Jakarta, Arina.id – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan awal bulan Jumadal Ula 1448 Hijriah jatuh pada Senin Pahing, 12 Oktober 2026. Penetapan tersebut didasarkan pada laporan hasil rukyatul hilal yang dilaksanakan pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Ketetapan itu tertuang dalam Pengumuman LF PBNU Nomor 163/PB.08/A.II.11.13/13/10/2026 tentang Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H yang diterbitkan di Jakarta pada 11 Oktober 2026.
Dalam pengumuman tersebut, LF PBNU menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan pelaksanaan rukyatul hilal pada Ahad, 29 Rabiul Akhir 1448 H, yang bertepatan dengan 11 Oktober 2026 M.
Laporan tersebut berasal dari sejumlah lokasi yang menyelenggarakan rukyatul hilal di berbagai daerah.
“Sebagai tindak lanjutnya, awal bulan Jumadal Ula 1448 H bertepatan dengan Senin Pahing, 12 Oktober 2026 M (mulai malam Senin),” demikian keterangan dalam pengumuman tersebut.
LF PBNU juga menyampaikan terima kasih kepada warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) yang telah berkontribusi dan berpartisipasi dalam pelaksanaan rukyatul hilal.
Selanjutnya, jajaran Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di seluruh Indonesia diharapkan aktif menyebarluaskan informasi penetapan awal bulan tersebut kepada warga NU, khususnya jajaran pengurus di wilayah dan cabang masing-masing.
Penetapan awal bulan Jumadal Ula 1448 H ini ditandatangani oleh Plh Ketua LF PBNU, KH Sirril Wafa dan Plh Sekretaris LF PBNU H Asmu'i Mansur.
Dalam pengumuman yang sama, LF PBNU turut mengajak umat Islam memanjatkan doa memohon kebaikan pada bulan yang baru serta perlindungan dari keburukan takdir dan keburukan di akhirat.
Allahumma innā nas’aluka khaira hādzasy-syahri, wa na‘ūdzu bika min syarri al-qadari, wa min syarri al-mahsyari.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan bulan ini. Kami berlindung kepada-Mu dari buruknya takdir dan buruknya mahsyar.”
Editor: Kendi Setiawan


