Dark
Light
Dark
Light

8 Tewas Akibat Bom Bunuh Diri Saat Antrean Ambil Gaji di Afghanistan

8 Tewas Akibat Bom Bunuh Diri Saat Antrean Ambil Gaji di Afghanistan

Arina.id - Bom bunuh diri mengguncang Kota Kunduz Afghanistan. Akibatnya delapan orang tewas--sebelumnya dilaporkan lima orang meninggal. Saat ini kepolisian setempat sedang menyelidiki kepastian jaringan terorisme mana terlibat bom bunuh diri tersebut.

"Kemarin kita menyaksikan insiden yang menyayat hati di Kota Kunduz. Delapan orang, termasuk mujahidin dan warga sipil yang menjadi martir, dan sejumlah warga lain terluka," kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan dari siaran radio Salam Watandar, Rabu (12/02/2025).

Penyelidikan atas insiden tersebut tengah berjalan dan diawasi ketat oleh pasukan keamanan. Berdasarkan data awal, ia melanjutkan, "akar kejahatan yang mengerikan ini berada di luar negeri."

Pejabat Kementerian Dalam Negeri Afghanistan itu melanjutkan, kelompok teroris ISIS yang dilarang di Rusia mengaku bertanggung jawab atas serangan mengerikan tersebut.

Seperti dilaporkan Aljazeera, peristiwa menyayat hati itu terjadi kemarin pukul 8.35 pagi (Waktu setempat), Selasa 12 Februari 2025. Saat itu orang-orang, mayoritas pegawai pemerintah sedang mengantre mengambil gaji di Kantor Cabang Bank Kabul di Kota Kunduz wilayah Timur Afghanistan.

Setelah ledakan, awalnya dilaporkan lima orang meninggal sementara tujuh orang lagi mengalami luka berat. Namun belakangan jumlah korban meninggal bertambah menjadi delapan orang. Polisi mengatakan para korban tewas tersebut di antaranya: petugas keamanan bank dan empat orang nasabah, termasuk warga sipil dan anggota kelompok Taliban yang berkuasa di Afghanistan.

"Seorang pelaku bom bunuh diri, yang memiliki alat peledak rakitan, meledakkan dirinya sendiri," kata Juru Bicara Kepolisian Kota Kunduz, Jumadin Khaksar.

"Komando kepolisian Kota Kunduz bekerja sama dengan organisasi terkait untuk menemukan pelaku insiden tersebut dan membawa mereka ke pengadilan," ujarnya.

Jumlah ledakan bom dan serangan bunuh diri di Afghanistan telah menurun drastis sejak Amerika Serikat menarik pasukannya dan pemerintahan boneka Amerika digulingkan oleh Taliban pada Agustus 2021 lalu. Namun sampai saat ini banyak kelompok bersenjata – termasuk ISIL (ISIS) – tetap menjadi ancaman di sana.

Puluhan orang tewas dalam bom bunuh diri di sebuah masjid Syiah di Kunduz pada Oktober 2021. Pelaku bom diketahui berafiliasi dengan organisasi ISIL di Provinsi Khorasan (ISKP) yang mengaku bertanggung jawab.

Pada Maret tahun lalu, seorang pelaku bom bunuh diri juga menewaskan sedikitnya tiga orang ketika ia meledakkan bom di luar sebuah bank di selatan Kota Kandahar, dalam serangan yang diklaim oleh cabang regional ISIL.

Meskipun serangan terus berlanjut, otoritas Taliban mengatakan mereka sebagian besar telah menghancurkan kelompok tersebut.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo