Dark
Light
Dark
Light

Anak-anak di Gaza Alami Malnutrisi, Israel Jadikan Kelaparan sebagai Senjata

Anak-anak di Gaza Alami Malnutrisi, Israel Jadikan Kelaparan sebagai Senjata

Jakarta, Arina.id — Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) kembali menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza. Lebih dari satu juta anak-anak dilaporkan mengalami kelaparan parah akibat blokade berkepanjangan yang diberlakukan oleh Israel.

Menurut UNRWA, tindakan pembatasan terhadap bantuan kemanusiaan yang dilakukan Israel secara langsung menyebabkan penderitaan warga sipil, termasuk anak-anak. Lembaga tersebut menilai, kelaparan di Gaza bukanlah akibat dari kelalaian, melainkan strategi yang disengaja.

Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini mengungkapkan bahwa sejak dimulainya blokade, pihaknya tidak pernah mendapatkan izin untuk menyalurkan bantuan pangan ke Gaza. Padahal, UNRWA memiliki persediaan makanan di luar wilayah yang cukup untuk mencukupi kebutuhan seluruh penduduk Gaza selama tiga bulan.

"Sejak itu, tak satu pun bantuan kemanusiaan dari UNRWA diizinkan masuk ke Gaza," ujar Lazzarini, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Data UNRWA menunjukkan lonjakan signifikan kasus malnutrisi pada anak-anak di bawah usia lima tahun antara Maret hingga Juni tahun ini. Dalam rentang waktu tersebut, hampir 74.000 pemeriksaan status gizi dilakukan di berbagai fasilitas medis UNRWA. Hasilnya, sekitar 5.500 anak mengalami malnutrisi akut berat, dan lebih dari 800 anak tergolong dalam kondisi yang sangat kritis.

Kondisi ini bahkan telah merenggut nyawa. Seorang bayi dan seorang anak dilaporkan meninggal akibat kelaparan. Lazzarini juga menyampaikan bahwa banyak tenaga medis di Gaza kini jatuh sakit akibat kelelahan dan kurang asupan makanan.

“Dokter, perawat, dan petugas kesehatan kami mulai tumbang karena kelaparan dan keletihan,” ungkapnya.

Di tengah krisis yang memburuk, 25 menteri luar negeri dari berbagai negara bersama dengan perwakilan Uni Eropa menyerukan agar perang segera dihentikan. Mereka menyebut penderitaan rakyat Gaza telah mencapai titik nadir yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat bahwa sejak Oktober 2023, sedikitnya 67 anak meninggal dunia akibat kelaparan. Hingga hari ini, blokade total Israel terhadap wilayah tersebut telah berlangsung selama 103 hari tanpa jeda.

Sistem layanan kesehatan di Gaza pun berada di titik kritis. Selain terhambat oleh blokade, banyak fasilitas medis hancur karena serangan langsung dari militer Israel.

Penutupan akses perbatasan juga membuat pasokan bahan bakar, obat-obatan, serta alat medis tak bisa masuk ke wilayah yang terkepung itu.

Konflik berkepanjangan ini telah menewaskan sedikitnya 59.029 warga Palestina dan melukai lebih dari 142.135 lainnya.

Sementara itu, serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 menyebabkan sekitar 1.139 orang tewas di Israel, dan lebih dari 200 orang dilaporkan ditawan.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo