Dark
Light
Dark
Light

Reza Pahlavi menjadi Peluru Hampa Netanyahu untuk Menggulingkan Khamenei

Reza Pahlavi menjadi Peluru Hampa Netanyahu untuk Menggulingkan Khamenei

Arina.id - Ada satu nama melekat dengan sejarah pemerintahan Iran: Reza Pahlavi. Putra Mahkota Iran yang kini namanya menyeruak muncul di tengah konflik Iran vs Israel. Pahlavi yang dekat dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, itu menyerukan pemberontakan ke seluruh negeri.

Jumat, 13 Juni 2025, saat negerinya dibom Israel, alih-alih membela, Pahlavi justru secara terbuka menyerukan pergantian Ayatollah Ali Khamenei. Ia menyebut Khamenei saat ini lemah dan Iran berada di ambang perpecahan. Dalam pernyataannya, Pahlevi pun mengajak rakyat Iran merebut kembali negara mereka. Reza Pahlavi merupakan anak dari Mohammad Reza Shah yang digulingkan dalam revolusi Iran pada 1979.

Meskipun demikian, pengaruh Pahlevi bagi kalangan masyarakat Iran saat ini diragukan. Ia dinilai serupa peluru hampa bagi Israel sebab sudah tidak memiliki pengaruh kuat di Iran, peran politiknya juga nol, sama sekali tidak memiliki kesempatan memenangkan hati rakyat Iran. Demikian disampaikan analis dan komentator politik di Tehran, Mohammad Khatibi.

"Walaupun ia tampaknya menikmati dukungan dari Israel, masih belum jelas seberapa serius Tel Aviv menganggap dirinya sebagai alternatif terpercaya. Reza tidak memiliki popularitas yang luas baik di Iran maupun di antara segmen diaspora para oposisi," kata Khatibi, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat 20 Juni 2025.

"Keenganannya mengutuk agresi Israel terhadap Iran telah mengasingkan sebagian besar basis dukungannya. Banyak warga Iran menganggapnya sebagai bawahan Netanyahu. Bahkan komentar publik terhadap dirinya sejak sebelum konflik menimbulkan kritik tajam. Dia (Pahlavi) sering dipandang lemah," jelas pengamat tersebut.

Pahlavi kini berusia 64 tahun. Ia telah lama tinggal di luar Iran sejak 1978 dengan membawa serta harta keluarganya ke luar Iran sejak penggulingan ayahnya Tahun 1979. CIA dan MI6 telah terlibat mendukung Pahlavi melakukan kudeta-kudeta kecil terhadap Khamenei. Dia saat ini dilaporkan tinggal di sebuah kamp terisolasi di luar Washington, Amerika Serikat (AS) dan kerap melempar komentar-komentar dan mendukung gagasan pemikiran pejabat-pejabat AS.

Pada tahun 2023, media-media Israel sempat melaporkan kunjungan Pahlavi ke Israel dan diterima langsung oleh Benjamin Netanyahu serta menteri intelijen Gila Gamliel. Kepada media ia mengatakan bahwa dalam upayanya untuk mebebaskan Iran, Pahlavi siap bekerja sama "dengan siapa saja yang bersedia memberi tangan kepada kita, entah itu AS atau Saudi atau Israel atau siapa pun itu."

Pahlavi mewakili hanya satu segmen dari oposisi anti-pemerintah radikal, di samping kelompok-kelompok seperti MEK (Peoples Moejahidin of Iran) serta sosok oposan Masih Alinejad, presenter VOA yang mencari penghasilan dengan mencoba untuk mendestabilkan Pemerintah Iran menggunakan uang pajak AS.

Di sisi lain, Khatibi menjelaskan, Amerika Serikat tidak memiliki calon pemimpin alternatif yang benar-benar dianggap kuat untuk memimipin pemberontakan melawan Khamenei di Iran.

"Secara kolektif semua oposisi tidak memiliki kapasitas organisasi dan dukungan dari akar rumput yang kuat dibandingkan dengan kekuatan basis besar pemerintah saat ini. Dengan agresi Israel rakyat justru semakin kuat dukungannya terhadap pemerintah setiap harinya," Khatibi menegaskan.

Khatibi menambahkan, tuduhan Israel bahwa Iran saat ini sedang dalam kekacauan, lemah dan terpecah di seluruh wilayah etnisya adalah kekeliruan. "Bahkan AS pun akan memerlukan penyebaran pasukan darat skala penuh—sesuatu yang tidak mungkin mengingat kewenangan politik domestik Washington yang terbatas. Iran pasti akan menanggapi dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan Rusia maupun Cina mendukungnya."


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo