Pasukan tentara Israel terus menggempur hampir seluruh kota di Lebanon, termasuk serangan di Nabatieh, kota penting di Lebanon selatan yang terletak 12 kilometer dari perbatasan Israel.
Media resmi Lebanon menyebutkan pesawat tempur Israel melakukan serangan yang menargetkan pusat pasar kota Nabatieh pada Sabtu (12/10/2024). Pada pekan lalu, tentara Israel memerintahkan agar penduduk setempat meninggalkan kota tersebut.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengecam Hizbullah dan bersumpah akan “menjadikan Lebanon seperti Gaza”. Netanyahu juga terus mengerahkan lebih banyak pasukan ke Lebanon dan memerintahkan orang-orang di selatan dan sebagian pinggiran ibu kota Beirut untuk mengungsi.
Setahun Konflik Israel-Hizbullah Lebanon
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut, selama setahun terakhir konflik Israel dan Hizbullah, sedikitnya 2.255 warga Lebanon meninggal, dan melukai lebih dari 10.000 orang. Selain itu, otoritas Lebanon mengatakan, lebih dari 1,2 juta orang telah mengungsi. Serangan Israel juga telah merusak beberapa desa di Lebanon selatan dan kawasan utama di Beirut.
Perang yang terjadi antara Israel dan Hizbullah telah berlangsung sejak 8 Oktober 2023. Hizbullah pertama kali melancarkan serangan terhadap Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina yang terjebak di Jalur Gaza saat Israel melancarkan perang di daerah kantong tersebut.
Sementara itu, Israel telah melancarkan lebih dari empat kali lebih banyak serangan terhadap Lebanon daripada yang dilakukan Hizbullah terhadap Israel, dengan jumlah sedikitnya 9.891 serangan.
Hizbullah, yang dibentuk pada tahun 1982 untuk melawan invasi dan pendudukan Israel di Lebanon selatan, mengatakan akan berhenti menyerang Israel jika serangannya terhadap Gaza dihentikan.
Hizbullah adalah kelompok pejuang nonpemerintah yang paling tangguh di wilayah Lebanon. Mereka berperang selama 34 hari melawan Israel pada tahun 2006 yang secara luas dipandang sebagai kegagalan strategi militer Israel.
Menurut Armed Conflict Location and Event Data (ACLED), setidaknya ada 12.054 serangan terjadi antara Israel dan Hizbullah serta kelompok bersenjata lainnya di Lebanon dari 7 Oktober 2023 hingga 4 Oktober 2024. Sekitar 82 persen (9.891) dari serangan ini dilakukan oleh Israel, yang menewaskan sedikitnya 1.562 orang di Lebanon.
Sementara, Hizbullah dan kelompok bersenjata lainnya melancarkan 2.163 serangan dan menewaskan sedikitnya 33 warga Israel.
Selain Hizbullah, pihak lain yang terlibat dalam serangan terhadap Israel adalah pasukan al-Fajr, Brigade Qassam, sayap militer Hamas dan Brigade al-Quds, sayap militer jihad Islam Palestina— keduanya merupakan sayap bersenjata kelompok Palestina yang bermarkas di Lebanon.
Dalam kurun waktu dua pekan, dari 20 September hingga 4 Oktober, telah terjadi hampir 2.000 serangan antara Israel dan Lebanon. Jumlah ini merupakan seperenam dari total serangan sejak 8 Oktober 2023.
Editor: Muhammad Zunus


