Dark
Light
Dark
Light

Ilmuan Rekomendasikan Cara Memburu Alien Menggunakan Sinyal Radio

Ilmuan Rekomendasikan Cara Memburu Alien Menggunakan Sinyal Radio

Arina.id - Search for extraterrestrial intelligence (SETI) atau dikenal juga dengan istilah pencarian ilmiah kehidupan cerdas (alien) di luar bumi, sampai sekarang memang belum mendeteksi dan membuktikan secara pasti ada atau tidaknya teknologi alien di luar bumi; misalnya lewat gelombang radio. Namun kosmos yang luas di luar bumi masih menyisakan tempat untuk mengamati dan menyelidikinya.

Sebuah penelitian baru-baru ini bahkan menyarankan agar kita memperbaiki parameter pencarian menggunakan sinyal broadcasting milik sendiri, kemudian memancarkannya lebih dalam ke luar angkasa sebagai panduan. Penelitian diterbitkan dalam Journal Astrophysical menyarankan para pemburu alien agar mencari sinyal dengan cara mempelajari sinar-sinar kuat di luar bumi melalui transmisi dua arah langsung.

George Dvorsky menulis artikel di Gizmodo tentang cara-cara ilmuan menangkap sinyal alien. Ia menyebut SETI telah mengendus kemunculan sinyal radio dari luar bumi sejak 1960-an. Akan tetapi sejauh ini belum bisa dibuktikan kepastiannya. Masalah terbesar pencarian alien adalah keyakinan manusia sendiri, bahwa mereka belum percaya dengan temuan sinyal dari luar angkasa.

Artinya, George menambahkan, sinyal yang dibuat alien tersebut bisa jadi memang sengaja dibuat untuk menarik perhatian manusia, atau mungkin bisa juga sesuatu yang tidak disengaja. Bisa juga sisa-sisa transmisi yang rusak peninggalan manusia di luar bumi, misalnya stasiun luar angkasa.

Apalagi sejak seabad lalu sinyal radio manusia disebut-sebut sering bocor. Contohnya sering dirasakan para astronot di stasiun luar angkasa yang tanpa sengaja bisa menangkap sinyal radio di bumi. "Kami belum benar-benar menjadi tenang--terutama di bandara--misalnya terkait dengan kebocoran sinyal radio masyarakat."

Tim penelitian ini dilakukan di antaranya oleh ilmuwan dari Penn State and Laboratorium Jet Propulsion (JPL) dari Badan Antariksa Amerika (NASA). Mereka mempelajari bahwa dalam pengamatan alien bisa mendeteksi transmisi radio di dalam ruang angkasa. 

Mereka berpendapat, jika alien terlibat dalam aktivitas ruang yang sama dengan manusia, maka besar kemungkinan sinyal mereka tertangkap dalam ruang dan kondisi sama pula. Dalam ruang sempit pertemuan itu, ke depan peluang melihat alien semakin terbuka.

Mencari pola dalam kebiasaan kita sendiri

Sebagai upaya untuk meningkatkan peluang mendeteksi sinyal radio dari obyek di luar bumi, para peneliti, termasuk astronom Pinchen Fan dari Penn State menyelidiki transmisi dalam ruangan galaxi bumi sebagai cara untuk membaca kemungkinan peradaban asing juga menggunakan radio sendiri.

"Manusia sebagian besar berkomunikasi dengan pesawat. Dan penyelidikan kita telah dilakukan untuk mempelajari planet lain seperti Mars. Planet seperti Mars tidak memblokir seluruh transmisi, sehingga sebuah pesawat atau planet yang jauh ketika diposisikan sejajar sepanjang jalur komunikasi antarplanet itu, bisa berpotensi mendeteksi penyebaran sinyal. Itu akan terjadi ketika bumi dan planet di sistem tata surya sejajar," katanya.

Oleh sebab itu, Fan menambahkan, "kita harus fokus pada momen-momen penting seperti itu, ketika eksoplanet di sistem bintang yang jauh berada dalam posisi sejajar - itulah saat SETI harus mencari sinyal radio yang mungkin terjadi."

Para peneliti juga menganalisa catatan yang terekam dalam Jaringan Dalam Angkasa (DSN) milik NASA. DSN adalah sistem yang mampu melacak dan berkomunikasi dengan objek buatan manusia lainnya di ruang angkasa--misalnya komunikasi dari satelit bumi dengan pesawat luar angkasa yang melakukan misi jarak jauh di luar bumi, seperti penyelidikan Voyager dan pesawat ruang angkasa New Horizons.

Seperti dijelaskan Joseph Lazio, seorang ilmuwan proyek JPL dan rekan penulis enelitian DSN-nya. Mencocokkan siaran radio DSN dengan data lokasi pesawat ruang angkasa, tim tersebut mampu menentukan waktu dan arah transmisi ke luar angkasa dari bumi.

"Mengunakan komunikasi di dalam ruang galaxi kita sebagai dasar, lalu mengukur bagaimana pencarian obyek cerdas di luar bumi (alien) bisa ditingkatkan dengan mengarahkan sistem sinyal para target dan sasaran tertentu sambil menyelaraskan posisi planet," kata Jason Wright, profesor astronomi dan astrofisika di Penn State.

Para peneliti kemudian melakukan riset, dan hasilnya menemukan bahwa sinyal radio ke luar angkasa yang ditujukan pada Planet Mars, ternyata juga diarahkan pada planet di sistem tata surya lainnya. Perangkat sinyal-sinyal itu bahkan ditempelkan pada teleskop yang dibidikkan langsung antara titik Lagrange Bumi Matahari (contoh Teleskop Luar Angkasa James Webb). 

Kemudian dari data DSN menunjukkan bahwa, jika alien juga dalam posisi mengamati keselarasan antara Bumi-Mars, ada 77% kemungkinan mereka akan berada di jalur transmisi yang sama, dibandingkan dengan 12% kesempatan penyelarasan dengan planet lain. "Ketika pengamatan tidak selaras dengan planet, bagaimanapun, peluangnya ini sangat kecil," kata Fan.

Tim penelitian mengatakan harus menerapkan wawasan tersebut pada SETI. Sebab hal itu mungkin akan meningkatkan peluang menemukan sinyal radio yang dikirim para alien. Secara spesifik, mereka yang di bumi harus fokus pada saat-saat ketika eksoplane selaras dengan bintang-bintang lain di luar bumi.

Tata surya kita relatif datar, dengan sebagian besar planet mengorbit pada pesawat yang sama, sehingga sebagian besar transmisi manusia muncul sepanjang perjalanan pesawat yang sama itu. Alien kemungkinan besar menggunakan strategi komunikasi sama pula, sehingga masuk akal bagi SETI untuk menargetkan pada sasaran yang sama.

Dengan asumsi alien bakal menggunakan sinyal transmisi DSN sama, para peneliti merekomendasikan pencarian dalam jarak 23 tahun cahaya. Yang penting, kata mereka, manusia harus fokus pada sistem terdekat dengan pesawat orbital Bumi. 

"Mereka juga mencatat bahwa pola-pola ini dapat menggunakan sinyal laser yang mengeluarkan gelombang radio. Mungkin hal itu lebih disukai oleh alien; dan pada akhirnya kita bergerak ke arah yang tepat."


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo