Dark
Light
Dark
Light

Sebungkus Rokok Terakhir Rojali, 'CEO yang Menyamar' di Tanah Suci

Sebungkus Rokok Terakhir Rojali, 'CEO yang Menyamar' di Tanah Suci

Arina.id - Gelap langit malam kian pekat ketika Rojali dan ketiga kawannya; Rizal, Rizon dan Heru meriung di emperan hotel di sektor satu kawasan Syisyah, Kota Mekkah. Mereka jemaah haji Indonesia asal Palembang (PLM) keberangkatan gelombang dua yang mendarat di Bandara KAIA Jeddah.

Ketiga jemaah yang sudah delapan hari di Tanah Haram itu tampak betul-betul menikmati hari menjelang puncak haji. “Malam mingguan kita ini,” kata Rojali berseloroh yang kemudian melemparkan sebungkus rokok terakhirnya ke lantai. Mereka lalu meriung saling melempar obrolan dan candaan.

"Kek mana ini rokok sisa sebungkus," katanya disusul tawa kawan-kawannya. Rojali, pria 55 tahun itu memang paling jenaka. Ia curhat strateginya berhenti merokok telah meleset dari target.

Semula, sebelum berangkat berhaji, Rojali sebenarnya memiliki kesepakatan dengan bini bakal berhenti merokok saat berada di Tanah Suci. Akan tetapi buat jaga-jaga, dia diam-diam menyisipkan 10 bungkus dalam koper kalau-kalau nanti ingin ngudud. Namun yang terjadi ternyata di luar rencana.

"Saya sudah berdoa berhenti merokok ini, tapi kek mana, sepuluh bungkus sisa satu. Enggak bisa berhenti. Ketemu mereka-mereka ini malah ngerokok terus. Makanya saya bilang, kalau rokok habis saya minta ke kalian satu-satu nanti," katanya disusul tawa kawan-kawannya.

Bos toko waralaba asal Palembang yang oleh jemaah haji lain dijuluki sebagai 'CEO yang menyamar' ala drama China (Dracin) populer itu mengaku salah strategi. Baru delapan hari rokok sudah sisa sebungkus. Mau beli, harga rokok di Arab juga terlampau tinggi.

“Dua kali lipat harganya. Salah strategi ini,” sambil terkekeh. Beruntung kata dia, jemaah lain masih banyak stok rokoknya. Sehingga, lain waktu jika ingin merokok bakal meminta satu bungkus dari kawan-kawannya.

Begitulah gurauan para jamaah haji Indonesia, terutama para ahli hisap (perokok) yang terlihat gembira saja menikmati hari menjelang puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) pada (9-10-11-12) Zulhijah 1447 atau (27-26-28-29) Mei 2026 nanti.

Padahal, Pemerintah Arab Saudi telah memberlakukan larangan merokok ketat di kawasan suci, terutama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta fasilitas umum dan pemondokan. Jemaah yang melanggar aturan dapat dikenakan denda berat hingga penangkapan oleh pihak keamanan setempat.

Berikut yang perlu diketahui tentang larangan merokok di Tanah Suci:

1. Lokasi Larangan Mutlak: Merokok di dalam dan di pelataran Masjidil Haram, Masjid Nabawi, serta area sekitar hotel (kawasan markaziyah) dilarang keras.

2. Denda dan Sanksi: Pelanggar yang kedapatan merokok di area terlarang atau kawasan umum berisiko terkena denda sebesar 200 SAR (sekitar Rp 850 ribu) hingga ratusan ribu rupiah. Dalam kasus tertentu, pelanggar bahkan bisa ditangkap dan diproses hukum.

3. Pastikan untuk selalu mematuhi rambu-rambu larangan yang terpasang di berbagai sudut fasilitas ibadah dan penginapan.

Menjaga kondisi fisik sebelum puncak haji

Sebelum puncak ibadah yang menguras fisik nanti, para jemaah diimbau membatasi aktivitas oleh penyelenggara haji. "Sudah ada imbauan. Sekarang lebih banyak di hotel saja, ibadah di musala, jaga kondisi fisik fokus ibadah wajibnya," kata Rizon di sebelah Rojali.

Sementara itu, jemaah lain di hotel yang sama mengisi waktu dengan rutinitas harian, mulai dari membaca Alquran, sekadar jalan-jalan dan belanja. Jemaah lainnya sibuk mencuci pakaian, meriung ngobrol dengan teman sekamar, banyak pula yang beribadah sunnah di musala penginapan. 

Meskipun demikian, tidak sedikit di antara mereka yang tetap pergi beribadah ke Masjidil Haram, memilih umrah sunnah atau sekadar salat berjamaah. Rata-rata para jemaah itu sudah memahami cara membatasi aktivitas fisik menjelang puncak haji yang memang sudah diwanti-wanti penyelenggara haji sejak jauh hari.

“Paling ke Haram tiga atau empat hari sekali, tidak sering setiap hari. Anggota kloter semua sudah saling mengingatkan, saling menjaga. Petugas juga sudah mengingatkan agar fokus ibadah wajibnya nanti,” tegas Rizon.
 


Editor: Muhammad Taufiq
Al-Quran Digital

Berita Lainnya

Hadits Online

Terbaru Lainnya

logo