Dark
Light
Dark
Light

Mengenal 3 Tingkat Kesadaran Manusia Perspektif Hegel

Mengenal 3 Tingkat Kesadaran Manusia Perspektif Hegel

Jakarta, Arina.id –  Akademisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Fahruddin Faiz menjelaskan bahwa kesadaran manusia dapat berkembang melalui tiga tingkatan, yakni kesadaran langsung, kesadaran reflektif, dan kesadaran ilmiah. Ketiganya menunjukkan bagaimana manusia tidak hanya mengalami sesuatu, tetapi juga mulai mempertanyakan dan menelitinya secara lebih mendalam.

Hal tersebut disampaikan Fahruddin Faiz dalam kajian Ngaji Filsafat saat membahas pemikiran filsuf Jerman Georg Wilhelm Friedrich Hegel.

Faiz mencontohkan, kesadaran langsung muncul ketika seseorang merasakan sesuatu tanpa memikirkan lebih jauh penyebabnya. Misalnya, seseorang meminum minuman manis dan langsung menyadari rasa manis tersebut.

“Kesadaran langsung itu kayak tadi ya, saya minum, oh rasanya manis,” jelasnya sebagaimana dalam tayangan Ruang Sinau diakses Senin (12/10/2026).

Tingkat berikutnya adalah kesadaran reflektif. Pada tahap ini, seseorang mulai memikirkan pengalaman yang dialaminya dan mempertanyakan penyebab di baliknya. Ketika merasakan minuman yang manis, misalnya, seseorang mulai bertanya mengapa minuman tersebut terasa manis.

Sementara itu, kesadaran ilmiah mendorong seseorang untuk menyelidiki persoalan secara lebih terukur. Dalam contoh minuman manis, seseorang tidak berhenti pada pertanyaan tentang penyebab rasa manis, tetapi mulai meneliti takaran gula yang diperlukan agar minuman mencapai tingkat kemanisan tertentu.

“Kalau kesadaran ilmiah itu kita mulai mengeksplorasi. Kira-kira sampai takaran berapa mili ya minuman itu sudah terasa manis?” ungkap Faiz.

Ia juga menggunakan contoh rasa lapar untuk menjelaskan perbedaan ketiga tingkatan kesadaran tersebut. Ketika perut terasa lapar dan seseorang menyadari bahwa dirinya perlu makan, hal itu merupakan kesadaran langsung.

Kesadaran reflektif muncul ketika seseorang mengingat bahwa dirinya belum makan sejak pagi. Adapun kesadaran ilmiah mendorong seseorang untuk meneliti lebih jauh, misalnya dengan membandingkan rasa lapar saat berpuasa dan ketika tidak berpuasa.

Menurut Faiz, pemikiran Hegel menempatkan kesadaran manusia sebagai sesuatu yang berkembang. Perkembangan kesadaran tersebut juga berkaitan dengan cara manusia memahami sejarah.

“Jadi kesadaran manusia itu sifatnya evolutif,” ujarnya.

Fungsionalisme: Kesadaran Dipengaruhi Lingkungan
Selain pemikiran Hegel, Faiz menjelaskan pendekatan fungsionalisme yang dikaitkan dengan filsuf Hillary Putnam. Pendekatan ini mengkritik pandangan materialisme yang dinilai belum cukup luas untuk menjelaskan kesadaran manusia.

Menurut Faiz, kesadaran tidak dapat dipahami hanya dengan melihat otak sebagai pusat aktivitas manusia. Ada berbagai faktor lain yang turut memengaruhi cara seseorang berpikir, seperti lingkungan sosial, budaya, politik, dan ekonomi.

Ia menjelaskan bahwa fungsionalisme melihat kesadaran melalui hubungan antara masukan (input) dan keluaran (output). Informasi serta pengalaman yang diterima seseorang dapat memengaruhi cara pandangnya terhadap berbagai persoalan.

Faiz mencontohkan, seseorang yang setiap hari menerima informasi tentang fikih, terutama persoalan halal dan haram, dapat terbiasa melihat berbagai hal melalui sudut pandang tersebut. Begitu pula seseorang yang banyak mempelajari filsafat, teknik, atau biologi akan memiliki pengetahuan dan cara pandang yang dipengaruhi bidang yang dipelajarinya.

“Jadi kesadaran itu berfungsi tergantung inputnya apa,” jelasnya.

Karena itu, Faiz menekankan bahwa pembentukan cara berpikir manusia tidak hanya berkaitan dengan proses di dalam otak, tetapi juga dengan informasi dan lingkungan yang membentuk pengalaman sehari-hari.

Ia menambahkan, latar belakang pendidikan memang dapat memengaruhi pola pikir seseorang. Namun, ketika terjun ke kehidupan nyata, seseorang juga akan berhadapan dengan persoalan lain yang melintasi bidang keilmuannya, termasuk persoalan ekonomi.

Melalui penjelasan tersebut, Faiz mengajak peserta kajian memahami bahwa kesadaran dan cara pandang manusia berkembang melalui proses berpikir serta berbagai pengalaman yang diterima dari lingkungan sekitarnya.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo