Jakarta, Arina.id—Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkap sejumlah faktor yang memengaruhi penurunan harga acuan emas pada periode pertama November 2026.
Penguatan mata uang utama dunia dan kenaikan imbal hasil obligasi di pasar global menjadi faktor yang turut menekan harga komoditas tersebut.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan, kondisi tersebut mendorong investor mengalihkan investasinya ke instrumen keuangan lain yang menawarkan imbal hasil lebih kompetitif.
"Penurunan HPE dan HR emas pada periode pertama November 2026 dipengaruhi penguatan nilai tukar mata uang utama dunia serta peningkatan imbal hasil obligasi di pasar internasional," kata Tommy dalam keterangan di Jakarta.
Kondisi ini, kata dia, mendorong investor mengalihkan investasinya ke instrumen keuangan yang menawarkan imbal hasil lebih kompetitif dibandingkan emas.
Penurunan tersebut terlihat dari Harga Patokan Ekspor (HPE) emas yang terkoreksi 1,68 persen selama periode pengumpulan data.
Pada periode pertama November 2026, HPE emas ditetapkan sebesar 132.756,02 dolar AS per kilogram. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode kedua Oktober 2026 yang mencapai 135.024,36 dolar AS per kilogram.
Sementara itu, Harga Referensi (HR) emas juga mengalami penurunan. Pemerintah menetapkan HR emas sebesar 4.129,18 dolar AS per troy ounce, turun dari periode sebelumnya yang mencapai 4.199,73 dolar AS per troy ounce.
Penetapan HPE dan HR emas tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2061 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Ketentuan ini berlaku pada 1–14 November 2026.
Penyusunan harga acuan tersebut didasarkan pada data dan masukan teknis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA).
Proses penetapannya juga melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Perindustrian.
"HPE dan HR emas periode pertama November 2026 ini ditetapkan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga berdasarkan informasi, data, dan masukan yang disampaikan kementerian dan lembaga terkait," ujar Tommy.
Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk (ANTM) diperkirakan bergerak fluktuatif pada pekan depan dengan rentang Rp 2,39 juta hingga Rp 2,61 juta per gram. Tekanan koreksi masih membayangi, meskipun peluang penguatan harga tetap terbuka.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas Antam berpotensi kembali melemah pada awal pekan. Jika koreksi terjadi pada Senin (2/11/2026), harga emas diprediksi turun Rp 20.000 menjadi Rp 2.506.000 per gram.
Tekanan jual yang berlanjut selama sepekan bahkan berpotensi membawa harga emas Antam ke level Rp 2.390.000 per gram.
"Seandainya terkoreksi di hari Senin, kemungkinan besar ada penurunan Rp 20.000 ke Rp 2.506.000 per gram. Kemudian dalam satu pekan, kalau seandainya kembali melemah harga logam mulia akan ke Rp 2.390.000 per gram," ungkap Ibrahim dalam keterangannya.
Editor: Suci


