dukungan Amunisi serta peralatan terkait dengan perkiraan biaya 510 juta dolar AS," kata badan tersebut.

Israel sendiri telah meminta untuk memperoleh 3.845 peralatan panduan untuk bom BLU-109 seberat 2.000 pon dan 3.280 peralatan untuk bom MK 82 seberat 500 pon. Kesepakatan jual beli senjata ini terjadi di tengah desakan Iran agar badan tenaga atom internasional (IAEA) melucuti nuklir Israel.

Di sisi lain, kesepakatan jual beli senjata antara AS dan Israel juga terjadi di tengan desakan Iran agar kedua negara tersebut membayar kompensasi serangan. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang mendesak Dewan Keamanan PBB mengakui Tel Aviv dan Washington sebagai inisiator serangan.

Araghchi juga menuntut agar mereka memberikan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama serangan terhadap Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterre.

"Kami secara resmi meminta agar Dewan Keamanan untuk mengakui rezim Israel dan Amerika Serikat sebagai inisiator tindakan agresi dan mengakui tanggung jawab mereka, termasuk pembayaran kompensasi dan reparasi," demikian isi surat tersebut yang dikutip dari saluran resmi Telegram milik sang menteri.

Araghchi juga menyerukan agar Dewan Keamanan PBB meminta mereka bertanggung jawab atas agresi tersebut dan mencegah terulangnya kejahatan serupa.

Israel melancarkan operasi terhadap Iran pada Jumat malam 13 Juni 2025, dengan menuduhnya menjalankan program nuklir militer rahasia. Target dari pemboman udara dan serangan oleh kelompok sabotase mencakup fasilitas nuklir, jenderal militer, fisikawan nuklir terkemuka, dan pangkalan udara.

Iran menolak tuduhan tersebut dan menanggapinya dengan serangan militer. Kedua pihak saling melancarkan serangan selama 12 hari dengan Amerika Serikat ikut serta dalam konflik ini dengan melancarkan satu kali serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada malam 22 Juni. Israel dan Iran akhirnya gencatan senjata pada Selasa, 24 Juni 2025.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo