Arina.id - Presiden Prabowo Subianto sepulang dari lawatannya dari luar negeri segera menggelar rapat kabinet selama tiga jam di kediaman pribadinya Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu malam, 28 September 2025. Presiden membahas sejumlah program prioritas, antara lain soal Makan Bergizi Gratis (MBG), pangan, migas, dan perikanan.
Paling membetot publik tentu soal MBG yang dalam beberapa hari terakhir banyak pemberitaan kasus keracunan massal di sejumlah daerah. Dalam jumpa pers bersama wartawan, seperti dikutip dari Antara, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, khusus masalah MBG, beberapa jam setelah Prabowo tiba segera memberikan arahan-arahan yang teknis dan detail.
Arahan tersebut untuk menangani laporan sejumlah insiden keracunan agar tidak terulang ke depannya. "Kami melaporkan hasil rapat kami tadi siang dengan rencana perbaikan (MBG) ke depan terhadap tata kelola, dan di situ terus terang Bapak presiden dari kemarin memberikan petunjuk-petunjuk yang sangat detail, bahkan sangat teknis," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin 29 September 2025.
Ia melanjutkan, "(petunjuk) itu misalnya berkenaan dengan masalah kedisiplinan prosedur, terutama masalah kebersihan yang itu berkaitannya dengan masalah air. Beliau sangat concern karena dari beberapa sampel yang sudah selesai (diperiksa) itu salah satu penyebab utamanya adalah bakteri."
Sebelumnya, sejumlah insiden keracunan yang dialami siswa sekolah usai menyantap makan bergizi gratis terjadi di sejumlah lokasi, salah satunya di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kasus ini pun membetot perhatian publik dalam beberapa hari belakangan.
Berdasarkan data resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN), hingga 22 September 2025 tercatat 4.711 kasus keracunan makanan yang diduga berasal dari konsumsi paket MBG. Data tersebut dibagi ke dalam tiga wilayah; wilayah satu sebanyak (1.281 kasus), wilayah dua (2.606 kasus), dan wilayah tiga (824 kasus).
Sementara itu Presiden Praowo pada Sabtu, 27 September 2025, menyatakan kasus keracunan pada pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah sebagai masalah besar yang akan diatasi dengan baik. "Ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal. Tapi, saya juga yakin bahwa kita akan selesaikan dengan baik," katanya.
Prabowo mengatakan meski baru kembali dari kunjungan luar negeri selama tujuh hari, dirinya terus memantau perkembangan kasus tersebut. Ia menegaskan akan segera memanggil Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana bersama sejumlah pejabat terkait untuk membahas langkah penanganan.
Menurut Presiden, sejak awal pelaksanaan program MBG masih terdapat sejumlah kekurangan. Namun, Prabowo meyakini hambatan yang muncul dapat segera diperbaiki agar tujuan program dapat tercapai. Presiden juga meminta agar permasalahan ini tidak dipolitisasi dan menekankan bahwa MBG ditujukan untuk membantu anak-anak yang kesulitan mendapatkan makanan bergizi.
"Jangan sampai ini dipolitisasi. Tujuan makan bergizi adalah untuk anak anak kita yang sering sulit makan. Mungkin kita ini makan lumayan, mereka itu makan hanya nasi pakai garam. Ini yang harus kita atasi. Untuk memberi makan jutaan pasti ada hambatan, rintangan, ini kita atasi," kata Presiden.
Editor: Muhammad Taufiq


