Dark
Light
Dark
Light

Sosok Ibrahim Sjarief Assegaf, Menikah Muda dengan Najwa Shihab hingga Jadi Pengacara Terkemuka

Sosok Ibrahim Sjarief Assegaf, Menikah Muda dengan Najwa Shihab hingga Jadi Pengacara Terkemuka

Jakarta, Arina.id — Kepergian Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf pada hari ini, Selasa, 20 Mei 2025 mengejutkan banyak pihak, terutama kalangan hukum dan media.

Ibrahim dikenal sebagai pengacara kondang sekaligus suami dari jurnalis Najwa Shihab, meski sosoknya jarang tampil di depan publik namun memiliki pengaruh besar di balik layar.

Lahir pada tahun 1977 di Surakarta, Jawa Tengah, Ibrahim tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi pendidikan dan integritas. Ia menyelesaikan studi hukum di Universitas Indonesia pada 1997, kemudian meraih gelar Master of Laws (LL.M.) dari University of Melbourne, Australia, lewat beasiswa Australian Development Scholarship. Ia juga pernah menjadi peneliti tamu di Harvard Law School dalam Program Studi Hukum Asia Timur pada 2002–2003, mempertegas reputasinya sebagai ahli hukum berkaliber internasional. 

Ibrahim mengkhususkan minatnya pada tema perbankan dan keuangan, restrukturisasi usaha, restrukturisasi hutang serta pembangunan infrastruktur. Ia merupakan Partner di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners.

Sebagai praktisi terkemuka, Ibrahim disebut sebagai "Band 3” in Banking and Finance” oleh Chambers and Partners Asia Pacific pada 2017-2018.

Legal500 Asia Pacific menobatkannya dalam kategori Banking & Finance, Projects & Energy, Restructuring & Insolvency, dan Aviation pada periode yang sama. 

IFLR1000 menyebutnya sebagai Highly Regarded Lawyer dalam bidang Banking dan M&A (2016–2018), sementara Asialaw Leading Lawyers mengganjarnya predikat Leading Lawyer dalam berbagai kategori.

Keahliannya diakui secara internasional ia beberapa kali masuk daftar pengacara terbaik versi Chambers Asia-Pacific, IFLR1000, dan Asialaw Leading Lawyers.

Ibrahim juga menjadi salah satu pengajar hukum bisnis di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera. Ia adalah salah satu penggagas Justika, platform layanan hukum digital yang bertujuan mempermudah akses masyarakat terhadap bantuan hukum.

Ibrahim menikah dengan Najwa Shihab  pada 11 Oktober 1997 di Jakarta saat usianya relatif muda (20) tahun saat keduanya masih berstatus mahasiswa di Universitas Indonesia (UI).

Meskipun terbilang muda, Najwa Shihab mantap memilih Ibrahim Assegaf sebagai pendamping hidupnya. Restu dari sang ayah, Quraish Shihab, menjadi pelengkap kebahagiaan mereka, dengan satu syarat yang harus dipenuhi Najwa, yaitu menyelesaikan kuliahnya.

Pertemuan Najwa Shihab dan Ibrahim Assegaf berawal dari lingkungan kampus. Ibrahim Assegaf merupakan kakak angkatan Najwa Shihab di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Kedekatan mereka tumbuh seiring berjalannya waktu, hingga akhirnya Najwa Shihab merasa yakin bahwa Ibrahim Assegaf adalah sosok yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya.

"Aku tumbuh bersama dia, jadi itu yang mengokohkan pondasi hubungan, kedua, karena memang butuh, aku segala hal akan cek dan tanya dia," ucap Najwa.

Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai dua anak  Izzat Assegaf dan Namiyah binti Ibrahim Assegaf. Sayangnya, Namiyah meninggal dunia empat jam setelah dilahirkan pada 15 Desember 2011.

Cerita itu sempat diungkap Najwa ketika berbincang bersama Luna Maya, Rossa, dan Meutya Hafid di podcast YouTube Najwa Shihab bertajuk Between Us, Women. 

Meski mendampingi sosok publik seperti Najwa Shihab, Ibrahim memilih menjauh dari sorotan kamera. Ia lebih senang berada di balik layar, menjadi penopang yang tenang dan penuh dedikasi.

Ibrahim mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Jakarta Timur, akibat stroke. Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tapi juga bagi dunia hukum Indonesia.


Editor: Kendi Setiawan
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo