Bila kalian mendengar nama aktor bela diri legendaris Bruce Lee, pastinya salah satu hal yang berbesit adalah seni bela diri Wing Chun. Seni bela diri ini sering dipertontonkan oleh Bruce Lee dalam film-film laga yang dia perankan. Hal yang paling menonjol dari seni bela diri asal Tiongkok ini adalah kecepatan serangan serta ketangkasan dalam mematikan pergerakan lawan.
Bila dirunut lagi, tentu kalian tahu film asal Hong Kong yang berjudul Ip Man. Ya, film yang dibintangi aktor laga Hong Kong Donnie Yen tersebut, menceritakan seorang ahli ilmu bela diri Wing Chun bernama Ip Man. Ip Man merupakan guru Bruce Lee dalam mempelajari bela diri Wing Chun dan dikenal memiliki gerakan-gerakan yang indah tanpa terlihat kekuatan kekarnya.
Seni bela diri Wing Chun sendiri merupakan salah satu genre Kung Fu kontemporer yang terus disempurnakan dan diadaptasi selama ratusan tahun. Wing Chun dianggap sebagai salah satu dari tiga gaya seni bela diri terhebat di Tiongkok dan makin populer ke seluruh dunia seiring berbagai kampanye, termasuk melalui film. Hal itu turut menjadi faktor berkembangnya bela diri Wing Chun di Indonesia.
Dikutip dari laman Akademi Wing Chun Internasional, seni bela diri Wing Chun diperkenalkan biarawati Buddha, Ng Mui dari Kuil Shaolin, pada masa Dinasti Qing (1644-1912). Menurut kepercayaan masyarakat China, Ng Mui menemukan inspirasi setelah menyaksikan pertarungan antara bangau dan hewan pengerat besar, di mana bangau tersebut mampu menghalau serangan hewan pengerat dengan menggunakan sayap dan kakinya untuk menyerang dan bertahan secara bersamaan.
Ng Mui kemudian menamai gaya barunya itu dengan istilah Wing Chun, yang diterjemahkan sebagai 'musim semi abadi', setelah salah satu murid terbaiknya, Yim Wing Chun, menggunakan tekniknya untuk membela diri dari serangan yang tidak diinginkan.
Wing Chun sangat berbeda dari aliran Kung Fu lain pada masa itu, baik dari sisi teori, struktur gerakan, dan cara menghasilkan kekuatan. Meski terinspirasi dari pertarungan bangau, akan tetapi pada faktanya tidak didasarkan pada peniruan (seperti meniru gerakan hewan secara langsung), tetapi menekankan pada hukum alam dan ilmiah, menghilangkan gerakan yang tidak diperlukan, dan menghasilkan kekuatan dengan cara efisien.
Selama bertahun-tahun, Wing Chun tidak begitu populer sehingga oleh Yim Wing Chun aliran seni bela diri ini hanya diajarkan kepada sejumlah murid yang berdedikasi. Yim Wing Chun mengajarkannya kepada suaminya, Leung Bok Chau, yang kemudian meneruskan ilmunya kepada Leung Yee Tai dan Wong Wah Bo. Leung Yee Tai kemudian mengajar Leung Jan, yang kemudian mengajar putranya, Leung Bik, dan Chan Wah Shun. Kedua praktisi inilah mengajarkan Yip Man (nama lahirnya Ip Kai-Man), yang kemudian menjadi legenda di kalangan seni bela diri Wing Chun dan masih dibicarakan hingga saat ini.
Grandmaster Yip Man dipuji karena telah menyelamatkan Wing Chun dari kehancuran dalam Revolusi Kebudayaan Tiongkok dengan bermigrasi ke Hong Kong pada tahun 1948, dan memperkenalkan gaya tersebut kepada masyarakat umum. Yip Man terkenal sebagai guru dan petarung yang tak terkalahkan, ia bahkan dianggap petarung yang telah menyempurnakan sistem Wing Chun.
Berkembang di Indonesia
Perkembangan Wing Chun di Indonesia sebenarnya tak lepas dari sosok Martin Kusuma. Ia adalah pelatih tim nasional Wing Chun Indonesia yang membawa Indonesia berprestasi. Seperti dilansir dari laman wingchun-jakarta.com, Sifu Martin Kusuma lahir di Pontianak pada 1971. Ia merupakan murid Bai Shi dari GM atau Guru Besar Samuel Kwok yang merupakan generasi ke-4 dari Wing Chun tradisional keluarga Ip Man.
Pada perkembangan berikutnya, seni bela diri Wing Chun di Indonesia terus menyebar dan populer di kalangan masyarakat, hingga bermunculan komunitas-komunitas Wing Chun di berbagai daerah di Indonesia. Puncaknya pada 28 September 2020, Federasi Wing Chun Indonesia telah secara resmi diakui sebagai Associate Partner dari World Urban Campaign UN Habitat.
Sejak 2021, Federasi Wing Chun Indonesia memberikan mandat kepada Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama RI) sebagai Ketua Umum. Dan pada Kejuaraan Dunia Wing Chun 2022 yang diselenggarakan oleh induk organisasi Wing Chun dunia, Ving Tsun Athletic Association (VTAA) di Hong Kong, Indonesia berhasil menjadi juara umum.
Kejuaraan tersebut mempertemukan 11 negara dari seluruh dunia, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Myanmar, Jepang, Macau, Taiwan, Hong Kong, Tiongkok, Inggris, Prancis, dan Spanyol. Pada kejuaraan dunia tersebut, Indonesia menerjunkan 22 atlet yang meraih status juara umum dengan perolehan lima medali emas, enam perak, dan delapan perunggu. Para atlet tersebut bertanding dalam sejumlah nomor pertandingan baik tingkat junior maupun senior, dengan kategori Siu Lim Tao, Chum Kiu, dan Biu Gee.
Federasi Wing Chun kembali menyerahkan tampuk ketua umum kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk periode 2023-2027. Sebelumnya Menag Yaqut ditetapkan sebagai ketum olah raga bela diri ini periode 2021-2023.
Pada Selasa, (5/9/2023) kemarin, mandat Ketua Umum Federasi Wing Chun Indonesia kembali dipercayakan kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Penyerahan mandat diserahkan Sekretaris Jenderal Federasi Wing Chun Indonesia, Maulana Zaenal bersama Pembina King Yuwono, jajaran pengurus dan atlet di Kantor Kemenag, Jalan Lapangan Banteng Barat No 3-4 Jakarta.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sekaligus Ketua Umum Federasi Wing Chun Indonesia menyatakan komitmennya membangun Wing Chun yang lebih maju dan diperhitungkan, serta menyiapkan beasiswa bagi atlet berprestasi.
"Saya optimis Federasi Wing Chun Indonesia akan terdaftar sebagai anggota KONI. Ini komitmen saya Wing Chun diakui. Saya minta segera inventarisir atlet-atlet berprestasi Wing Chun agar mereka bisa mendapat beasiswa. Tetap semangat," tegas Gus Men, sapaan akrabnya.
Sekjen Federasi Wing Chun Maulana Zaenal mengatakan selain menyampaikan laporan, pertemuan kemarin itu adalah untuk menyerahkan mandat ketua umum dari seluruh pengurus Federasi Wing Chun Indonesia kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
"Gus Yaqut sebagai Ketum Federasi Wing Chun Indonesia berakhir masa jabatannya pada 18 September 2023. Nah, pada 27 Agustus 2023 semua pengurus provinsi sepakat secara aklamasi mengangkat kembali Gus Yaqut sebagai ketua umum untuk periode 2023-2027," ujar Sekjen Maulana Zaenal.
"Di masa kepemimpinan Gus Yaqut, Federasi Wing Chun Indonesia alhamdulillah berkembang cukup pesat. Kami berharap di periode kedua ini bisa lebih maju lagi dan memiliki pengurus di seluruh provinsi di Indonesia. Begitu juga dengan keanggotaan Federasi Wing Chun di KONI," sambungnya.
Federasi Wing Chun Indonesia berasosiasi dengan induk organisasi Wing Chun dunia, yakni Ving Tsun Athletic Association (VTAA) Hong Kong. VTAA adalah organisasi independen dan tidak bernaung di bawah kendali cabang olahraga apa pun.
Hingga saat ini, lanjutnya, Timnas Wing Chun Indonesia masih menyandang juara umum pada Kejuaraan Wing Chun Dunia yang digelar pada 2022 lalu.
Ia menambahkan, pada 11-12 November 2023, Federasi Wing Chun Indonesia akan menggelar kejuaraan nasional di Kota Semarang. Kejuaraan ini nantinya akan menyaring atlet-atlet nasional yang masuk ke Pelatnas untuk mengikuti kejuaraan dunia.
"Dengan pengkaderan dan penyaringan seperti itu Insya Allah prestasi atlet Wing Chun Indonesia tidak akan pernah goyah," tandasnya.
Editor: Muhammad Zunus


