Dark
Light
Dark
Light

Warga Meninggal Akibat Kelaparan di Gaza Capai 154 Orang, Termasuk 89 Anak-anak

Warga Meninggal Akibat Kelaparan di Gaza Capai 154 Orang, Termasuk 89 Anak-anak

Arina.id - Blokade bantuan kemanusiaan yang dilakukan militer Zionis Israel telah menyebabkan kelaparan parah di Jalur Gaza Palestina. Pengungsi yang mengalami getirnya hidup akibat bombardi serdadu Zionis kini mulai berguguran akibat tidak mendapatkan pasokan bantuan makanan.

Kementerian Kesehatan Palestina mencatat, sampai sekarang tercatat 154 warga sipil meninggal akibat kelaparan, dan 89 di antaranya merupakan anak-anak. Menurut kementerian, seperti dilaporkan Middle East Eye, semua yang meninggal tersebut berada di Gaza. 

Di sisi lain, di tengah bencana kelaparan tersebut Israel juga terus melakukan penyerangan di Gaza. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) juga menegaskan kalau pengepungan Israel tersebut benar-benar memicu kelaparan yang mematikan. PBB pada Selasa kemarin mengatakan "bukti yang semakin kuat tentang kelaparan dan kelaparan yang meluas".

Sebelumnya, sejak dimulainya perang di Gaza, 07 Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 60.000 warga Palestina di Gaza. Mereka menghancurkan gedung-gedung dan rumah warga. Kemudian melakukan blokade dan pengepungan yang berdampak pada kondisi warga sipil di sana. 

Rakyat Gaza kini menghadapi kelaparan akut; orang tua, perempuan dan anak-anak menjadi korban. Kelaparan parah Gaza ini juga memantik keprihatinan dunia. Sejumlah negara mengutuk blokade tersebut dan mendesak agar konflik segera dihentikan. Beberapa negara Eropa: Prancis, Spanyol, sampai Irlandia, kemudian hampir seluruh negara Islam mendesak Israel membuka blokade.

Sejumlah aksi keprihatinan juga dilakukan di banyak tempat. Bahkan di Mesir, dua orang secara ekstrem menyerbu kantor polisi memprotes dugaan keterlibatan Mesir dalam pengepungan Gaza. Middle East Eye melaporkan, dua orang tersebut kini dinyatakan hilang.

Dua aktivis pro-Palestina itu adalah Mohsen Mustafa berusia 27 tahun dan sepupunya Ahmed Sherif Ahmed Abdel Wahab usia 23 tahun. Dua pria itu hilang tidak diketahui kabarnya setelah mengunggah status di Facebook dengan menyatakan bertanggungjawab dan serbuan tersebut.

Orang-orang yang dilaporkan terlibat dalam penyerbuan kantor polisi pada tanggal 25 Juli 2025 menamakan dirinya sebagai "Iron 17". Dalam aksi menggerebek kantor polisi itu, mereka sempat menahan beberapa personil keamanan selama berjam-jam. Rekaman penggerebekan Menunjukkan para pemuda yang menahan para perwira polisi itu viral di media sosial.

Video-video yang diterbitkan di sebuah channel Telegram telah ditonton jutaan kali, menunjukkan para pria yang mengutuk penutupan persimpangan perbatasan Rafah di Mesir dengan Gaza dan penangkapan para aktivis yang mengumpulkan bantuan bagi warga Palestina di wilayah tersebut.


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo