Dark
Light
Dark
Light

China Siap Perkuat Kerja Sama Anggota BRICS Meski Ada Tekanan AS

China Siap Perkuat Kerja Sama Anggota BRICS Meski Ada Tekanan AS

Arina.id -- Pemerintah China tetap berkomitmen serta menyatakan kesiapan mereka untuk terus memperkuat kerja sama dengan para anggota BRICS. Kendati dalam saat bersamaan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bakal mengenakan tekanan tarif perdagangan terhadap aliansi ekonomi itu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Mao Ning selaku Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, pada Rabu (22/1/2025) di Beijing, China.

"China siap memperkuat kerja sama bisnis di berbagai bidang dengan negara-negara BRICS dan berperan lebih banyak demi kestabilan pertumbuhan ekonomi global," jelas Mao Ning, dikutip dari Antaranews.

Pernyataan Mao disampaikan sebagai tanggapan soal pernyataan ancaman yang dilontarkan Presiden AS yang baru, Donald Trump.

Usai resmi dilantik menjadi Presiden AS untuk periode ke-2 pada Senin (20/1/2025) lalu, Trump langsung melempar ancaman kepada BRICS. Ia berencana mengenakan tarif masuk hingga 100 persen terhadap aneka komoditas impor dari negara-negara anggota BRICS.

Hal tersebut bakal dilakukan jika kelompok BRICS tidak mencabut rencana mereka untuk menggunakan mata uang alternatif bikinan sendiri, yang berpotensi menyaingi dollar sebagai alat tukar perdagangan internasional.

Mata uang alternatif untuk perdagangan internasional santer terdengar ketika pertemuan puncak BRICS ke-16 di Kazan, Rusia, pada 22-24 Oktober 2024.

Ini merupakan konsep mata uang lokal yang tengah direncanakan negara anggota BRICS, berfungsi untuk perdagangan dan investasi antarnegara anggota.

Berdasar Deklarasi Kazan para anggota BRICS menyadari tentang pentingnya instrumen pembayaran lintas batas yang lebih cepat, berbiaya lebih rendah, lebih efisien, transparan, aman, dan inklusif. Meminimalisir hambatan perdagangan serta memastikan akses non-diskriminatif.

"Kami menyambut baik penggunaan mata uang lokal dalam transaksi keuangan antara negara-negara BRICS dan mitra dagang mereka. Kami mendorong penguatan jaringan perbankan koresponden dan memungkinkan penyelesaian dalam mata uang lokal," tulis Deklarasi Kazan.

Namun demikian terkait hal ini, Presiden Rusia Vladimir Putin menilai masih terlalu dini untuk pembicaraan lebih serius soal mata uang BRICS. Untuk saat ini hal tersebut belum menjadi tujuan utama BRICS.

BRICS adalah aliansi ekonomi yang dibentuk mulai 2006. Ada 5 anggota awal, yakni: Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan. Seiring waktu BRICS juga menerima anggota baru, yakni: Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, serta Indonesia.

 


Editor: A. Sentosa
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo