Arina.id - Wali Kota New York terpilih, Zohran Mamdani berjanji akan secara konsisten memerangi Islamofobia dan rasisme terhadap warga Palestina ketika mulai menjabat.
"Sebagai Wali Kota, saya akan menjadikan tugas saya untuk menghargai, melindungi, dan merayakan semua warga New York serta memerangi Islamofobia dan rasisme anti-Palestina di setiap sudut," katanya dilansir Anadolu, Jumat (26/12/2025).
Mamdani mengatakan di Platform X, bahwa Mustapha Kharbouch, seorang mahasiswa di Universitas Brown, menjadi sasaran setelah sebuah foto menunjukkan dirinya mengenakan keffiyeh beredar online, yang memicu apa yang digambarkan oleh walikota terpilih sebagai Islamofobia dan rasisme anti-Palestina.
Menurut Mamdani, latar belakang Palestina Kharbouch menjadi dasar doxxing yang dihadapinya. Dalam percakapan telepon, Kharbouch juga memberi tahu walikota terpilih tentang minat akademiknya di bidang hubungan internasional dan antropologi, magang musim panasnya di New York City, dan pertimbangannya untuk mengejar gelar PhD, seperti yang diceritakan Mamdani.
"Saya mengatakan kepada Mustapha bahwa kami akan sangat senang jika dia kembali ke New York City," kata Mamdani, yang mencetak sejarah dengan terpilih sebagai walikota Muslim pertama di kota itu.
Mamdani dijadwalkan akan dilantik pada 1 Januari, Hari Tahun Baru. Islamofobia tak hanya bertahan, tapi cenderung meningkat di Amerika Serikat sejak awal millennium baru yang terus berlanjut, khususnya pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump.
Peningkatan Islamofobia tersebut membuat kaum Muslim Amerika menjadi sasaran diskriminasi yang terus meningkat.
Sebuah jajak pendapat yang dilakukan The Hill-HarrisX mengungkapkan, orang Islam menghadapi lebih banyak diskriminasi dari pada kelompok agama-agama lain di AS. Survei yang terbit pekan lalu menemukan bahwa sebanyak 85 persen responden meyakini Muslim menghadapi diskriminasi.
Gejala yang sama juga tercermin dalam survei yang diselenggarakan Institute for Social Policy and Understanding (ISPU) Washington D.C. dalam survei berjudul American Muslim Poll 2018: Pride and Prajudice-Featuring the First-Ever National American Islamophobia Index, ISPU Menyuguhkan sejumlah temuan penting.
ISPU menemukan peningkatan Islamofobia di kalangan warga AS. Dalam skala 0-100 (0 paling rendah tingkat Islamofobianya), indeks Islamofobia mencapai 17- skor yang cukup tinggi dibandingkan sikap anti terhadap kelompok agama-agama lain. Memang masih ada komunitas lain yang juga mengalami fobia semacam umat Yahudi, tetapi persentase tingkat Judeofobia jauh lebih rendah dibandingkan Islamofobia.
Menurut survei ISPU, 61 persen Muslim/Muslimah mengakui merasakan dan pernah mengalami diskriminasi dari kelompok warga Amerika lain atau petugas/pejabat pemerintah. Lazimnya yang menjadi sasaran diskriminasi adalah Muslimah keturunan Arab, dan anak muda Muslim.
Editor: Muhammad Taufiq


