Jakarta, Arina.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Rapat Koordinasi bersama seluruh pengurus lembaga dan badan otonom (banom) di lingkungan NU di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025).
Sekretaris Jenderal PBNU Amin Said Husni menyatakan pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menindaklanjuti arahan Forum Silaturahim para Kiai sepuh di Ploso yang meminta seluruh jajaran NU tetap fokus menjalankan tugas masing-masing, meski organisasi tengah dilanda persoalan.
"Menindaklanjuti arahan itu, kami mengundang seluruh pimpinan banom dan lembaga untuk memastikan semuanya kembali pada tugas utamanya," ujar Amin saat ditemui seusai pertemuan.
Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla menyebutkan, rapat koordinasi badan otonom (banom) yang tertutup hari ini juga tetap berlangsung dengan surat undangan yang ditandatangani langsung oleh Gus Yahya.
"Ya ini Gus Yahya tetap berjalan dan bekerja sebagai ketua umum. Yahya bekerja seperti biasa, tidak ada pengaruh apa pun lah dari keadaan politik sekarang ini ya," ujar Gus Ulil.
Sebelumnya, sejumlah kiai sepuh Nahdlatul Ulama berkumpul di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur pada Minggu, 30 November 2025. Mereka bertemu menanggapi kegaduhan di internal PBNU sekarang ini.
Dalam pertemuan yang diprakarsai oleh KH Anwar Manshur (Lirboyo) dan KH Nurul Huda Djazuli (Ploso) itu, berharap agar dua kubu yang berseteru bisa segera Islah. Seperti disampaikan Kiai Ubaidillah Shodaqoh, pertemuan tersebut bentuk keprihatinan mendalam.
"Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama saat ini dan berharap bisa segera terjadi ISLAH," kata Kiai Ubaidullah Shodaqoh dikonfirmasi Arina.id.
Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama mengajak seluruh Nahdliyin untuk mendoakan persoalan ini lekas rampung dengan maslahat.
"Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama mengimbau warga NU agar memperbanyak taqarrub kepada Allah SWT, seraya memohon agar persoalan yang terjadi di PBNU segera memperoleh jalan keluar terbaik yang paling maslahat," jelasnya.
Forum yang digelar secara hibrid itu dihadiri oleh 10 masyayikh, yakni KH Anwar Manshur (Lirboyo), KH. Nurul Huda Djazuli (Ploso), KH Abdul Hannan Ma’shum (Kwagean), KH Abdullah Kafabihi Mahrus (Lirboyo), KH Ubaidillah Shodaqoh (Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah), dan KH Kholil As’ad (Situbondo).
Sementara lainnya hadir secara daring, yakni KH Ma'ruf Amin (Jakarta), KH Said Aqil Siroj (Jakarta), dr Umar Wahid (Jakarta, via Zoom), dan KH Abdulloh Ubab Maimoen (Sarang).
Editor: Muhammad Taufiq


