Jakarta, Arina.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa menjelaskan alasan Kongres Ke-18 Muslimat NU kali ini mengusung tema Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban.
Muslimat NU, kata Khofifah, ingin menggerakkan anggota dan pengurusnya untuk meneduhkan peradaban. Dia menegaskan, peran ibu sangat penting dalam meneduhkan peradaban.
"Kita ingin membuktikan hadirnya Muslimat sebagai peneduh peradaban bangsa dan dunia. Bila ibu-ibu baik, maka dunia akan baik, tentu harus disertai dengan bapak yang baik pula," ujar Khofifah dalam sambutannya di Jatim Expo Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (10/2/2025).
Selanjutnya, menurut Khofifah, merawat tradisi adalah fondasi penting untuk menciptakan masyarakat yang kuat dan berbudaya tinggi, yang juga meneguhkan jati diri bangsa. Dengan demikian, harkat dan martabat bangsa akan semakin kuat.
Khofifah juga menyoroti pentingnya menguatkan kemandirian sebagai salah satu elemen terpenting dalam membangun masyarakat dan bangsa.
"Kemandirian dengan memperkuat sosial ekonomi keluarga dapat mewujudkan kemandirian bangsa dan negara, agar dapat bersanding dan bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah melaporkan pencapaian Muslimat NU. Antara lain mendirikan 209 panti asuhan, 111 layanan kesehatan termasuk 49 rumah sakit, klinik utama, dan klinik pratama, 72.492 majelis taklim, serta ribuan taman kanak-kanak (TK) dan sarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berada di bawah koordinasi dan binaan Muslimat NU.
"Kami membina 72.492 majelis taklim se-Indonesia, termasuk PCI Muslimat NU, 16.000 Taman Pendidikan Al-Qur'an, dan 9.800 TK/RA," jelas Khofifah.
Acara ini juga dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, serta jajaran syuriah dan tanfidziyah PWNU Jawa Timur.
Hadir juga ribuan kader dan pengurus Muslimat di Indonesia maupun cabang istimewa.
Presiden RI Prabowo Subianto, beserta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, tampak hadir di tengah arena pembukaan Kongres, bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju. Di antaranya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, dan Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Editor: Kendi Setiawan


