Dark
Light
Dark
Light

Misa Paskah, Uskup Kardinal Suharyo Ajak Umat Tobat Ekologis

Misa Paskah, Uskup Kardinal Suharyo Ajak Umat Tobat  Ekologis

Jakarta, Arina.id—Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Ignatius Kardinal Suharyo, menyerukan pentingnya pertobatan ekologis sebagai respons atas krisis lingkungan yang kian mengkhawatirkan. Seruan tersebut disampaikan dalam Misa Paskah di Gereja Katedral Jakarta, Minggu (5/4).

Ia menegaskan bahwa kerusakan bumi tidak semata persoalan teknis lingkungan, melainkan berakar dari krisis moral manusia, terutama sikap serakah dan menurunnya solidaritas terhadap sesama.

"Selama masih ada yang serakah, tidak ada yang solider dengan sesamanya atau solidaritas itu berkurang, kerusakan bumi ini adalah akibat dari semuanya itu. Maka ekologi integral atau pertobatan ekologis itu artinya adalah pertobatan moral, hati nurani. Itu yang paling penting,” ujarnya.

Menurut Kardinal Suharyo, pertobatan ekologis menuntut perubahan sikap batin manusia dalam memandang dan memperlakukan alam. Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus lahir dari kesadaran iman, bukan sekadar kewajiban sosial.

Konsep tersebut sejalan dengan ajaran Paus Fransiskus tentang ekologi integral, yang memandang dunia sebagai satu kesatuan utuh, mencakup dimensi lingkungan, sosial, dan spiritual.

"Kata kuncinya adalah ekologi integral. Jadi, ekologi integral itu bukan sekadar masalah listrik, air, sampah, pohon, bukan hanya itu. Ekologi integral itu adalah ekosistem dunia. Kalau orang serakah, orang serakah ya, namanya saja tidak bagus,” tegasnya.

Seruan ini menjadi semakin relevan di tengah kondisi lingkungan Indonesia yang kian memprihatinkan. Berdasarkan, Indonesia Environment & Energy Center, Indonesia menghadapi krisis lingkungan serius dengan laju deforestasi netto mencapai 175.400 hektare pada 2024 dan lebih dari 60% sungai tercemar. Sebanyak 65,4% wilayah kabupaten/kota darurat sampah, dengan timbunan mencapai 38,6 juta ton pada 2024. Kerusakan ini memicu ribuan bencana ekologis tahunan seperti banjir dan kebakaran hutan. 

Pada 2024, produksi sampah mencapai 38,6 juta ton. Sebanyak 336 kabupaten/kota (65,4%) dikategorikan darurat sampah, terutama di Pulau Jawa.

Sekitar 30% dari 2,5 juta hektar terumbu karang mengalami kerusakan, mengancam keanekaragaman hayati dan produksi perikanan. Selain itu, lebih dari 60% sungai besar berada dalam kategori tercemar sedang hingga berat.

Sepanjang 2018, terdapat 410 konflik agraria yang berdampak pada kerusakan lingkungan seluas 807.177 hektar. Hal ini memicu 2.925 kejadian bencana alam pada 2020 banjir, tanah longsor, kebakaran hutan.


Editor: Suci
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo