Dark
Light
Dark
Light

Pakistan Deklarasi Perang Lawan Afghanistan usai Bentrok di Perbatasan

Pakistan Deklarasi Perang Lawan Afghanistan usai Bentrok di Perbatasan

Jakarta, Arina.id—Ketegangan kembali terjadi antara Pakistan dan Afghanistan setelah kedua negara terlibat aksi saling serang di sepanjang perbatasan yang dikenal sebagai Durand Line

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif bahkan telah mendeklarasikan perang dengan pemerintah Taliban Afghanistan, pada Jumat (27/2).

"Kesabaran kami sudah habis. Sekarang adalah perang terbuka antara kami dan kalian," kata Asif dilansir Aljazeera .

Deklarasi tersebut disampaikan setelah Pakistan meluncurkan serangan udara atau operasi militer bernama Ghazab Lil Haqq atau Operation Righteous Fury ke sejumlah wilayah Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat dini hari.

Pakistan mengklaim serangan itu menurunkan 274 prajurit Taliban serta dua petugas keamanan. Sementara pihak Afghanistan menyebut sedikitnya 55 tentara Pakistan tewas dalam serangan balasan.

“Rezim Taliban Pasukan sedang menerima balasan di sektor Chitral, Khyber, Mohmand, Kurram, dan Bajaur,” katanya.

Menteri Dalam Negeri Afghanistan Sirajuddin Haqqani menyebut serangan Pakistan ditujukan bagi negara tersebut.

“Jika kami meminta rakyat kami untuk melakukan pemberontakan nasional, maka hanya akan menjadi urusan yang sangat mahal,” katanya.

Menteri Luar Negeri Afghanistan Mawlawi Amir Khan Muttaqi menjelaskan kepada Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan melalui sambungan telepon mengenai sikap tegas memikirkan terkait perkembangan terbaru. 

Menurutnya langkah-langkah yang diambil oleh pasukan keamanan dan perlindungan negara tersebut bertujuan melindungi kedaulatan nasional, wilayah udara, serta keutuhan teritorial—dan tujuan-tujuan tersebut telah berhasil dicapai.

Ia menyebut Afghanistan tidak berniat meningkatkan ketegangan dan lebih memilih penyelesaian masalah melalui saling pengertian dan penghormatan bersama. Namun, kemajuan bergantung pada komitmen yang tulus dan konkret dari pihak lain untuk mencapai solusi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengaku tengah berkoordinasi dengan sejumlah negara guna mengupayakan stabilitas situasi serta meredakan ketegangan.

“Kedua pihak juga menekankan pentingnya menjaga dialog yang berkelanjutan,” ujarnya.

Pakistan mengklaim telah menghancurkan sejumlah titik los Afghanistan di wilayah perbatasan. Bahkan, sejumlah pos Taliban mengibarkan bendera putih.

Perdana Menteri Pakistan Muhammad Shehbaz Sharif dilaporkan juga menerima penjelasan dari para petinggi militernya mengenai ketegangan terkini dua negara tetangga itu.

Menurutnya, tidak ada toleransi terhadap serangan tersebut. Agresi itu tidak dapat diterima.

“Pakistan tahu bagaimana caranya membela diri atas agresi apapun,” katanya.

Kronologi

Hubungan antara Pakistan dan Afghanistan sudah mewarnai Ketegangan sejak Pakistan berdiri pada tahun 1947. Kedua negara menang langsung melalui garis penutupan panjang yang dikenal sebagai Garis Durand

Meskipun masyarakat di kedua sisi memiliki kesamaan agama dan budaya, faktor geopolitik sering kali membuat hubungan keduanya tidak stabil.

Situasi semakin rumit ketika Afghanistan mengalami invasi Uni Soviet pada tahun 1979, yang kemudian diikuti oleh intervensi Amerika Serikat pada tahun 2001 setelah serangan 11 September.

Penarikan pasukan AS membawa dampak besar bagi kawasan, terutama bagi Pakistan. Setelah Taliban kembali berkuasa di Kabul, kelompok militan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) kembali menguat.

TTP merupakan kelompok bersenjata yang menentang pemerintah Pakistan dan memiliki jaringan serta tempat berlin.

Pakistan berulang kali meminta pemerintah Taliban Afghanistan untuk mengambil tindakan tegas terhadap TTP yang diduga beroperasi dari wilayah Afghanistan. Namun, pihak Afghanistan menyatakan bahwa TTP adalah masalah keamanan dalam negeri Pakistan.


Editor: Suci
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo