Dark
Light
Dark
Light

Eskalasi Konflik Timteng, Indonesia Siapkan Dua Pesawat Antisipasi Kondisi Jemaah Umrah

Eskalasi Konflik Timteng, Indonesia Siapkan Dua Pesawat Antisipasi Kondisi Jemaah Umrah

Jakarta, Arina.id—Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan dua pesawat Garuda Indonesia sebagai langkah antisipatif jika eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat dan berdampak pada jemaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut, hingga saat ini terdapat sekitar 58.876 jemaah umrah Indonesia yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Sebagian sudah kembali ke Tanah Air, namun masih ada yang tertahan karena penerbangan transit terganggu imbas meningkatnya ketegangan di kawasan.

''Kami sudah berkoordinasi dengan Garuda Indonesia agar menyiapkan dua pesawat yang standby untuk mengantisipasi jika eskalasi konflik meningkat," ujar Dahnil saat Konsolidasi Perhajian dan Umrah di Grand El Hajj, Cipondoh, Kota Tangerang, Selasa (3/3/2026).

Menurut Dahnil, Kemenhaj bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus memantau perkembangan situasi dan melakukan pendataan terhadap seluruh jemaah yang masih berada di Arab Saudi, baik di Mekkah maupun Madinah. 

"Langkah ini bertujuan memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman dan tepat waktu," jelas Dahnil.

Selain menyiagakan dua pesawat untuk skema darurat, pemerintah juga meminta Garuda menambah jumlah armada penerbangan reguler untuk mengangkut jemaah umrah yang akan pulang, khususnya di bulan Ramadan nanti.

"Kami minta Garuda menambah jumlah pesawat agar jamaah yang tadinya menggunakan maskapai asing dan kini kesulitan tiket bisa segera kembali dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Dahnil menambahkan, saat ini pemerintah juga telah mengeluarkan imbauan penundaan keberangkatan bagi jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat. 

Kebijakan itu didasarkan atas rekomendasi Kemenlu sebagai upaya preventif menjaga keselamatan warga negara Indonesia di kawasan konflik.

"Potensi eskalasi meningkat itu tinggi sekali. Karena itu kami sarankan jamaah yang belum berangkat untuk menunda sementara sampai situasi lebih kondusif,” jelasnya.

Kemenhaj mencatat, hingga awal April 2026, terdapat sekitar 43.000 calon jemaah umrah yang dijadwalkan berangkat. Jumlah itu bisa mencapai 60 ribu jika termasuk jemaah mandiri.

"Keluarga yang anggota keluarganya masih di Tanah Suci jangan khawatir. Negara hadir. Tim kami dan Kemenlu standby 24 jam di semua terminal di Tanah Suci untuk memastikan keamanan jemaah,” tegas Dahnil.


Editor: Suci
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo