Jakarta, Arina.id—Banjir Bandang yang melanda tiga wilayah India, Pakistan, dan Nepal telah menewaskan ratusan orang.
Badan Manajemen Bencana Nasional mencatat lebih dari 300 orang di Pakistan Barat Laut tewas setelah dua hari diterjang hujan deras, sambaran petir, tanah longsor, banjir bandang dan runtuhnya bangunan menyebabkan bencana paling mengerikan dalam turunnya hujan tahun ini.
Ibu kota Pakistan, Islamabad, distrik Buner menjadi wilayah yang paling banyak terdampak. Setidaknya 207 nyawa melayang dan lainnya masih hilang. Hujan lebat diperkirakan akan turun di Pakistan hingga awal September.
Dilansir Reuters, Otoritas setempat, Syed Muhammad Tayyab Shah mengatakan bahwa pemanasan global telah mengubah pola musim hujan tahunan, mendorongnya sekitar 100 km ke barat dari jalur normalnya.
Tak hanya terjadi di Pakistan, di India dan Nepal juga terkena dampak parah akibat hujan lebat dan banjir selama seminggu terakhir. Sebanyak 60 orang tewas, 100 orang terluka dan 200 lainnya hilang.
Tanah longsor dan banjir bandang menggenangi desa Chasoti pada hari Kamis, menghanyutkan para peziarah yang berkumpul untuk makan siang sebelum mendaki bukit menuju situs keagamaan populer, dalam bencana kedua di Himalaya dalam kurun waktu kurang dari seminggu.
Menteri Jammu dan Kashmir Omar Abdullah mengatakan pegunungan Himalaya rawan banjir dan tanah longsor, tetapi beberapa ilmuwan mengatakan intensitas dan frekuensi kejadian ini meningkat karena perubahan iklim.
"Alam telah menguji kita. Dalam beberapa hari terakhir, kita harus menghadapi tanah longsor, hujan deras, dan bencana alam lainnya," ujarnya.
Di Nepal, sedikitnya 41 orang tewas, 21 orang hilang dan 121 orang terluka akibat banjir, hujan lebat, tanah longsor dan hujan es sejak hujan monsun awal dimulai pada bulan Juni tahun ini.
Editor: Kendi Setiawan


