Dark
Light
Dark
Light

Kasus Campak Merebak, Kemenkes Minta Masyarakat Tidak Cium atau Gendong Bayi Saat Lebaran

Kasus Campak Merebak, Kemenkes Minta Masyarakat Tidak Cium atau Gendong Bayi Saat Lebaran

Jakarta, Arina.id—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Dinas Kesehatan setempat mengeluarkan imbauan keras untuk tidak menyentuh, mencium, atau menggendong bayi dan balita sembarangan, terutama saat momen silaturahmi Lebaran 2026. 

Hal ini menyusul lonjakan kasus campak di Indonesia yang berisiko tinggi menular dan menyebabkan kematian pada bayi. 

Bayi dan balita termasuk kelompok rentan, sehingga orang tua diminta menjaga kebersihan, membatasi interaksi fisik, serta segera memeriksakan anak jika muncul gejala seperti demam dan ruam merah.

"Kebiasaan menyentuh bayi saat berkumpul sebaiknya dikurangi atau dihindari. Pasalnya, bayi dan balita termasuk kelompok yang rentan tertular penyakit," ujar Pelaksana Tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni dikutip Minggu (15/3/2026).

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan jika terdapat anak yang menunjukkan gejala campak. Seperti demam dan ruam kemerahan pada kulit.

Si Kecil yang mengalami gejala tersebut sebaiknya segera dibawa ke fasilitas kesehatan dan tidak diajak ke tempat keramaian.

Selain itu, orang yang sedang sakit dianjurkan membatasi aktivitas di luar rumah serta menghindari pertemuan besar selama masa lebaran untuk mencegah penularan penyakit kepada orang lain.

Data Kementerian Kesehatan mengungkap sampai pekan ke-9 2026, kasus campak di Indonesia ada sebanyak 8.716 dengan dugaan 10.826. Pemerintah pun menggencarkan imunisasi di berbagai daerah untuk melakukan tindakan pencegahan lebih lanjut.

Pada pekan ke-9, terdapat penambahan sekitar 500 kasus. Hingga pekan ke-8 tahun 2026, tercatat 10.453 suspek campak dengan 8.372 kasus dan 6 kematian, dan pada pekan ke-7, terdapat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi dan 4 kematian.

Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus campak (Measles virus), dan menyebar melalui percikan saluran pernapasan (batuk, bersin, berbicara).

Gejala umumnya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah berair, dan ruam merah menyebar dari kepala ke seluruh tubuh.

Untuk menekan laju peningkatan kasus campak, pemerintah terus mendorong upaya pencegahan.

Misalnya melalui penguatan imunisasi campak-rubela (MR), edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, serta peningkatan sistem surveilans untuk merespons cepat jika terjadi lonjakan kasus di suatu wilayah.

Ciri terkena campak

Ciri khas campak adalah munculnya ruam di kulit penderitanya. Campak bisa menyerang segala umur, termasuk bayi. 

Selain ruam, berikut ini adalah beberapa gejala campak yang bisa terlihat pada bayi:

1. Demam

2. Batuk kering

3. Pilek

4. Sakit tenggorokan

5. Mata meradang (konjungtivitis)

6. Bintik putih kecil keabuan di dalam mulut, terutama pada lapisan dalam pipi, serta tenggorokan (bintik koplik).

Bayi bisa tertular campak apabila terpapar batuk, bersin, atau droplet dari orang yang terinfeksi. Bahkan, virus campak juga bisa menyebar melalui udara, dan bisa menularkan siapa saja dapat menghirupnya. 

Virus campak juga dapat menyebar di permukaan benda selama beberapa jam. Bayi bisa tertular virus campak apabila memasukkan jari ke dalam mulut dan hidung, atau mengucek mata setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus.


Editor: Suci
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo