Dark
Light
Dark
Light

Saat Modi Ngambek dan Cueki Trump, Ditelepon Empat Kali Emoh Jawab

Saat Modi Ngambek dan Cueki Trump, Ditelepon Empat Kali Emoh Jawab

Arina.id - Kemelut hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan India memasuki babak baru pasca-ancaman kenaikan tarif dari Trump ke Narendra Modi. Terbaru, Presiden AS Donald Trump dicueki oleh Perdana Menteri India Narendra Modi.

Dalam beberapa minggu terakhir, Modi dikabarkan tidak pernah mengangkat empat kali telepon dari Trump. Hal ini dilaporkan surat kabar Frankfurter Allgemeine Zeitung. Penyebabnya kemungkinan besar terkait dengan kebijakan AS yang memaksakan tarif antara 25% sampai 50% untuk barang-barang India.

Trump bahkan menyebut ekonomi India telah mati. "Ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa Modi merasa dihina," demikian Frankfurter Allgemeine Zeitung menulisnya.

Media online TASS kemudian menyebut penolakan Modi terhadap telepon Trump menunjukkan kalau PM India benar-benar merasa jengkel, ngambek dengan apa yang telah dilakukan oleh presiden AS.

Surat kabar tersebut juga mencatat cara pandang Trump terhadap India sangat berubah, terutama karena pernyataannya tentang rencana meningkatkan hubungan dengan Pakistan.

Padahal sebelumnya antara India dan Amerika Serikat sempat mendiskusikan perjanjian dagang skala besar pada bulan Februari 2025, setelah kunjungan Modi ke Washington. 

Dua negara tersebut sama-sama ingin meningkatkan perdagangan tahunan menjadi USD $ 500 miliar pada 2030. Dokumen tersebut diharapkan ditandatangani pada musim gugur. 

Saat itu delegasi India melakukan beberapa kunjungan ke Washington untuk mengadakan pembicaraan mengenai dokumen tersebut. Diskusi terkait perekonomian itu dijadwalkan bakal digelar pada 25 Agustus 2025, namun kini telah dibatalkan.

Pada 6 Agustus, AS menaikkan tarif untuk barang-barang India sebesar 25% hingga 50%, setelah Modi bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin beberapa waktu lalu untuk kesepakatan pembelian produk minyak Rusia oleh New Delhi. 

Trump mengkritik negara Asia Selatan itu karena selalu membeli sebagian besar peralatan pertahanan dari Rusia dan menjadi pembeli energi terbesar Rusia, setelah Cina. Ia kemudian mengancam bakal menaikkan tarif barang-barang India dan bakal diterapkan pada 27 Agustus 2025 ini.

Kementerian Luar Negeri India berang, kemudian balik menyerang kritik dari AS dan sejumlah negara Uni Eropa itu sebagai tindakan tidak benar sebab mencampuri urusan dalam negeri negara lain.  


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo