Jakarta, Arina.id—Indekstat merilis hasil survei tingkat kepuasan publik terhadap 16 bulan jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hasilnya, 79,2 persen masyarakat merasa puas. Namun persoalan ekonomi masih menjadi isu paling mendesak untuk diselesaikan.
Survei nasional bertajuk Kinerja Pemerintah dan Program Kerja Prabowo Gibran dengan rentang pengumpulan data pada 11–25 Januari 2026 ini dilakukan terhadap 1.200 responden di 38 provinsi secara proporsional dengan margin of error (MoE) sebesar 2,9%.
Direktur Indekstat, Ali Mahmudin mengungkapkan bahwa sebanyak 63,8 persen responden menyatakan permasalahan ekonomi adalah isu paling mendesak yang harus segera diselesaikan oleh pemerintahan saat ini. Angka ini jauh mengungguli persoalan sosial keamanan (10,8%), politik hukum (10,8%), pendidikan (5,3%), dan pertanian (3,2%).
''Isu ekonomi masih menjadi isu dominan yang dirasakan masyarakat (63,8%). Jika dilihat lebih dalam, di antaranya adalah kesulitan mencari pekerjaan, meningkatnya angka kemiskinan, dan mahalnya harga kebutuhan pokok," terang Ali.
Ali menuturkan persoalan lapangan pekerjaan dan tingginya angka pengangguran ini bukan hal baru, melainkan pekerjaan rumah (PR) utama yang terus berlanjut sejak era pemerintahan Jokowi dan Ma'ruf Amin pada periode 2019-2024 lalu.
"Permasalahan yang berkaitan dengan lapangan pekerjaan dan pengangguran masih menjadi PR utama bagi pemerintah, bahkan sejak era pemerintahan Jokowi-Ma’ruf pada periode 2019-2024 lalu," kata Ali.
Namun catatan Indekstat setelah 16 bulan pemerintahan Prabowo–Gibran berjalan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah berada di angka 79,2 persen.
Menariknya, capaian ini hampir menyamai tingkat kepuasan pemerintahan Jokowi–Ma’ruf Amin pada akhir masa jabatannya di Januari 2024, yang berada di kisaran 78,8 persen.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai merasakan dampak dari program-program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis.
Namun, Ali mengingatkan bahwa masih ada gap sebesar 3,4 persen antara tingkat keyakinan dan tingkat kepuasan publik.
"Artinya, sebagian masyarakat masih menaruh kepercayaan tinggi terhadap arah pemerintahan, tetapi belum sepenuhnya puas dengan pelaksanaan program di lapangan," ujarnya.
Secara keseluruhan, Ali memaparkan di balik jeratan masalah ekonomi, masyarakat tetap menaruh harapan besar. Survei Indekstat mencatat persepsi kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran menyentuh skor 79,2 persen.
Tingkat kepuasan tertinggi untuk kategori sangat puas/puas berada di wilayah Kalimantan (96,66%), wilayah Sulawesi (95,28%), dan wilayah Maluku-Papua (93,16%). Sementara itu, wilayah lain menunjukkan angka yang masih cukup baik, yaitu wilayah Jawa (88,97%), wilayah Sumatera (86,72%), dan wilayah Bali-Nusa (85,76%).
Meski dihantui isu pengangguran, pemerintah bukannya tanpa upaya. Indekstat membedah tingkat kepentingan, kinerja, dan kepuasan masyarakat terhadap program-program pemerintah secara komposit. Hasilnya, program yang menyasar langsung pada penyiapan tenaga kerja justru mendapat apresiasi tertinggi.
"Kinerja program tertinggi diraih oleh Pemagangan Nasional dengan skor 80,24. Program ini juga meraih tingkat kepuasan paling tinggi dengan skor 80,86. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat haus akan program yang bisa langsung menjembatani mereka ke dunia kerja,” papar Ali.
Editor: Suci


