Cilacap, Arina.id — Menjadi seorang qari yang berprestasi memerlukan proses latihan dan usaha. Demikian juga yang dialakukan Syamsuri Firdaus, qari kelahiran Bima, 11 Januari 1999.
Syamsuri sendiri telah memulai debutnya di bidang tilawah sejak kecil. Ia bahkan telah meraih juara 1 internasional MTQ di Singapura tahun 2012 pada kategori anak-anak. Ketika itu umurnya baru 12 tahun.
Deretan Prestasi
Syamsuri saat ini tercatat sebagai alumni Universitas Indonesia (UI) jurusan Sastra Arab Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB). Ia masuk UI melalui jalur SBMPTN dan merupakan lulusan dari MAN 1 Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.
Prestasi terbaru yang diraihnya adalah menjadi juara lomba tilawah pada MTQ internasional di Istanbul Turki pada tahun 2024.
Berikut deretan prestasi Syamsuri Firdaus
Juara 1 Lomba MTQ tingkat Desa
Juara 2 Lomba MTQ tingkat Kecamatan
Juara 1 Lomba MTQ tingkat Kabupaten
Juara 1 Lomba MTQ tingkat Provinsi di Sumbawa Barat NTB
Juara I kategori anak-anak pada MTQ nasional 2012 di Ambon
Juara I kategori Anak-anak MTQ Internasional di Singapura tahun 2012
Juara 2 Lomba MTQ Nasional 2018 Medan
Juara 1 dalam Tilawah Al Qur’an pada MTQ Internasional ke-7 di Turki.
Tips Sukses
Ikatan Persaudaraan Qari Qari’ah dan Hafidz Hafidzah (IPQAH) Kabupaten Cilacap Jawa Tengah mengundang Syamsuri Firdaus dalam acara Sarahsehan dan Pelatihan Training of Trainer (TOT) Tilawah dan Tartil di Pendopo Kabupaten Cilacap pada Minggu (16/3/2025).
Di depan ratusan qari-qari’ah Kabupaten Cilacap, dia membagikan tips suksesnya menjadi qari yang berprestasi.
1. Cinta Seni Tilawah
Kecintaan Syamsuri pada seni tilawah sudah tertanam sejak kecil. Ia mengaku bahwa orangtuanya bukanlah qari. Meskipun orangtuanya bukan seorang qori, mereka sangat mencintai tilawah dan mengidolakan almarhum KH Abu Bakar Husein, seorang qori terkenal waktu itu.
Dengan kecintaan yang besar terhadap tilawah, orangtuanya mendukung Samsuri untuk mengembangkan bakatnya dengan belajar dari para guru yang berkompeten. Ia juga biasa diperdengarkan rekaman tilawah para qari seperti H Muammar ZA.
2. Giat Berlatih
Salah satu kunci sukses Syamsuri Firdaus, adalah giat berlatih. Sejak kecil, Samsuri Firdaus sudah dikelilingi oleh suasana tilawah yang mendalam. Orang tuanya sering memutar rekaman qari dan qariah sebagai bagian dari rutinitas.
Syamsuri mengaku, orangtuanya membiasakan dirinya mengaji sebagai kegiatan tiap hari. Termasuk ketika ia akan bermain atau bahkan sebelum memberikan uang jajan, makai a akan diminta ngaji terlebih dahulu.
3. Mental yang Kuat
Mental yang kuat juga jadi faktor penting yang mendukung Syamsuri jadi Qari. Salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya adalah ketika ia ikut serta dalam MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) dan meskipun memiliki potensi besar, ia merasa mentalnya belum cukup kuat untuk meraih juara.
Ketika itu orang-orang di sekitarnya sudah menggadang-gadang dirinya jadi juara. Hal ini ternyata membuat mentalnya turun. Ia mengaku sedikit menyepelekan karena terlanjur dipuji.
Syamsuri pun gagal meraih juara pertama. Ia menjadi juara kedua. Hal ini memberi pelajaran berharga baginya bahwa mental yang kuat sangat penting dalam kompetisi. Sejak saat itu, ia lebih giat berlatih.
4. Minta Doa dan Bimbingan Guru
Pengalaman Syamsuri akan kegagalan sebelumnya menyadarkan aa juga selalu meminta bimbingan dari para guru. Ia pun selalu menyempatkan diri sowan kepada para guru sebelum lomba.
Hal ini ternyata bisa menguatkan mentalnya. Tidak hanya saat mengkuti perlombaan, tetapi juga setiap kali mengikuti event-event penting lainnya. Seperti saat dirinya diundang untuk tampil di istana negara.
5. Belajar Otodidak
Samsuri juga menekankan pentingnya belajar secara otodidak, mengikuti qori-qori melalui platform seperti YouTube, serta mempraktikkan variasi dalam tilawah.
Baginya, cinta (mahabbah) terhadap tilawah, mental yang kuat, dan bimbingan dari guru adalah kunci utama dalam meraih kesuksesan.
Editor: Kendi Setiawan


