Madrid, Arina.id – Jumlah korban tewas akibat tabrakan dua kereta berkecepatan tinggi di selatan Madrid, Spanyol, bertambah menjadi sedikitnya 30 orang pada Rabu (28/10/2026).
Informasi tersebut disampaikan otoritas regional kepada AFP di tengah duka Spanyol yang kembali dilanda kecelakaan kereta serupa untuk kedua kalinya sepanjang tahun ini.
Data terbaru dari sumber pemerintah di wilayah Castilla-La Mancha, Spanyol bagian tengah, muncul setelah tabrakan dua kereta berkecepatan tinggi di wilayah selatan negara itu pada Januari lalu menewaskan 46 orang.
Sebelumnya, juru bicara pemerintah regional menyatakan sedikitnya 10 orang tewas dalam kecelakaan tersebut. Ia juga memperingatkan jumlah korban kemungkinan masih bertambah.
“Kami menerima informasi yang sama sekali tidak baik. Sedikitnya 10 orang meninggal dunia dan jumlahnya kemungkinan bertambah,” kata Esther Padilla, juru bicara pemerintah Castilla-La Mancha, kepada media lokal CMM.
Otoritas setempat menyatakan kecelakaan itu juga menyebabkan banyak orang mengalami luka-luka.
“Dua kereta telah bertabrakan, ada orang-orang yang terluka,” kata Manuel Galan, Wali Kota Urda, kepada stasiun televisi publik TVE.
Juru bicara layanan darurat Spanyol mengatakan kepada AFP bahwa tabrakan terjadi sesaat sebelum pukul 09.00 waktu setempat atau pukul 08.00 GMT. Namun, saat itu pihaknya menilai masih terlalu dini untuk menyampaikan informasi mengenai jumlah korban luka.
“Seluruh sumber daya saat ini sedang dikerahkan,” kata juru bicara tersebut. Pengerahan itu mencakup sejumlah tim pemadam kebakaran, tiga helikopter, dan dua unit perawatan intensif bergerak.
Perusahaan pengelola infrastruktur perkeretaapian Spanyol, ADIF, juga mengonfirmasi terjadinya tabrakan tersebut. Melalui unggahan di media sosial, perusahaan itu mengumumkan penghentian sementara layanan kereta berkecepatan tinggi pada jalur Madrid menuju wilayah selatan.
Editor: Kendi Setiawan


