Dark
Light
Dark
Light

Geliat Pasar Tanah Abang Jelang Idul Fitri: Tren Busana Muslim 2025 hingga Perubahan Pola Belanja

Geliat Pasar Tanah Abang Jelang Idul Fitri: Tren Busana Muslim 2025 hingga Perubahan Pola Belanja

Jakarta, Arina.id – Idul fitri tinggal menghitung hari. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Pasar Tanah Abang—pusat grosir terbesar di Asia Tenggara ini kembali dipadati pengunjung yang berburu busana muslim dan perlengkapan Lebaran seperti mukena, sajadah, hingga sandal.

Pantauan Arina.id pada Selasa (25/3/2025) pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, kawasan ini ramai pengunjung, tak jarang beberapa jalan tersendat sebab banyaknya pengunjung yang hilir-mudik berbelanja.
Suara pedagang bersahut-sahutan menawarkan dagangan mereka. "Yuk, boleh dilihat, Kakak! Harga murah, kualitas oke, bahannya adem, boleh dicoba dulu!" seru para penjual di Pusat Grosir Central Tanah Abang (CTA).

Jika tahun lalu tren shimmer dan hijau sage menggema, kali ini muncul tren-tren baru. Tahun ini, busana muslim untuk Lebaran didominasi oleh desain yang lebih feminin dan sederhana. Salah satu tren yang banyak ditemukan di toko-toko Tanah Abang adalah outer berbahan lace. 

Outer ini modelnya menyerupai tunik panjang dengan aksen renda yang memberikan sentuhan elegan pada busana sederhana dipadukan dengan dress atau tunik untuk tampilan yang lebih anggun. Sedangkan untuk warna nuansa pastel dan earth-tone mendominasi pasar.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi mulai dari 200 ribu hingga 350 ribu untuk satu baju. Misalnya di Toko Ukhti  Fashionable, Blok A.

Sari, salah seorang pengunjung yang tengah memilah outer lace untuk seragam keluarganya mengaku tertarik dengan model ini setelah melihat tren fashion di Tiktok.

"Kemarin temanku beli baju model gini. Lagi ramai di Tiktok," kata Sari kepada Arina.id.

Naufa, pelayan toko membenarkan bahwa  sejak awal Ramadan banyak pengunjung yang membeli gamis outer warna-warna pastel serta earth-tone.

"Selain lace, brokat juga menjadi primadona. Lumayan sih banyak peminatnya," kata dia. 

Gamis berbahan brokat memberikan kesan mewah dan elegan, terutama dengan tambahan benang emas atau perak yang memperindah tampilan. Penggunaan brokat juga bisa mencakup seluruh dress atau dijadikan outer pendek seperti vest. Tak ayal digandrungi anak-anak muda.

Baju koko model lama banyak dicari 

Di sisi lain, baju koko tidak banyak berubah untuk tahun ini. Jasko masih menjadi favorit dengan variasi beragam dari material katun, linen, dan satin yang dibanderol dengan harga Rp 85 ribu hingga 300 ribuan. Model busana muslim lain seperti kemeja koko, jubah gamis, dan setelan kurta masih banyak dijajakkan.

Penjual baju koko, Eni mengatakan belum ada tren terbaru lebaran tahun ini hanya beda corak saja. "Pembeli umumnya masih banyak cari koko murah buat THR, biasanya yang harga Rp 50 ribu," ujarnya.

Ia mengatakan kondisi Tanah Abang sempat ramai pengunjung sebelum Ramadan, saat akhir pekan, dan ketika orang-orang menerima THR, hari-hari biasa sepi. 

Biasanya pembeli banyak yang mampir kiosnya. Peningkatannya pun bagus, apalagi kalau busana Muslim sudah musimnya, tiap akhir Ramadan. 

Namun jika dibandingkan tiga tahun lalu, penjualan baju tahun ini turun drastis. "Lima hari sebelum lebaran penjualan hanya meningkat 12 persen saja. Mungkin karena sudah ada toko online," kata oerempuan asal Sumatera itu.

Di tengah banyak pendapat ihwal lesunya bisnis retail saat ini, suasana di Pasar Tanah Abang masih tergolong masih cukup ramai. Pengunjung tampak berjejal di kios-kios yang ada. Para penjual pun tak kalah bersemangat dalam menjajakan barang dagangan mereka.

Salah satu penjual busana trendy (celana jeans) Asep berteriak-teriak menjajakan dagangannya kepada orang yang berlalu lalang di sekitar Los B lantai LG, Blok A Pasar Tanah Abang. 

Bersama dua orang rekannya, Asep melayani calon pembeli yang melihat-lihat celana jeans seharga Rp 65-100 ribu yang mereka jajakan.

Ia mengaku, jumlah pembeli di toko masih tergolong ramai. Pada hari-hari biasa, mereka dapat menjual sekitar 30 hingga 60 potong celana. "Kadang kalau akhir pekan sampai 200 potong celana," kata dia.

Tak semua toko bernasib sama, sebagian  toko sepi peminat. Saat berkeliling Tanah Abang, terlihat pelayan toko di Blok C tengah menjajakkan pakaian lewat online, live streaming di Shoppe dan Tiktok untuk menjangkau lebih banyak pembeli. 

Indah, salah satu pengunjung asal Depok mengatakan dirinya lebih memilih belanja langsung ke Tanah Abang ketimbang beli di platform online.

"Enggak tahu iya, kalau datang langsung banyak pilihan dan bisa lihat barangnya. Kalau online yang datang kadang enggak sesuai gambar," katanya.

Tak hanya di Pasar Tanah Abang, toko penjualan aneka serba Rp 35.000 per lembar juga ramai diserbu. Salah satunya toko serba 35 yang berada di Jalan KH Mas'ud Tridaya Tambun, Bekasi. 

Mahfud, salah satu pembeli punya alasan sendiri mengapa ia memilih ke toko serba Rp 35 ribu daripada toko lainnya. Menurutnya toko tersebut banyak pilihan dan harganya terjangkau.

"Kualitas pakaian juga enggak kalah bagus," pungkasnya.
 


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo