Arina.id. Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol dikabarkan telah mencopot Menteri Pertahanan pasca pengumuman pencabutan status darurat militer.
AP News pada Kamis, 5 Desember 2024, mengabarkan Presiden Korea Selatan telah mencopot Menteri Pertahanan Korsel.
Hal ini dilakukan Presiden Yoon Suk Yeol pada saat gabungan partai oposisi terus mendesak upaya peemakzul terhadap dirinya menyikapi status darurat militer yang berlaku selama 6 jam.
Kantor pemerintah setempat menyebutkan keputusan mencopot Menteri Pertahanan Kim Yong Hyun sudah dilakukan.
Sebagai pengganti adalah Choi Byung Hyuk. Ia merupakan jenderal yang sudah pensiun sekaligus Duta Besar Korea Selatan di Arab Saudi.
Wakil Menteri Pertahanan Kim Seon Ho nantinya bakal menjadi pelaksana tugas Menteri Pertahahan Korsel hingga Choi Byung Hyuk menduduki jabatan tersebut sembari menunggu masa sidang.
Sebelumnya, Partai Demokrat dan partai-partai oposisi kecil sempat mengajukan mosi pemakzulan terhadap Presiden Yoon Suk Yeol.
Darurat militer berjalan sekitar enam jam hingga terjadi pengerahan tentara ke jalanan. Majelis Nasional Korsel kemudian meminta untuk segera mencabut status darurat militer maksimal pada hari Rabu, 4 Desember 2024, pagi hari.
Di lain sisi, sejumlah staf senior Presiden Korsel juga dilaporkan telah mengundurkan diri secara bersamaan. Di antaranya adalah Kepala Staf dan seluruh Sekretaris Senior.
Mereka yang mundur adalah Kepala Staf Kepresidenan Chung Jin-suk, Penasihat Keamanan Nasional Shin Won-sik, serta Kepala Staf untuk Kebijakan Sung Tae-yoon. Lalu ditambah tujuh penasihat senior lain.
Pada Rabu, 4 Desember 2024, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol sudah bertemu dengan Perdana Menteri Han Duck-soo dan elit Partai Kekuatan Rakyat (PPP).
Mengutip Antaranews, Perdana Menteri Korsel, elit PPP Han Dong-hoon, dan pemimpin Fraksi Choo Kyung-ho berada di Kantor Presiden guna menyikapi mosi pemakzulan yang diajukan pihak oposisi.
Editor: Abdul Fatah


