Jakarta, Arina.id—Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pesantren secara serentak dimulai hari ini Senin (4/8/2025) di seluruh Indonesia. Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Kedoya, Jakarta Barat salah satunya.
Para santri menjalani pemeriksaan darah, mata, telinga, gigi, dan tekanan darah. Totalnya, ada 14 jenis pemeriksaan yang telah sediakan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menuturkan bahwa program CKG bukan hanya sekadar teori dan janji Presiden RI Prabowo Subianto saat kampanye.
"Ini bukti bahwa pemerintah hadir dari seluruh pelosok dan seluruh lapisan masyarakat," ucap Menag dalam konferensi pers.
Ia menegaskan pesantren bisa menjadi model bagi lembaga pendidikan lainnya dalam hal pola hidup sehat, pemeriksaan berkala, dan manajemen gizi.
Namun, ia meminta perhatian perlu diperluas kepada wilayah pinggiran yang terdapat anak-anak sering kali mengalami kekurangan gizi, tidak memiliki akses olahraga yang teratur, dan kurang pengawasan kesehatan dari orang tua.
"Anak-anak di pesantren ini relatif lebih siap. Tapi anak-anak di pinggiran yang gizinya tidak terkontrol, olahraganya tidak teratur, dan orang tuanya tidak peduli, itu yang perlu mendapat perhatian," terangnya.
42 ribu pesantren, 4,6 juta santri
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Amien Suyitno menjelaskan bahwa saat ini terdapat lebih dari 352 ribu lembaga pendidikan keagamaan Islam di bawah koordinasi Kementerian Agama, dengan total santri mencapai lebih dari 12,7 juta jiwa.
Dari jumlah itu, terdapat lebih dari 42 ribu pesantren dengan sekitar 4,6 juta santri.
"Ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap kesehatan santri tidak bisa dianggap sepele. Pemeriksaan rutin seperti ini menjadi kebutuhan yang penting dan. mendesak," ujarnya.
Suyitno mengatakan, CKG di pesantren ini menunjukkan bahwa pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kesehatan santri yang tidak bisa dianggap sepele.
Suyitno memaparkan bahwa di Pesantren Ashiddiqiyah Jakarta terdapat sekitar 830 santri dari berbagai satuan pendidikan, seperti MA, Ma’had Aly, Madrasah Diniyah, dan Ma’had Aitam.
Ashiddiqiyah juga telah memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) aktif yang menjalankan fungsi pelayanan kesehatan dasar, edukasi hidup bersih, dan pemantauan kesehatan santri.
Editor: Kendi Setiawan


