Jakarta, Arina.id—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menggelar Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026).
Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengatakan kegiatan tersebut diikuti ribuan calon jemaah haji dari wilayah Jabodetabek dan secara daring diikuti para calon jemaah haji diberbagai daerah.
"Hari ini kita mulai membuka secara nasional manasik haji untuk para calon jemaah haji kita di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan amanat dari undang-undang sekaligus amanat dari Perpres terkait Kementerian Haji dan Umrah,” kata Gus Irfan.
Menurut Gus Irfan, persiapan penyelenggaraan haji tahun ini telah memasuki tahapan pembekalan materi, meliputi fikih manasik haji serta pengetahuan menjaga kesehatan sebelum dan selama berada di Arab Saudi.
"Alhamdulillah secara umum panitia sudah siap, tinggal penambahan pembekalan. Kita siapkan materi fikih tentang manasik haji dan juga bagaimana menjaga kesehatan baik selama di Indonesia maupun di Tanah Suci,” ujarnya.
Ia menekankan, aspek kesehatan menjadi salah satu fokus penting agar jemaah mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan baik.
"Itu yang menjadi bekal jemaah supaya secara fisik mereka sehat dan secara mental siap,” imbuhnya.
Gus Irfan menjelaskan, jumlah jemaah haji reguler tahun ini mencapai 203.320 orang, sedangkan jemaah haji khusus sebanyak 18 ribu orang. Ia meminta seluruh Puskes Jemaah Haji untuk terus memantau kondisi kesehatan calon jemaah.
"Jemaah haji harus siap mental secara fikih, siap fisik karena haji adalah ibadah yang memerlukan kesiapan fisik,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menyebut biaya penyelenggaraan haji tahun ini menjadi yang termurah di kawasan Asia Tenggara.
"Ini satu kenikmatan bagi bapak-ibu yang mendapatkan berkah bisa pergi haji tahun ini,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menambahkan, seluruh aspek pemberangkatan telah disiapkan dengan baik, mulai dari penggunaan kartu Nusuk hingga prosedur di bandara.
"Sebanyak 1.600 petugas haji juga telah dilatih secara disiplin dengan pola semi militer untuk memastikan pelayanan terbaik bagi para jemaah," imbuhnya.
Editor: Suci


