Dark
Light
Dark
Light

Media Sosial Berisik Setelah Pengguna Indodax Mengeluh Kehilangan Dana Rp 600 Juta

Media Sosial Berisik Setelah Pengguna Indodax Mengeluh Kehilangan Dana Rp 600 Juta

Arina.id - Media sosial diramaikan dengan keluhan seorang pengguna platform aset kripto Indodax yang mengaku kehilangan dananya hingga Rp 600 juta. Kegaduhan ini bermula dari unggahan akun @rendirendikaa di Platform X (Twitter) yang mengaku dananya hilang secara tiba-tiba tanpa adanya notifikasi atau verifikasi transaksi dari Indodax.

Keluhan ini diunggah pada Jumat, 26 Desember 2025, sambil menandai CEO Indodax William Sutanto dan akun resmi perusahaan. Ia menulis unggahan seperti ini: "Kami masih menunggu tanggung jawab berupa pengembalian dana oleh pihak Indodax. Kejadian ini sangat janggal, karena kami tidak menerima verifikasi juga notifikasi sama sekali."

Akun tersebut menambahkan dirinya hanya menyampaikan ulang apa yang telah dijelaskan oleh akun pelapor. Hingga 24 jam sejak unggahan tersebut, belum ada klarifikasi atau penjelasan resmi mengenai apakah kasus ini disebabkan oleh phishing atau faktor lainnya. 

Merespons masalah itu, manajemen Indodax memberikan penjelasan terkait beredarnya informasi di media sosial dan sejumlah media digital mengenai dugaan kehilangan dana yang dialami oleh salah satu pihak dan dikaitkan dengan aplikasi Indodax.

CEO Indodax William Sutanto menyatakan, isu keamanan akun merupakan hal yang sensitif dan menjadi perhatian utama bagi pengguna platform investasi aset kripto serta menyampaikan permohonan maaf kepada publik.

"Kami memohon maaf atas kekhawatiran yang timbul di ruang publik akibat beredarnya informasi ini. Kami memahami perhatian masyarakat dan kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan secara bertanggung jawab dan transparan," ujar William dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 30 Desember 2025.

Berdasarkan penelusuran terhadap akun-akun member yang informasinya beredar di media, lanjutnya, pihaknya menemukan indikasi adanya akses ilegal ke akun pengguna. Akses tersebut tidak berasal dari sistem Indodax, melainkan terjadi akibat faktor eksternal, seperti phishing, malware, atau metode social engineering (manipulasi psikologis) yang menargetkan perangkat maupun kredensial pribadi pengguna.

Sejalan dengan hal tersebut, dia menegaskan bahwa aspek keamanan akun terus menjadi fokus perusahaan dan pihaknya berkomitmen untuk mendampingi para member yang terdampak dan menindaklanjuti setiap kasus secara menyeluruh .

Sebagai bagian dari komitmen terhadap perlindungan pengguna, perusahaan akan menghubungi para member terkait secara satu per satu untuk melakukan penelusuran lebih lanjut sesuai dengan kronologi masing-masing kasus. Selain itu juga membuka ruang komunikasi bagi member lain yang ingin membahas kondisi akun mereka secara lebih detail.

William menyatakan pihaknya secara konsisten mengedukasi pengguna untuk menjaga keamanan akun, antara lain dengan mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA), tidak membagikan data sensitif, menggunakan kata sandi yang kuat dan tidak mudah ditebak, meningkatkan kewaspadaan terhadap tautan mencurigakan, serta memastikan perangkat yang digunakan terbebas dari malware.

"Ke depannya, kami akan terus memperkuat edukasi keamanan bagi pengguna serta memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara menyeluruh sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan dan kenyamanan seluruh member," ujarnya.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo