Jakarta, Arina.id—Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mendorong penambahan jumlah petugas haji perempuan untuk mengimbangi komposisi jemaah haji yang didominasi perempuan pada penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.
Hal tersebut disampaikan Atalia saat Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kota Medan, Sumatera Utara, untuk menggali masukan terkait kesiapan penyelenggaraan ibadah haji sekaligus mengevaluasi pelayanan kepada jemaah.
Atalia menyebutkan, dari sekitar 5.913 jemaah haji asal Sumatera Utara, sekitar 3.300 merupakan perempuan, sedangkan jemaah laki-laki sekitar 2.500 orang.
Menurutnya, komposisi tersebut perlu diimbangi dengan ketersediaan petugas haji perempuan yang memadai agar kebutuhan khusus jemaah perempuan dapat ditangani dengan baik selama penyelenggaraan ibadah haji.
“Kami mendorong agar dari sisi pendampingan untuk ibadah haji, khususnya petugas haji dan juga pendampingan ibadah, mudah-mudahan bisa ditambah dari komposisi jumlah perempuannya,” ujar Atalia, dikutip dari laman DPR RI.
Ia menjelaskan, pada penyelenggaraan ibadah haji 2026, sekitar 55 persen jemaah merupakan perempuan. Sementara itu, komposisi petugas haji perempuan berada di kisaran 33 persen.
“Kita berharap mudah-mudahan tahun ini tidak ada pengurangan, bahkan harusnya lebih banyak dari itu, karena kita tahu dari tahun ke tahun komposisi perempuan yang akan berangkat ternyata lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki,” jelas legislator Fraksi Partai Golkar tersebut.
Atalia menilai keberadaan petugas haji perempuan penting untuk memberikan pendampingan kepada jemaah perempuan, termasuk dalam menangani kebutuhan-kebutuhan khusus selama berada di Tanah Suci.
Ia menegaskan, masukan yang diperoleh Komisi VIII dalam kunjungan kerja tersebut akan menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI dan bahan evaluasi untuk mendorong kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.
Editor: Suci


