Dark
Light
Dark
Light

Pemilu Israel: Netanyahu Unggul Sementara atas Eisenkot, tetapi Belum Raih Mayoritas

Pemilu Israel: Netanyahu Unggul Sementara atas Eisenkot, tetapi Belum Raih Mayoritas

Jakarta, Arina.id—Blok Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu unggul dalam penghitungan sementara pemilihan umum Israel, Rabu (28/10/2026) yang dirilis Komite Pemilihan Umum Pusat.

Namun, keunggulan tersebut belum cukup untuk mengamankan mayoritas kursi parlemen, sehingga peluang Netanyahu mempertahankan kekuasaan masih bergantung pada hasil akhir dan negosiasi koalisi.

Berdasarkan penghitungan 84,4 persen suara, blok Netanyahu meraih 54 kursi Knesset dari total 120 kursi parlemen Israel. Sementara itu, blok oposisi yang dipimpin mantan kepala militer Gadi Eisenkot memperoleh 49 kursi, sedangkan partai-partai Arab menguasai 17 kursi.

Partai-partai yang saat ini belum mencapai ambang batas parlemen sebesar 3,25 persen adalah Reservists (2,7 persen), People of Israel (1,6 persen), dan Charedi Public (0,2 persen).

Hasil tersebut masih berpotensi berubah seiring berlanjutnya penghitungan suara. Hasil lengkap diperkirakan diumumkan paling lambat Kamis (29/10/2026) malam atau Jumat (30/10/2026) pagi.

Pemilu kali ini mencatat tingkat partisipasi hampir 78 persen, tertinggi sejak 1999. Tingginya partisipasi mencerminkan besarnya perhatian publik terhadap masa depan kepemimpinan Netanyahu, yang telah berkuasa secara bergantian selama hampir dua dekade.

Persaingan politik berlangsung di tengah tekanan internasional terhadap Israel akibat ketegangan dengan Iran, operasi militer di Gaza, serta perluasan permukiman dan kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Hasil pemilu tersebut tidak hanya menentukan konfigurasi kekuasaan di dalam negeri Israel, tetapi juga menjadi perhatian dalam konteks konflik Israel-Palestina. Perubahan kepemimpinan maupun komposisi koalisi pemerintahan berpotensi memengaruhi arah kebijakan Israel terhadap Palestina.

Meski demikian, hasil pemilu saja belum cukup untuk memastikan perubahan kebijakan Israel, termasuk terkait Gaza dan wilayah pendudukan. Arah pemerintahan berikutnya akan turut ditentukan oleh susunan koalisi, pernyataan para pemimpin, serta kebijakan konkret yang diambil terhadap rakyat Palestina.

Belum tercapainya mayoritas membuat Netanyahu menghadapi tantangan untuk menggalang dukungan politik di Knesset. Perkembangan hasil akhir dan kemampuan membangun koalisi akan menjadi penentu bagi langkah politik Netanyahu selanjutnya.


Editor: Suci
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo