Madinah, Arina.id — Sebanyak 393 jemaah kloter pertama embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG 01) sudah diberangkatkan pada Minggu (12/5/2024) dini hari. Pemberangkatan ini menandai dimulainya fase pemberangkatan jemaah haji Indonesia ke Tanah Suci yang akan berlangsung dari 12 Mei hingga 10 Juni 2024.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Layanan Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Titin Suprihatin, mengimbau agar para calon jemaah haji khususnya jemaah haji perempuan untuk tidak membawa barang bawaan secara berlebihan.
“Hal ini penting terkait dengan kebijakan Arab Saudi dan pihak penerbangan Saudi Airlines maupaun Garuda Indonesia dan berlaku umum untuk penerbangan internasional, perhatikan berat barang bawaan dan barang yang tidak boleh dibawa," ujar Titin, Sabtu (11/5/2024).
Ia mengingatkan agar jemaah haji membawa barang bawaan yang sekira penting saja. Dan jangan membawa barang yang tidak perlu.
Titin Suprihatin yang sudah memiliki pengalaman beribadah haji menambahkan, bawalah keperluan yang sudah ditentukan oleh pembimbimg haji. Diantaranya, Titin menyebutkan beberapa barang bawaan, untuk pakaian di Tanah Suci bawa baju Ihrom, baju atasan (non ihram), rok panjang atau celana, baju tidur, hijab panjang (minimal 2 buah).
“Selain itu, kaos kaki, pakaian dalam, disposable panties (bawa sesuai kebutuhan), pantyliners (bawa sesuai kebutuhan, pembalut (sesuati kebutuhan), dan jaket atau celana untuk tidur, ini untuk mengantisipasi ruangan kamar tidur yang terlalu dingin karena pendingin ruangan (AC) yang terlalu besar,” ujar dia.
Ia menegaskan, hindari membawa barang-barang yang tidak terlalu penting untuk meminimalisir beban barang bawaan. Dan juga pada akhirnya, barang yang kita bawa tidak berguna ketika di Tanah Suci.
“Sebelum berangkat, baiknya konsultasikan kembali dengan pembimbing haji terkait barang yang akan kita bawa ke Tanah Suci,” paparnya.
Selain itu, lanjut Titin, selama di Tanah Suci gunakan baju yang simpel, tidak berlebihan. Saat thawaf, jangan menggunakan baju gaun seperti akan pergi ke undangan, khawatir akan tersangkut-sangkut orang lain.
Hal lain yang perlu diperhatikan, untuk jemaah haji perempuan, selama di Armuzna, sebaiknya mengenakan celana panjang supaya aurat lebih terjaga baik saat duduk di tenda, saat naik-naik ke tempat yang berbukit, maupun saat tidur.
“Celana panjang tersebut bisa berupa pakaian luar maupun pakaian dalam yang di luarnya ditutup lagi dengan rok,” pungkasnya.
Editor: Muhammad Zunus


