Arina.id. Israel dilaporkan membombardir sebuah Rumah Sakit (RS) yang terletak di kawasan di Gaza Utara, Palestina. Menurut Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, situasi seolah menjadi bencana besar setelah pasukan Israel terus menembaki bangunan RS.
Sebagaimana dikabarkan Al-Jazeera pada Rabu, 20 November 2024, Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza utara menyebutkan fasilitas RS mengalami bencana besar.
Pasukan Israel dilaporkan menembaki bangunan Rumah Sakit. Pada waktu yang sama, anak-anak dan pasien lanjut usia yang menderita malnutrisi sedang berada di dalam gedung untuk menjalani pengobatan.
Berdasarkan keterangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN), data yang dihimpun Al-Jazeera menyebutkan Jalur Gaza seperti kuburan bagi ribuan anak-anak.
Sejak pecah perang pada tanggal 7 Oktober 2023, Israel telah membunuh setidaknya 17.400 anak di Gaza. Dengan demikian, setiap satu anak terbunuh dalam waktu 30 menit.
Selain itu, ribuan lainnya hilang. Mereka dikabarkan masih berada di bawah reruntuhan dan menurut laporan diperkirakan sudah meninggal dunia.
Sementara Kantor Berita Nasional Lebanon atau National News Agency (NNA) mengatakan pejuang Hizbullah terlibat bentrok dengan pasukan Israel.
Tentara Israel dikatakan menuju ke kota Al Bayyadah, dekat kota Naquora, Lebanon Selatan. Pihak Hizbullah menembakkan roket dan rudal ke arah pasukan Israel sekaigus menghancurkan tank Merkava.
Peristiwa yang sama terjadi di Nabatieh. Pasukan Israel berusaha maju ke desa Kfar Shouba.
Di lain sisi, militer Israel berdalih tiga pesawat tak berawak terpantau menyeberang dari Lebanon dan jatuh di daerah Galilea barat setelah dicegat.
Kejadian ini tidak sampai menelan korban jiwa. Kendati demikian, suara sirene serangan udara seketika mulai berbunyi selama 20 menit sepanjang wilayah perbatasan Lebanon hingga mencapai kota pelabuhan Haifa.
Menurut laporan AP News, Selasa, 19 November 2024, serangan udara Israel sebelumnya juga sempat menghantam sebuah daerah pemukiman padat penduduk di ibukota Lebanon.
Lokasinya berada di dekat gedung-gedung penting pemerintah setempat dan kantor diplomatik selama hari Senin (18/11) malam.
Serangan yang sama turut menewaskan sedikitnya lima orang. Dua rudal dikabarkan menghajar daerah Zoqaq al-Blat. Padahal, kawasan ini terdapat markas besar PBB, kantor parlemen, ditambah gedung Perdana Menteri Lebanon.
Editor: Abdul Fatah


