Jakarta, Arina.id—Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyatakan pengunduran diri dari jabatannya, menyusul anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara tajam dalam dua hari terakhir yang memaksa otoritas bursa melakukan penutupan sementara perdagangan ( trading halt ).
Iman menyebut, alasan pengunduran dirinya sebagai pimpinan BEI sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi yang terjadi di industri pasar modal Tanah Air.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujarnya Iman.
Pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengapresiasi keputusan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman membongkar diri dari jabatannya di tengah gejolak pasar modal dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
"Nah pengunduran diri ini bukan dipaksa, tetapi keinginan dari hati Bapak Iman Rachman sendiri, supaya apa? Supaya pasar ini kembali percaya terhadap regulasi yang ada di Indonesia," kata Ibrahim dalam keterangannya.
Ibrahim mengungkapkan bahwa pengunduran diri Iman Rachman tidak bisa dilepaskan dari peringatan yang sebelumnya disampaikan MSCI terhadap pasar modal Indonesia. Peringatan tersebut, menurut dia sudah muncul sejak sekitar dua bulan lalu.
“Sebenarnya peringatan sudah cukup lama, dari dua bulan yang lalu, kemungkinan muncul lah penurunan ratingnya, dan dianggap bahwa perusahaan-perusahaan yang lising di bursa ini tidak sesuai dengan kenyataan, secara kertas bagus, tapi secara nyata itu ada tumpang tindih,” kata Ibrahim.
Kondisi itu kemudian berdampak pada keputusan MSCI mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari indeksnya, yang berujung pada tekanan besar terhadap IHSG.
Dalam tiga hari perdagangan, IHSG tercatat turun hingga sekitar 8 persen, bahkan memicu trading halt atau izin sementara perdagangan sebanyak dua kali.
“Nah ini yang akhirnya MSCI mengeluarkan saham-saham yang cukup bagus di Indonesia, sehingga ini membuat indeks harga saham gabungan selama tiga hari mengalami penurunan, bahkan mencapai di 8 persen dan adanya suspense sementara,” tutur dia.
Seperti diketahui, IHSG sempat ambruk dengan mengalami penurunan tajam hingga BEI terpaksa melakukan izin perdagangan saham atau trading halt sebanyak 2 kali dalam dua hari terakhir. Namun IHSG pada akhir pekan ini Jumat (30/1) dibuka naik 1,06% ke level 8.319,15.
Setelah 15 menit perdagangan, IHSG melanjutkan penguatan dengan kenaikan 170,57 poin atau 2,07% ke level 8.402,77.
Editor: Suci


