Dark
Light
Dark
Light

Mantan Kapten Timnas Palestina Ditembak Israel Saat Antre Bantuan Makanan, Legenda MU: Pelenya Gaza

Mantan Kapten Timnas Palestina Ditembak Israel Saat Antre Bantuan Makanan, Legenda MU: Pelenya Gaza

Jakarta, Arina.id — Mantan Kapten Pemain Tim Nasional Sepak Bola Palestina Suleiman Al Obeid tewas ditembak tentara Israel saat menunggu bantuan kemanusiaan di Jalur Gaza selatan pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Al-Obeid menjadi salah satu pemain Palestina yang paling dikagumi selama lebih dari satu dekade.

Dia mencetak gol internasional pertamanya untuk Palestina saat melawan Yaman selama Kejuaraan Federasi Sepak Bola Asia Barat 2010.

“Selama karirnya yang panjang, Al-Obeid mencetak lebih dari 100 gol, menjadikannya salah satu bintang paling cemerlang di sepak bola Palestina,” dikutip dari situs Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA).

Pemain yang dijuluki dengan berbagai nama The Gazelle, Henry dari Palestina hingga Pelé dari Palestina itu merupakan ikon sepak bola Palestina di era 2000-an hingga 2010-an.

Ia juga mewakili tim nasional pada kualifikasi Piala Tantangan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) 2012 dan kualifikasi Piala Dunia 2014.

Al-Obeid memenangkan penghargaan Sepatu Emas Liga Premier Jalur Gaza selama tiga musim berturut-turut pada tahun 2016, 2017, dan 2018.

Pembunuhan ini mendapat reaksi dari pemain legenda Manchester United, Eric Cantona. Melalui unggahan di akun Instagram miliknya, Cantona mengecam tindakan keras Israel.

"Israel baru saja membunuh bintang tim nasional Palestina, Suleiman Al Obeid, saat menunggu bantuan di Rafah. Ia dijuluki 'Pelé Palestina," tulis Cantona.

Para pesepakbola Palestina telah menjadi sasaran langsung dalam serangan Israel di Gaza. Al-Obeid adalah anggota komunitas olahraga ke-662 yang tewas dalam serangan Gaza sejak awal perang. 

Sejak 7 Oktober 2023, Israel tidak hanya menghancurkan infrastruktur, rumah sakit, dan sekolah Gaza tetapi juga secara sistematis menargetkan sektor olahraga Palestina, pilar penting identitas nasional.

Dalam pernyataan yang dirilis pada 29 Juli 2025, Komite Olimpiade Palestina (POC) melaporkan bahwa pada bulan Juli saja, rezim Israel membunuh 40 atlet Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

"Setiap hari, babak baru tragedi olahraga Palestina terungkap. Para atlet ini tidak dibunuh di medan perang; mereka dibunuh saat mengejar anak-anak mereka atau mencari air dan obat-obatan. Perang kelaparan ini kini memburu para atlet, sama seperti yang terjadi pada para dokter dan warga sipil," demikian pernyataan tersebut.


Editor: Muhammad Zunus
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo