Jakarta, Arina.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Paus Fransiskus. Pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia ini dinilai memberi teladan tentang kesederhanaan, pluralisme, dan keberpihakan kepada yang papa.
"Dengan rasa duka yang mendalam, saya menerima kabar mangkatnya Sri Paus Fransiskus. Dunia kembali kehilangan sosok panutan yang memiliki komitmen besar terhadap perdamaian, kemanusiaan, dan persaudaraan,”ujar Presiden Prabowo dikutip dari laman resmi Sekretariat Presiden RI, Selasa (22/4/2025).
Presiden Prabowo juga mengingat kembali momen ketika Sri Paus mengunjungi Jakarta pada tahun 2024. Menurutnya, kunjungan tersebut meninggalkan jejak yang kuat bukan hanya di kalangan umat Katolik, tetapi juga di hati seluruh rakyat Indonesia.
"Kunjungan Sri Paus Fransiskus ke Jakarta tahun lalu telah memberi kesan yang mendalam, tidak hanya di kalangan umat Katolik namun di hati seluruh rakyat Indonesia,”ucapnya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo turut memuji nilai-nilai yang senantiasa diperjuangkan oleh Paus Fransiskus sepanjang kepemimpinannya. Mulai dari kesederhanaan, keberpihakan terhadap kaum miskin, serta kepedulian lintas agama dan bangsa.
"Pesan kesederhanaan, pluralisme, keberpihakan kepada orang miskin, dan kepedulian Sri Paus terhadap sesama akan selalu menjadi teladan bagi kita semua,”kata Presiden.
Presiden Prabowo pun memberikan penghormatan terakhir bagi mendiang pemimpin Gereja Katolik tersebut.
"Selamat jalan Sri Paus, pesanmu untuk menjaga kemanusiaan dan perdamaian akan selalu membekas di hati kita,”tandasnya.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga menyampaikan dukacita atas wafatnya Paus Fransiskus. Menurutnya, Paus Fransiskus merupakan sosok lembut yang teguh memperjuangkan kemanusiaan.
"Dunia kehilangan seorang pemimpin spiritual yang lembut, penuh kasih, dan teguh dalam menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan," tulis Wapres Gibran, lewat unggahan instagram pribadinya @gibran_rakbumingraka.
Gibran menyebut perjuangan Paus Fransiskus selama ini membangun jembatan antar agama akan terus hidup di hati umat manusia di seluruh dunia.
"Atas nama pribadi dan bangsa Indonesia, saya menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya Sri Paus Fransiskus,” kata dia.
Gibran pun mendoakan Sri Paus Fransiskus agar selalu damai dan cinta kasihnya terus menjadi suluh bagi umat manusia di seluruh dunia.“Doa dan simpati kami bangsa Indonesia,” uarnya.
Paus Fransiskus meninggal dunia pada Senin (21/4/2025). Kabar duka cita atas wafatnya Paus Fransiskus tersebut disampaikan Vatikan dalam sebuah pernyataan video.
"Saudara-saudari yang terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan wafatnya Bapak Suci Fransiskus,”kata Kardinal Kevin Farrell dikutip dari Reuters, Senin (21/4/2025).
Editor: Kendi Setiawan


